Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: “Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
DaerahInfo

“Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur

Di tengah agenda padat dan cuaca yang lagi nggak bersahabat, ada momen adem yang muncul dari silaturahmi. Bukan soal proyek atau angka-angka, tapi soal pesan sederhana: jadi pemimpin itu bukan cuma kerja, tapi juga soal hati.

T. Budianto
Last updated: Maret 27, 2026 12:02 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERTEMU HABIB LUTHFI: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersilaturahmi ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Kamis (26/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, PEKALONGAN- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi keliling silaturahmi ke sejumlah ulama di Pekalongan hingga Kota Semarang, Kamis (26/3/2026). Tapi ini bukan sekadar kunjungan formal, banyak “wejangan” yang nyangkut dan relate banget soal gaya kepemimpinan.

Silaturahmi diawali di kediaman KH Muhammad Dzilqon, pengasuh Ponpes Terpadu Al-Fusha Kedungwuni. Suasananya santai, ditemani rintik hujan. Obrolan ngalir dari hal ringan sampai isu serius, termasuk soal tanggul Sungai Bremi yang lagi jebol.

“Hujan terus dari semalam, kiai. Ini ada laporan tanggul jebol, habis ini saya ke sana,” kata Luthfi di sela perbincangan. Di tengah obrolan, Kiai Dzilqon nyelipin pesan yang sederhana tapi “nendang”.

Baca juga: Gandeng PWNU, Pemprov Jateng Akselerasi Pembangunan Umat

Intinya: kalau mau sukses, ya harus memuliakan orang lain. Dan kalau posisi kamu gubernur? Berarti yang dimuliakan ya rakyat. Nggak cuma itu, beliau juga ngingetin hal yang sering dianggap sepele: pemimpin itu harus sabar… dan jangan pelit senyum ke rakyat. “Kalau mau bangun negara, ya harus sabar dan bareng-bareng,” pesannya.

Masih di hari yang sama, Luthfi juga mampir ke kompleks Kanzus Sholawat, ketemu Habib Luthfi bin Yahya. Pertemuan ini nggak cuma formal, tapi juga penuh nostalgia. Luthfi cerita kalau ia sudah kenal Habib Luthfi sejak sekitar 19 tahun lalu sewaktu masih menjabat Kapolres Batang. Cerita lama, pengalaman bareng, semuanya diulang lagi dengan suasana hangat.

Lanjut Kerja

Selesai dari agenda spiritual, Luthfi langsung balik ke “mode lapangan”. Ia mengecek langsung kondisi tanggul Sungai Bremi yang jebol di wilayah Pabean Barat, Pekalongan. Karena ya, habis dapat nasihat, tetap harus lanjut kerja.

Perjalanan berlanjut ke Semarang. Luthfi bersilaturahmi ke KH Shodiq Hamzah, pengasuh Ponpes Asshodiqiyah di Kaligawe. Pesannya masih satu frekuensi: jaga hubungan baik dengan semua elemen masyarakat.

Baca juga: Dapat Kacamata dari Kiai, Luthfi Kayak Diingetin: “Liat Rakyat Jangan Setengah-Setengah”

Menanggapi semua pesan itu, Luthfi bilang sudah ngasih instruksi ke seluruh OPD di Pemprov Jateng buat kerja bareng alias kolaboratif. Nggak cuma internal, tapi juga harus kompak dengan bupati dan wali kota di seluruh Jawa Tengah. Karena menurutnya, pembangunan itu nggak bisa pakai ego sektoral, harus satu frekuensi.

Nasihatnya simpel: sabar, senyum, dan muliakan rakyat. Kedengarannya ringan, tapi prakteknya sering berat. Soalnya di dunia nyata, yang susah itu bukan dengerin petuah, tapi konsisten jalaninnya, apalagi kalau jadwal rapat lebih sering daripada sempat senyum ke warga. (tebe)

You Might Also Like

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

Viral! Detik-detik Dokter Selamatkan Nyawa Balita di Pesawat, IDAI Sampaikan Ini

Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Jatidiri Deg-degan: Pemain Pilar Absen, Asing Nunggu Lampu Hijau

TAGGED:habib luthfiheadlinesungai bremiulama
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tanggul Sungai Bremi Jebol, Pemrov Janji Segera Perbaiki
Next Article Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Urgensi Pengakuan Ekosida sebagai Sebuah Kejahatan dalam Kerangka Hukum di Indonesia

Bisakah Kita Bertahan Lebih Lama Ketika Dunia Sudah Semakin Kacau?

Ilustrasi warga menikmati layanan angkutan mudik hingga angkutan arus balik gratis.

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

Pengguna layanan kereta api mengambil barang bawaannya yang tertinggal di kereta. (ist)

Barang Pemudik Senilai Ratusan Juta Tertinggal di Kereta, dari Tumbler sampai Tablet

Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Februari 8, 2026
Sepak Bola

Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS

November 19, 2025
Nasional

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Oktober 4, 2025
Hukum

Jaksa Nggak Mau Bebaskan Terdakwa Korupsi Kakao UGM

November 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: “Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?