BACAAJA, BOYOLALI- PSIS Semarang mulai mematangkan persiapan jelang menghadapi Persipal Palu dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.
Yang bikin beda, sesi latihan kali ini digelar di Boyolali, tepatnya di Lestarindo Sport Garden, Pusporenggo, Rabu (25/3/2026). Pelatih kepala PSIS, Andri Ramawi menyebut, pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.
Kondisi lapangan dengan rumput alami dinilai jauh lebih ideal untuk menyesuaikan dengan kondisi pertandingan nanti. “Hari ini kami latihan di Boyolali dengan kondisi berbeda. Lapangan di sini cukup mumpuni, terutama rumput alaminya, jadi sangat membantu untuk adaptasi jelang pertandingan,” ujar Andri.
Baca juga: Libur Udah, PSIS Gaspol Lagi, Persipal Siap Jadi Ujian Awal
Meski jaraknya lebih jauh dari biasanya, ia menilai kualitas latihan justru meningkat dibanding sesi-sesi sebelumnya. Adaptasi terhadap lapangan menjadi fokus penting agar performa tim lebih optimal saat laga nanti.
Dari sisi kondisi pemain, Andri memastikan tidak ada penurunan meski sempat jeda kompetisi karena libur. Justru, para pemain dinilai tetap menjaga kebugaran dan menunjukkan perkembangan positif.
Taktik Permainan
“Progress pemain sangat bagus. Walaupun ada jeda, mereka tetap menjaga kondisi dengan baik. Secara taktikal juga sudah mulai sesuai dengan game plan yang disiapkan,” jelasnya.
Dalam sesi latihan kali ini, tim pelatih lebih menekankan pada aspek taktik permainan. Hal ini dilakukan agar strategi yang disiapkan bisa diterapkan dengan maksimal saat menghadapi Persipal.
PSIS sendiri dijadwalkan menjalani dua hari sesi latihan di Boyolali sebagai bagian dari pematangan akhir. Fokusnya jelas: adaptasi lapangan, penguatan taktik, dan menjaga ritme permainan.
Baca juga: Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS
Laga melawan Persipal dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret 2026, dan menjadi momen penting bagi PSIS untuk menjaga performa di kompetisi musim ini.
Kadang yang dibutuhin buat menang bukan cuma strategi, tapi juga “rumput yang tepat”. Karena di sepak bola, beda lapangan sedikit aja, bisa beda cerita di akhir pertandingan. (tebe)


