Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Keracunan MBG Sidoarjo, Anak-anak Disiapkan Trauma Healing
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Keracunan MBG Sidoarjo, Anak-anak Disiapkan Trauma Healing

Nugroho P.
Last updated: September 4, 2026 7:05 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – atusan anak di Sidoarjo harus mendapat perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini tak cuma jadi perhatian soal kesehatan fisik, tetapi juga menyisakan persoalan lain: bagaimana memulihkan rasa aman anak-anak setelah kejadian tersebut.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan pihaknya siap turun tangan jika anak-anak membutuhkan pendampingan psikologis. Terlebih, ada sejumlah anak yang disebut mengalami trauma setelah kejadian dugaan keracunan tersebut.

Arifah menyampaikan hal itu saat mendampingi Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono mengunjungi pasien yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, pendampingan bisa dilakukan bersama pihak pesantren agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Nah, dari kasus ini mungkin yang akan kita lakukan adalah pendampingan bila dibutuhkan. Karena ada anak-anak yang mengalami trauma, ada juga yang tidak,” kata Arifah.

Ia mengatakan pihak Pondok Pesantren Manba’ul Hikam sebenarnya bisa lebih dulu memberikan pendekatan kepada para santri. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing untuk membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis setelah kejadian.

“Kalau memang pihak pondok pesantren bisa melakukan pendekatan, seperti trauma healing untuk anak-anak, ya Alhamdulillah. Tetapi seandainya masih membutuhkan, kami siap untuk berkolaborasi agar anak-anak ini siap kembali ke sekolah,” ujarnya.

Kasus dugaan keracunan MBG tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026). Ratusan santri dan santriwati Ponpes Manba’ul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, serta siswa dari sekolah lain dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

Mayoritas korban merupakan anak usia SMP hingga SMA. Mereka mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, dan pusing sehingga harus mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Menu yang dikonsumsi para korban disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah dan masih dalam proses investigasi.

Arifah mengatakan selama ini Kementerian PPPA juga ikut memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya makanan bergizi. Edukasi itu diberikan agar anak-anak memahami bahwa makanan bergizi punya peran penting bagi tumbuh kembang mereka.

“Jadi, selama ini kita memberikan edukasi tentang makanan bergizi untuk anak-anak. Kan biasanya anak-anak maunya makanan-makanan fast food. Kita memberikan informasi dan edukasi bahwa makanan yang dimakan adalah makanan yang bergizi,” katanya.

Menurut Arifah, program MBG pada dasarnya juga hadir untuk memenuhi kebutuhan anak-anak terhadap makanan yang bergizi. Karena itu, edukasi mengenai gizi tetap perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan program tersebut.

“Jadi, di satu sisi kita memenuhi apa yang diinginkan anak-anak, tetapi edukasi tentang pentingnya gizi itu juga akan disampaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan korban dugaan keracunan masih berlangsung. Hingga Kamis (4/9/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat 748 pasien yang disebut menjadi korban dalam kasus tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 20 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 728 pasien lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Kementerian PPPA menegaskan pendampingan psikologis akan diberikan sesuai kebutuhan. Fokusnya bukan hanya membantu anak melewati rasa trauma, tetapi juga memastikan mereka bisa kembali menjalani kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari tanpa terus dibayangi rasa takut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketika terjadi persoalan pada program yang menyasar anak-anak, pemulihan tidak berhenti setelah kondisi fisik korban membaik. Rasa aman dan kondisi psikologis anak juga perlu ikut diperhatikan. (*)

You Might Also Like

Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Tapi Masih Kurang

Dari NIB Sampai QRIS, Mahasiswa KKN Undip Kini Tak Hanya Bawa Proposal

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

Dituding Terima Uang Tutup Mulut, AMPB Duga Ada Pihak Sengaja Adu Domba Demonstran dan Ojol

Gubernur Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Inspiratif

TAGGED:keracunan MBGMBG Sidoarjopsikologitrauma healing
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article EVAKUASI - Petugas mengevakuasi kerangka manusia dari semak-semak di tebing Tol Jangli, Semarang. Kerangka Mayat di Tebing Tol Jangli Ungkap Misteri Hilangnya Mozza
Next Article Pakar pidana Universitas Agung Putra Semarang, Naufal Sebastian. (bae) Pakar Hukum: Korban Pohon Tumbang Pandanaran Bisa Tempuh Jalur Pidana dan Perdata

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pakar pidana Universitas Agung Putra Semarang, Naufal Sebastian. (bae)

Pakar Hukum: Korban Pohon Tumbang Pandanaran Bisa Tempuh Jalur Pidana dan Perdata

Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keracunan MBG Sidoarjo, Anak-anak Disiapkan Trauma Healing

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi kerangka manusia dari semak-semak di tebing Tol Jangli, Semarang.

Kerangka Mayat di Tebing Tol Jangli Ungkap Misteri Hilangnya Mozza

BGN: Kasus Keracunan MBG Mulai Masuk Penyidikan

DPR Desak Pemerintah Bereskan Data Desil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan

Juni 17, 2026
Sepak Bola

Balikan Sama Mantan, PSIS Gandeng Riors buat Musim Baru

Mei 27, 2026
Info

Agustina Ajak Warga Ngurus Sampah Bareng

Februari 6, 2026
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Info

Nah Lhoo! Ombudsman RI Temukan Penyimpangan Pengadaan Bahan Baku MBG

Oktober 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Keracunan MBG Sidoarjo, Anak-anak Disiapkan Trauma Healing
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?