Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Jejak Digital, Ledakan, dan Misteri di Balik Sekolah Tenang Itu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jejak Digital, Ledakan, dan Misteri di Balik Sekolah Tenang Itu

Remaja itu berusia 17 tahun. Kini terbaring di rumah sakit, tubuhnya penuh luka akibat ledakan yang diduga ia buat sendiri. Polisi belum bisa menggali keterangan langsung darinya karena kondisinya masih dalam perawatan intensif.

Nugroho P.
Last updated: November 8, 2025 6:56 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi ledakan.
Ilustrasi ledakan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA -Jakarta mendadak heboh. Sebuah ledakan mengguncang SMA Negeri 72 di kawasan Kelapa Gading, Jumat siang, saat lantunan khotbah Jumat tengah berkumandang. Suara keras itu membuat siswa, guru, dan warga sekitar panik bukan main.

Kepulan asap putih muncul dari arah belakang aula. Orang-orang berhamburan keluar, sebagian berteriak, sebagian terpaku tak percaya. Di antara kepanikan itu, satu sosok remaja disebut sebagai terduga pelaku.

Remaja itu berusia 17 tahun. Kini terbaring di rumah sakit, tubuhnya penuh luka akibat ledakan yang diduga ia buat sendiri. Polisi belum bisa menggali keterangan langsung darinya karena kondisinya masih dalam perawatan intensif.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung turun ke lapangan. Ia datang menjenguk korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan memastikan penyelidikan berjalan cepat.

“Masih kita dalami, apakah dia bertindak sendiri atau ada yang memengaruhi,” ujar Listyo usai meninjau korban. Ucapannya menandai bahwa kasus ini tak sesederhana yang terlihat.

Tim siber Polri ikut bergerak. Jejak digital remaja itu kini jadi fokus utama. Akun-akun media sosialnya diperiksa, unggahannya ditelusuri, dan interaksinya disisir untuk mencari tahu apakah ada konten ekstrem yang menjeratnya.

“Kita telusuri semua, apakah ada paparan ideologi atau ajakan tertentu,” tambah Listyo. Penyelidikan ini disebut bakal menentukan arah kasus — apakah ini murni percobaan pribadi, atau ada pengaruh luar yang berbahaya.

Sumber dari kepolisian menyebut, tim juga memeriksa percakapan di grup daring dan pesan singkat yang mungkin tersimpan di ponselnya. Semua langkah ini dilakukan untuk memetakan kemungkinan jaringan yang terlibat.

Di luar ranah digital, polisi juga menelusuri lingkungan sekitar pelaku. Mereka mendatangi rumahnya, berbincang dengan keluarga dan tetangga, mencari potongan cerita yang bisa menjelaskan perilaku remaja itu sebelum kejadian.

Guru dan teman sekolahnya pun ikut dimintai keterangan. Beberapa menyebut, sang siswa dikenal pendiam, jarang bergaul, tapi tak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

Pihak sekolah juga ikut kaget. Kepala sekolah sempat menegaskan, tidak ada aktivitas mencurigakan sebelum hari ledakan. Semua berjalan seperti biasa, sampai suara menggelegar itu memecah siang.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi usia pelaku. “Usia 17 tahun, untuk detail identitas biar nanti disampaikan pihak kepolisian,” katanya singkat.

Ia juga menyebut, remaja itu tengah dioperasi. “Kondisinya cukup berat, masih dalam penanganan dokter,” ujarnya.

Sementara itu, saksi mata bernama Totong, guru yang ikut sholat Jumat di sekolah, menceritakan detik-detik ledakan terjadi. Ia berada di saf depan ketika suara keras memecah suasana.

“Saya lagi sholat, tiba-tiba ‘duar!’ dari arah belakang. Semua langsung bubar, panik,” katanya. Totong mengaku mendengar tiga kali ledakan berurutan dari arah berbeda.

“Ledakannya nggak barengan, selang beberapa detik. Setelah itu langsung banyak yang terluka,” tambahnya. Ia membantu mengevakuasi korban ke luar aula sebelum ambulans tiba.

Ambulans datang beberapa menit kemudian, disusul aparat kepolisian yang segera mensterilkan lokasi. Bagian belakang sekolah tampak rusak parah. Pecahan kaca dan serpihan logam berserakan di lantai.

Kepala Pusat Data BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut insiden itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat saat khotbah berlangsung. “Suara ledakannya terdengar keras sekali, sampai keluar pagar sekolah,” ujarnya.

Polisi kini mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi, termasuk potongan bahan kimia dan komponen elektronik yang diduga digunakan dalam perakitan alat peledak.

Sumber internal mengatakan, pelaku diduga merakit alat tersebut sendiri. Namun, asal bahan dan panduannya masih diselidiki — apakah dipelajari dari internet atau ada yang mengarahkan.

Kepolisian menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik akan menjadi kunci untuk menentukan jenis bahan peledak yang digunakan.

Sementara masyarakat di sekitar sekolah masih trauma. Banyak orang tua datang menjemput anaknya lebih awal keesokan harinya. Beberapa siswa mengaku belum berani masuk sekolah.

“Masih kaget, takut aja kalau bunyi keras sedikit,” kata seorang siswi.

Kasus ini membuka lagi perbincangan tentang pengaruh dunia digital pada remaja. Di era ketika semua bisa diakses dari layar ponsel, pengawasan dan bimbingan jadi benteng utama.

Polisi berjanji akan membuka hasil penyelidikan secara transparan setelah semua fakta terkumpul. “Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik tindakan ini,” tegas Listyo.

Ledakan di sekolah itu kini menjadi peringatan keras: satu klik salah arah bisa membawa pada petaka nyata. Dunia maya mungkin luas, tapi tanggung jawab di dunia nyata tak bisa dihindari. (*)

You Might Also Like

Ajax Sajikan Masakan Indonesia, Kiper Timnas Maarten Paes: Makan Siang Terbaik Tahun Ini

Resmikan 3 Gedung Baru SD Negeri, Respati Dorong Ekosistem Pendidikan Inklusif di Solo

Dari Senayan ke Cilacap, Ammy Kini Pegang Kendali, Ini Profilnya

Pertamina Enduro Juara, Popsiwo Runner Up, Klub Megawati ke-3

Sadewo Pegang Komando Baru PDIP Banyumas Lima Tahun Kedepan

TAGGED:korban ledakanledakanledakan sma jakartaledakan sman 72 jakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Siap-Siap! UMP Jateng 2026 Bakal Diumumkan 21 November
Next Article Semangat Kampung Bangkit, Tarkam Purbalingga Bikin GOR Serasa Pesta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat suara dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).
Info

Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Solo Respati Minta Pemda Dikasih Kewenangan

Maret 4, 2026
Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor.
Hukum

Keluarga Jambret Gak Ridho Dunia-Akhirat, Komisi III Hentikan Kasus Hogi Minaya Sleman

Januari 30, 2026
Ekonomi

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Oktober 23, 2025
Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.
Hukum

Masih Ingat Dias, Dosen Unissula Ribut dengan Dokter? PN Semarang Jatuhkan Denda Rp8 Juta

Februari 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jejak Digital, Ledakan, dan Misteri di Balik Sekolah Tenang Itu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?