BACAAJA, JAKARTA – Kasus dugaan penyadapan nomor telepon Presiden RI membuka pertanyaan baru soal keamanan komunikasi digital. Jika nomor orang nomor satu di Indonesia saja bisa menjadi sasaran, bagaimana dengan ponsel yang setiap hari kita gunakan?
Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan nomor Kepala Negara melalui sistem Lawful Interception Management System (LIMS). Ironisnya, teknologi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan penyadapan resmi itu diduga justru dimanfaatkan di luar prosedur.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin membeberkan temuan tersebut dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026). Penyidik bahkan sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH.
Selain nomor Presiden, penyadapan diduga menyasar sejumlah pejabat negara, tokoh politik, kalangan media, hingga pengusaha selama periode 2025-2026.
Dalam kasus tersebut, penyadapan dilakukan melalui jaringan operator seluler, bukan dengan memasang perangkat lunak tertentu di ponsel korban. Artinya, pemilik nomor tidak akan menemukan aplikasi mencurigakan atau jejak penyadapan di perangkatnya.
Kondisi ini berbeda dengan ancaman yang lebih sering dihadapi pengguna ponsel pada umumnya, yakni spyware atau stalkerware. Perangkat lunak pengintai tersebut bisa dipasang untuk memantau aktivitas seseorang, mulai dari komunikasi, lokasi, hingga data pribadi.
Akses ilegal ke akun Apple atau Google juga bisa menjadi pintu masuk bagi orang lain untuk mengintip informasi pribadi. Nah, jenis ancaman inilah yang biasanya meninggalkan sejumlah gejala dan masih memungkinkan untuk diperiksa secara mandiri.
Lantas, bagaimana mengenali ponsel yang kemungkinan disadap? Berikut sejumlah tanda dan cara mengeceknya, dirangkum dari penjelasan Malwarebytes dan Avast.
11 Tanda Ponsel Mungkin Sedang Disadap
Tidak semua gangguan pada ponsel berarti ada orang yang sedang memata-matai aktivitas kita. Baterai boros, misalnya, bisa saja terjadi karena usia perangkat atau banyaknya aplikasi yang berjalan.
Namun, jika beberapa gejala muncul bersamaan dan berlangsung terus-menerus, pengguna sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan. Berikut tanda-tanda yang patut diperhatikan.
1. Muncul suara asing saat menelepon
Pernah mendengar bunyi klik, suara statis, bip, atau suara samar ketika sedang melakukan panggilan? Jika gangguan tersebut muncul berulang kali, pengguna perlu mewaspadainya karena bisa berkaitan dengan gangguan pada komunikasi.
Meski begitu, suara aneh juga bisa disebabkan kualitas jaringan yang buruk.
2. Baterai cepat terkuras dan ponsel panas
Spyware yang bekerja diam-diam di latar belakang dapat membuat konsumsi daya meningkat. Aplikasi pengintai tersebut bisa terus merekam aktivitas sekaligus mengirimkan data ke pihak lain.
Akibatnya, baterai lebih cepat habis dan suhu perangkat meningkat meskipun tidak sedang digunakan untuk aktivitas berat.
3. Pemakaian kuota internet mendadak melonjak
Perhatikan penggunaan data seluler jika tiba-tiba meningkat tanpa alasan jelas. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aplikasi pengintai yang mengirimkan informasi dari ponsel ke server pihak ketiga.
4. Ponsel membutuhkan waktu lama untuk dimatikan
Proses mematikan perangkat yang mendadak lebih lama dari biasanya juga patut diperhatikan. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada proses aplikasi yang masih berjalan di belakang layar, termasuk pengiriman data.
5. Perangkat sering bertingkah sendiri
Aplikasi terbuka tanpa disentuh, ponsel mendadak restart, sering mengalami crash, atau mati sendiri merupakan gejala yang perlu diperiksa.
Gangguan semacam ini memang tidak otomatis menunjukkan adanya spyware. Namun, jika terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas, jangan langsung mengabaikannya.
6. Kamera dan mikrofon aktif tanpa alasan
Indikator kamera atau mikrofon yang menyala ketika tidak sedang digunakan bisa menjadi peringatan.
Pengguna sebaiknya mengecek aplikasi mana yang mengakses kedua fitur tersebut. Jangan sampai ada aplikasi asing yang diam-diam memanfaatkan kamera atau mikrofon.
