Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Karhutla Toraja, Makam Leluhur Ratusan Tahun Hangus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Karhutla Toraja, Makam Leluhur Ratusan Tahun Hangus

Nugroho P.
Last updated: Oktober 27, 2026 10:20 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, meninggalkan kerusakan yang memilukan. Api bukan cuma melahap vegetasi, tetapi juga menjalar ke kawasan pemakaman leluhur yang telah berusia ratusan tahun hingga merusak sejumlah kerangka jenazah.
SHARE

BACAAJA, TORAJA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, meninggalkan kerusakan yang memilukan. Api bukan cuma melahap vegetasi, tetapi juga menjalar ke kawasan pemakaman leluhur yang telah berusia ratusan tahun hingga merusak sejumlah kerangka jenazah.

Contents
Api Menjalar hingga Kawasan Makam LeluhurWarga Turun Langsung Padamkan ApiCamat Terbitkan Aturan Darurat Penanganan JenazahPolisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Baruppu, tepatnya di kawasan Lombok Rangri, Lembang Baruppu Selatan, pada Jumat malam, 23 Oktober 2026. Kobaran api kemudian merembet ke kawasan pemakaman Pongtimban dan Burasia, dengan dampak paling parah dilaporkan terjadi di Pongtimban dan Lombok Rangri.

Sejumlah sisa kerangka jenazah ditemukan dalam kondisi menghitam, bahkan sebagian lainnya hangus hingga menjadi abu. Bagi masyarakat Toraja, kerusakan tersebut bukan sekadar kehilangan fisik, melainkan juga menyangkut warisan sejarah, tradisi, dan ikatan keluarga yang dijaga turun-temurun.

Api Menjalar hingga Kawasan Makam Leluhur

Kepala Lembang Baruppu Selatan, Gani Arrung, mengatakan titik api pertama kali terlihat dari arah timur kawasan pemakaman, tepatnya di lokasi yang dikenal sebagai Pean, pada Jumat malam (23/10/2026).

Api kemudian merambat ke kawasan Pongtimban dan Burasia, bahkan mendekati permukiman warga. Kebakaran berlanjut hingga Sabtu (24/10/2026) dan berdampak pada tiga kawasan pemakaman leluhur masyarakat setempat.

Pongtimban menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena kawasan pemakaman tersebut diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Kebakaran yang menjangkau area itu membuat warga khawatir terhadap kerusakan makam dan sisa jenazah yang berada di dalamnya.

Meski sama-sama terdampak, tingkat kerusakan di setiap lokasi berbeda. Di Burasia, api dilaporkan hanya membakar bagian pinggir kawasan pemakaman dan tidak sampai masuk ke liang makam.

Sementara itu, di Pongtimban dan Lombok Rangri, api menjangkau area pemakaman hingga menyebabkan sejumlah kerangka jenazah rusak terbakar.

Jumlah pasti peti jenazah dan liang makam yang terdampak masih perlu didata. Pemerintah setempat bersama keluarga pemilik makam perlu memastikan tingkat kerusakan agar penanganan jenazah maupun abu sisa kebakaran dapat dilakukan dengan tepat.

Warga Turun Langsung Padamkan Api

Saat kebakaran meluas, warga Baruppu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka membawa ember berisi air dan bergotong royong menyiram titik-titik kebakaran hingga upaya tersebut berlanjut pada hari berikutnya.

“Saat itu seluruh warga Baruppu bergerak memadamkan api, bawah ember untuk menyiram, sampai dilanjut besoknya lagi,” ujar Gani, dikutip dari Tribun Timur, Senin (26/10/2026).

Petugas Manggala Agni, pemadam kebakaran, dan Satpol PP turut membantu proses pemadaman. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena akses menuju titik kebakaran sulit dilalui kendaraan.

Kondisi medan membuat mobil pemadam tidak bisa menjangkau lokasi secara langsung. Warga dan petugas pun harus berupaya mengendalikan api dengan sarana yang tersedia.

Setelah api berhasil dikendalikan, pemerintah setempat bersama masyarakat memeriksa sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Dahan dan pohon yang berpotensi menyimpan bara turut disiram untuk mencegah api kembali menyala.

Solidaritas juga datang dari warga Baruppu yang sedang merantau. Mereka sepakat mengirimkan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran.

Camat Terbitkan Aturan Darurat Penanganan Jenazah

Kerusakan makam akibat karhutla membuat pemerintah setempat perlu menyiapkan langkah khusus. Camat Baruppu, Petrus Pongtasik, menerbitkan aturan darurat untuk menangani jenazah dan abu jenazah yang terdampak kebakaran.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 01/KB/X/2026 tentang Penanganan Darurat Jenazah dan Abu Jenazah akibat Kebakaran di Pekuburan Lombok, Pongtimban, Burasia, dan sekitarnya pada 23 Oktober 2026.

