Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak

Kemarau tahun ini belum juga kasih jeda. Di Jateng, kekeringan justru meluas. Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 177 kecamatan dan 432 desa terdampak, dengan kebutuhan air bersih yang terus naik.

T. Budianto
Last updated: Agustus 18, 2026 3:27 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAWAH KERING: Seorang petani berjalan di lahan sawah miliknya yang mengering di Desa Kedung Kelor, Kabupaten Tegal, musim kemarau beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat dampak kekeringan terus meluas seiring memasuki puncak musim kemarau.

Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 177 kecamatan dan 432 desa terdampak kekeringan, sementara 30 kabupaten/kota telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, saat ini terdapat 25 kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga kekeringan.

“Siaga kekeringan itu ada 25 kabupaten/kota, sedangkan daerah yang sudah melaksanakan distribusi air bersih untuk masyarakat sebanyak 30 kabupaten/kota,” ujar Bergas, saat di temui di kantornya, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan air bersih terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Jika pada Maret distribusi air masih relatif rendah, maka pada Juli jumlah air yang disalurkan melonjak hingga mencapai sekitar 10 juta liter.

Baca juga: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Sementara pada pertengahan Agustus ini, distribusi air bersih sudah mendekati 9 juta liter. BPBD memperkirakan kebutuhan air hingga akhir Agustus dapat mencapai sekitar 30 juta liter. “Trennya yang harus kita antisipasi. Pertengahan Agustus ini sudah sekitar 9 juta liter. Perkiraan sampai akhir bulan bisa mencapai 30 juta liter,” katanya.

Daerah yang paling banyak menerima bantuan air bersih antara lain Klaten, Pemalang, Banjarnegara, Purbalingga, Blora, dan Grobogan. Wilayah-wilayah tersebut menjadi daerah dengan tingkat kebutuhan air bersih tertinggi selama musim kemarau tahun ini.

Meski demikian, Bergas memastikan ketersediaan air bersih masih mencukupi. BPBD bersama pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan cadangan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Ketersediaan Anggaran

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, penanganan kekeringan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PMI, TNI, Polri, hingga dunia usaha.

BPBD mencatat kontribusi bantuan non-APBD tersebut mencapai sekitar 6,7  juta liter air bersih. “Justru keterlibatan CSR harus terus didorong. Nanti ke depan penanganan bisa dibagi berdasarkan wilayah sehingga saat terjadi kekeringan tinggal dilakukan koordinasi,” jelasnya.

Menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air. Masyarakat juga didorong mulai menerapkan pola penghematan dan pemanfaatan kembali air yang masih layak digunakan untuk kebutuhan tertentu.

Baca juga: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

“Pada saat ini kita harus bisa menghemat air. Sebisa mungkin memilah penggunaan air dan memanfaatkan kembali air yang masih bisa digunakan,” pungkas Bergas.

BPBD memperkirakan puncak musim kemarau masih berlangsung hingga Agustus dan berlanjut pada September. Namun berdasarkan informasi BMKG, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda hujan sehingga diharapkan kondisi kekeringan dapat berangsur membaik dalam beberapa waktu ke depan.

Di saat langit masih pelit menurunkan hujan, angka distribusi air justru rajin naik. Kalau biasanya yang ditunggu warga adalah hujan, musim kemarau kali ini yang lebih ditunggu justru truk tangki. Semoga sebelum ember benar-benar jadi barang paling berharga di rumah, awan Jateng sudah kembali ingat cara menurunkan hujan. (dul)

You Might Also Like

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

Audiensi IDAI Sumut-Gubernur, Puncak Hari Anak Nasional 2026 Bakal Digelar di Samosir

LaLiga Pekan ke-4; Madrid Gas Pol, Barca Banjir Gol, Villarreal Diam-Diam Bahaya

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Belajar Ikhlas Lewat Kurban

Wartawan Ngeluh Dilarang Meliput Acara Gubernur

TAGGED:ahmad luthfibpbd ajetngheadlinekekeringanpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article CEK DESIL - Ilustrasi hasil pengecekan desil warga yang masuk desil 6-10. Artinya tidak berhak menerima bansos. Cara Cek Desil, Apakah Kamu Layak Terima Bansos Atau Malah Masuk Golongan Super Kaya
Next Article MERIAH - ICONNETIVITIES hadir sebagai bagian dari dukungan PLN Icon Plus dalam meramaikan kegiatan HUT RI sekaligus mempererat hubungan dengan warga di wilayah Ponjong. ICONNETIVITIES Semarakkan HUT Kemerdekaan Bersama Masyarakat Ponjong Gunungkidul

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MERIAH - ICONNETIVITIES hadir sebagai bagian dari dukungan PLN Icon Plus dalam meramaikan kegiatan HUT RI sekaligus mempererat hubungan dengan warga di wilayah Ponjong.

ICONNETIVITIES Semarakkan HUT Kemerdekaan Bersama Masyarakat Ponjong Gunungkidul

Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak

CEK DESIL - Ilustrasi hasil pengecekan desil warga yang masuk desil 6-10. Artinya tidak berhak menerima bansos.

Cara Cek Desil, Apakah Kamu Layak Terima Bansos Atau Malah Masuk Golongan Super Kaya

GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik.

BREAKING NEWS: Padang Terasa Goyang, Giliran Sumbar Diguncang Gempa Magnitudo 6,1

COMO SUMMER CAMPS - Gahan Rompies, anak dari Vincent Rompies jadi satu-satunya orang Asia yang mengikut Como Summer Camps, di klub Serie A Italia, Como 1907. (ist)

Keren! Gahan Anak Vincent Rompies Satu-satunya Orang Asia Ikut Summer Camp Sepak Bola di Como Italia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ekonomi

KPK Klaim Selamatkan Duit Daerah, Angkanya Tembus Triliunan, Banyak Juga Bos?

Januari 1, 2026
Pasar Sora SKK Vol.2 resmi dibuka di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Kamis (19/2/2026). Ini jadi tempat berburu takjil paling hype di Solo.
Info

Pasar Sora SKK Vol.2 Resmi Dibuka, Spot Ngabuburit & Berburu Takjil Paling Hype di Solo!

Februari 20, 2026
Ekonomi

Kopdes Merah Putih Dapat Suntikan Baru, Skema Dana Makin Fleksibel

April 21, 2026
Info

17 Band Tampil di Final Lomba Band Christopherus Music School

April 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?