7. Mendapat SMS berisi karakter aneh
Pesan singkat berisi angka, huruf, atau simbol yang tidak beraturan juga perlu dicermati. Dalam kondisi tertentu, pesan seperti ini bisa berkaitan dengan perintah khusus dari perangkat lunak pengintai.
8. Halaman situs berubah atau dialihkan
Pernah membuka sebuah situs, tetapi justru diarahkan ke halaman berbeda? Malware tertentu dapat mengalihkan pengguna ke situs palsu, terutama halaman login dan pembayaran, untuk mencuri informasi akun.
9. Muncul aplikasi yang tidak pernah dipasang
Coba periksa daftar aplikasi di ponsel. Spyware terkadang menyamarkan identitasnya menggunakan nama yang terdengar normal, seperti System Service atau Updater.
10. Ada profil atau pengelola perangkat asing
Pada iPhone, aplikasi pengintai tertentu bisa memanfaatkan profil konfigurasi. Sementara pada Android, sebagian spyware dapat memperoleh akses sebagai administrator perangkat agar lebih sulit dihapus.
11. Akun email mengalami aktivitas mencurigakan
Email yang gagal terkirim, pemberitahuan perubahan kata sandi, atau peringatan login dari perangkat yang tidak dikenal bisa menjadi sinyal akun sedang diakses orang lain.
Cara Mengecek Ponsel yang Diduga Disadap
Jika menemukan beberapa tanda di atas, jangan buru-buru panik. Ada sejumlah pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas mencurigakan pada perangkat.
1. Periksa Pengalihan Panggilan dengan Kode MMI
Salah satu hal yang bisa diperiksa adalah fitur call forwarding atau pengalihan panggilan. Fitur ini memungkinkan panggilan masuk diteruskan ke nomor lain dalam kondisi tertentu.
Pengguna bisa mencoba beberapa kode berikut melalui aplikasi telepon:
- *#21# untuk memeriksa pengalihan seluruh panggilan.
- *#61# untuk mengecek pengalihan ketika panggilan tidak dijawab.
- *#62# untuk memeriksa pengalihan saat ponsel mati atau berada di luar jangkauan.
- *#67# untuk mengecek pengalihan ketika nomor sedang sibuk.
- *#06# untuk menampilkan nomor IMEI perangkat.
Perlu dipahami, kode tersebut memiliki fungsi berbeda dan hasilnya bergantung pada dukungan operator seluler. Kode MMI juga tidak bisa memastikan apakah ponsel terinfeksi spyware.
2. Cek Pengaturan Call Forwarding
Pemeriksaan juga bisa dilakukan langsung melalui menu pengaturan perangkat.
Pada iPhone, masuk ke Settings, pilih Apps, kemudian Phone dan Call Forwarding. Untuk versi iOS yang lebih lama, menu tersebut bisa ditemukan langsung melalui Settings dan Phone.
Sementara pada Android, buka aplikasi Telepon, tekan ikon tiga titik, lalu masuk ke Settings dan Supplementary Services. Setelah itu, pilih Call Forwarding.
3. Pantau Penggunaan Baterai dan Kuota
Aplikasi yang bekerja diam-diam biasanya membutuhkan sumber daya perangkat. Karena itu, periksa aplikasi yang paling banyak mengonsumsi baterai dan internet.
Pada iPhone, buka Settings, lalu pilih Battery atau Cellular. Untuk Android, pengguna bisa membuka Settings, kemudian Battery dan Connections, lalu Data Usage.
Jika ada aplikasi asing yang penggunaan baterai atau datanya tidak masuk akal, sebaiknya segera diperiksa.
4. Perhatikan Indikator Kamera dan Mikrofon
Ponsel keluaran terbaru sudah dilengkapi indikator privasi untuk memberi tahu pengguna ketika kamera atau mikrofon sedang diakses.
Pada iPhone, titik hijau menandakan kamera aktif, sedangkan titik oranye menunjukkan mikrofon sedang digunakan. Pengguna juga bisa membuka Control Center untuk melihat aplikasi yang terakhir mengakses fitur tersebut.
Sementara pada Android 12 ke atas, tersedia Privacy Dashboard untuk memeriksa riwayat akses kamera, mikrofon, dan lokasi.
5. Periksa Perangkat yang Terhubung ke Akun Apple atau Google
Tidak harus memasang spyware untuk memantau aktivitas seseorang. Pelaku bisa saja memanfaatkan akses ke akun Apple ID atau Google milik korban.
Melalui akun tersebut, informasi seperti lokasi, foto, hingga data yang tersinkronisasi ke layanan cloud berpotensi diakses.