Dalam aturan itu, jenazah yang masih berhasil diselamatkan akan dikembalikan ke liang atau patane semula. Sementara itu, jenazah yang terbakar hingga menjadi abu harus ditangani oleh keluarga dengan memperhatikan nama dan jumlah jenazah.

Jika identitas jenazah sudah tidak dapat diketahui, abu dapat disatukan, dibungkus, kemudian dikembalikan ke liang atau patane. Langkah tersebut menjadi bagian dari prosedur darurat untuk menangani sisa jenazah yang rusak akibat kebakaran.

Keluarga juga dilarang memindahkan jenazah maupun abu keluar dari kawasan pemakaman yang terdampak. Apabila liang atau patane semula sudah tidak layak digunakan, jenazah atau abu dapat ditempatkan sementara di liang atau patane lain yang masih berada di kawasan pemakaman tersebut.

Selain penanganan secara darurat, masyarakat dan pemerintah setempat sepakat mendorong pengusutan penyebab kebakaran melalui mekanisme hukum adat maupun hukum negara.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang merusak kawasan pemakaman leluhur tersebut. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan bagaimana api bermula dan faktor apa yang menyebabkan kebakaran meluas hingga ke area makam.

Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

“Terkait penyebab kejadian, pihaknya masih melakukan penyelidikan,” kata Yoseph, Senin (26/10/2026).

Hingga kini, pendataan terhadap makam dan peti jenazah yang terdampak masih menjadi pekerjaan penting. Hasil pendataan itu nantinya diperlukan untuk mengetahui skala kerusakan sekaligus membantu keluarga menjalankan proses penanganan jenazah dan abu sesuai aturan darurat yang telah ditetapkan.

Kebakaran di Baruppu pun menyisakan pekerjaan besar bagi warga dan pemerintah setempat. Selain memulihkan kawasan yang terbakar, mereka harus memastikan makam leluhur yang rusak tetap ditangani dengan menghormati tradisi masyarakat Toraja, sembari menunggu hasil penyelidikan mengenai penyebab kebakaran. (*)

You Might Also Like

PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Beyond kWh di Simposium TI Hulu Migas 2026

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

“Gorilla” Masuk Kampung: Dijual Sejuta, Untung Setengahnya, Ujungnya Masuk Bui

Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Pengisi Bahan Bakar Jet Tempur AS Jatuh di Irak

BNN: 50 Nyawa Hilang Tiap Hari Gara-Gara Narkoba

TAGGED:karhutlakebakaranmakam kunomakam leluhurToraja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ombudsman Sidak Lapas Semarang, Apa Temuannya?
Next Article GEN Z TUMBANGKAN PARTAI PENGUASA - Massa pendukung gerakan mahasiswa Serbia saat menghadiri kampanye terakhir menjelang pemilihan parlemen di Belgrade pada Kamis (22/10/2026). Partai mahasiswa berhasil menghancurkan hegemoni partai penguasa yang telah berkuasa selama 14 tahun. Aksi Demonstrasi Gen Z Hancurkan Cengkraman Partai Penguasa di Serbia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PELATIHAN MENGGUNAKAN AI: Diskominfo Wonosobo menggelar pelatihan mengunakan AI untuk membuat konten desa dan seputar Pilkades, yang diikuti oleh 50 orang dari 25 Kelompok Infomrasi Masyarakat (KIM), belum lama ini.

Diskominfo Wonosobo Latih KIM Bikin Konten Informasi Desa Pakai AI

GEN Z TUMBANGKAN PARTAI PENGUASA - Massa pendukung gerakan mahasiswa Serbia saat menghadiri kampanye terakhir menjelang pemilihan parlemen di Belgrade pada Kamis (22/10/2026). Partai mahasiswa berhasil menghancurkan hegemoni partai penguasa yang telah berkuasa selama 14 tahun.

Aksi Demonstrasi Gen Z Hancurkan Cengkraman Partai Penguasa di Serbia

Karhutla Toraja, Makam Leluhur Ratusan Tahun Hangus

Ombudsman Sidak Lapas Semarang, Apa Temuannya?

Dinilai Bebani APBN, Jumlah Wantimpres Digugat ke MK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Tangis Pecah Donohudan, Puluhan Calon Haji Batal Terbang Tahun Ini

Mei 20, 2026
Nasional

Pengamat Soroti Wacana Kades Menjabat Tanpa Batas, Tak Rasional

September 13, 2026
Ilustrasi peta Indonesia.
Ekonomi

Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara

Juni 26, 2026
Ekonomi

Dapur MBG di Semarang Upgrade Skill, Belajar Ngolah Makanan Halal dan Aman dari Ahlinya!

Oktober 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Karhutla Toraja, Makam Leluhur Ratusan Tahun Hangus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?