Pada iPhone, buka Settings dan ketuk nama akun untuk melihat daftar perangkat yang terhubung. Hapus perangkat asing yang tidak dikenali setelah memastikan bukan milik sendiri.
Pengguna iOS 16 ke atas juga bisa memanfaatkan fitur Safety Check untuk mengatur ulang akses berbagi informasi dengan orang maupun aplikasi tertentu.
Untuk Android, buka Google Account, pilih Security, kemudian Your Devices. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal dari daftar tersebut.
6. Telusuri Aplikasi dan Izin Akses
Jangan hanya melihat nama aplikasi, tetapi perhatikan juga izin yang dimilikinya.
Aplikasi sederhana yang meminta akses kamera, mikrofon, lokasi, atau kontak tanpa alasan jelas patut dicurigai.
Pada iPhone, periksa Settings, General, kemudian VPN & Device Management. Sementara pengguna Android bisa mencari menu Device Admin Apps melalui pengaturan perangkat.
7. Gunakan Aplikasi Keamanan
Jika pemeriksaan manual belum memberikan jawaban, pengguna bisa melakukan pemindaian menggunakan aplikasi keamanan seluler.
Perangkat keamanan tertentu mampu mendeteksi spyware yang sulit ditemukan melalui pemeriksaan biasa.
Malwarebytes pernah mencontohkan ancaman SparkCat pada 2025. Malware tersebut menyusup melalui aplikasi di App Store dan Google Play, kemudian memindai galeri foto untuk mencari tangkapan layar berisi frasa pemulihan dompet kripto.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ponsel Disadap?
Jika ditemukan indikasi kuat adanya spyware, pengguna perlu segera membatasi akses pihak lain terhadap perangkat dan informasi pribadi.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Aktifkan mode pesawat. Langkah ini membantu memutus sementara koneksi seluler dan Wi-Fi sehingga pengiriman data bisa dihentikan.
- Gunakan Safe Mode pada Android. Mode ini membantu menjalankan perangkat tanpa aplikasi pihak ketiga, termasuk aplikasi yang dicurigai sebagai spyware.
- Hapus aplikasi mencurigakan. Setelah memastikan aplikasi tersebut bukan bagian penting dari sistem, hapus dan lakukan pemindaian ulang.
- Matikan pengalihan panggilan. Kode ##002# dapat digunakan untuk membatalkan pengalihan panggilan yang didukung operator.
- Lakukan reset pabrik jika diperlukan. Ini menjadi salah satu langkah terakhir untuk membersihkan perangkat. Hindari memulihkan cadangan data yang dibuat setelah gejala penyadapan muncul.
- Laporkan dugaan penyadapan ilegal. Jika memiliki bukti yang kuat, segera laporkan kepada pihak kepolisian.
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Jika pelaku diduga merupakan orang dekat, pasangan, atau mantan pasangan, menghapus aplikasi pengintai maupun mengganti kata sandi secara tiba-tiba bisa membuat pelaku menyadari bahwa aktivitasnya diketahui.
Dalam situasi seperti ini, Malwarebytes menyarankan korban menghubungi lembaga pendamping kekerasan terlebih dahulu untuk menyusun langkah pengamanan yang tidak membahayakan dirinya.
Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Penyadapan
Mencegah ponsel disusupi aplikasi pengintai sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pengguna tidak perlu menunggu sampai menemukan aktivitas mencurigakan untuk memperkuat keamanan perangkat.
Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:
- Rutin memperbarui sistem operasi agar celah keamanan segera ditambal.
- Menghapus aplikasi yang sudah tidak digunakan.
- Mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi.
- Menghindari jailbreak pada iPhone atau root pada Android jika tidak memahami risikonya.
- Menggunakan aplikasi pesan dengan enkripsi end-to-end seperti Signal atau WhatsApp.
- Memanfaatkan VPN ketika terhubung ke Wi-Fi publik.
- Mematikan Bluetooth ketika tidak diperlukan.
- Memeriksa izin akses aplikasi secara berkala.
- Menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor.
Namun, ada hal penting yang jangan sampai salah dipahami. VPN dan enkripsi memang membantu melindungi komunikasi serta data ketika dikirim melalui jaringan, tetapi keduanya tidak otomatis membersihkan spyware yang sudah terpasang di ponsel.
Karena itu, keamanan perangkat tetap bergantung pada kewaspadaan pengguna, perlindungan akun, dan pemeriksaan rutin. Jangan menunggu sampai data pribadi bocor untuk mulai peduli dengan keamanan ponsel sendiri. (*)

