Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi

Disdik Jateng ngaku masih ngumpulin informasi dan kronologi skandal deepfake AI SMAN 11 Semarang.

R. Izra
Last updated: Oktober 15, 2025 10:54 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Video asusila hasil rekayasa teknologi AI (deepfake) yang nampilin wajah para alumni dan guru perempuan SMAN 11 Semarang bikin heboh.

Video yang dijuluki netizen sebagai “Skandal Smanse” ini langsung viral di berbagai platform dan menuai kecaman dari publik.

Pelakunya bukan orang asing. Ia adalah Chiko Radityatama Agung Putra. Chiko adalah alumni SMAN 11 Semarang yang kini mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip).

Yup, mahasiswa hukum, tapi malah mainin AI buat bikin video cabul. Ironis banget.

Setelah kasus ini meledak di media sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng) akhirnya buka suara.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kustrisaptono, mengaku pihaknya masih mengumpulkan informasi lengkap soal kronologi dan motif si pelaku.

“Saat ini saya minta kronologinya dulu — ini siapa dan bagaimana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025).

Menurut laporan awal, pelaku disebut menggunakan wajah para alumni SMAN 11 Semarang untuk membuat video tidak senonoh berbasis AI, lalu menyebarkannya di media sosial demi “mencari perhatian.”

Konten Sudah Hilang, Dampaknya Masih Terasa

Sayangnya, tautan video dan file aslinya kini sudah lenyap dari peredaran. Namun jejak digital dan dampak sosialnya masih terasa kuat.

“Kami belum tahu isi videonya seperti apa. Link-nya juga sudah nggak bisa dibuka. Informasinya hanya dari video permohonan maaf pelaku,” tambah Kustrisaptono.

Disdik Jateng kini berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami dampak psikologis bagi korban dan mencari langkah pencegahan biar hal serupa nggak kejadian lagi.

🧍🏻‍♂️ “Kesalahan Pribadi, Tapi Jangan Dibiarkan”

Meski pelaku sudah bukan siswa aktif, Disdik menegaskan tetap akan melakukan pendampingan dan edukasi di sekolah.

“Ini kesalahan pribadi, karena pelakunya sudah lulus. Tapi kalau korban nggak terima, bisa melapor lewat UU ITE. Kami tetap koordinasi agar kejadian kayak gini nggak terulang,” jelasnya.

Sebelumnya, Chiko sempat bikin video permintaan maaf terbuka lewat akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang.official.

“Saya ingin meminta maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin,” katanya dalam video itu.

Namun, netizen tetap geram. Banyak yang bilang maaf nggak cukup karena nama baik korban — termasuk guru — sudah tercoreng di dunia maya.

Kasus “Skandal Smanse” ini bukan cuma soal satu orang yang salah pakai AI. Ini jadi pengingat keras soal bahaya penyalahgunaan teknologi deepfake dan pentingnya etika digital di era AI.

Teknologi makin canggih, tapi kalau moral ketinggalan, hasilnya bisa segelap video yang lagi viral ini. (*)

You Might Also Like

Mahasiswa Undip Berotak Cabul Cuma Dihukum Setahun Penjara, Bikin Korban Kecewa

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

Doa Agar Bisa Bermimpi Bertemu Rasulullah, Lengkap dengan Hadis dan Amalannya

Komitmen Naik, Harapan Guru Madrasah Makin Terasa Dekat

Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja

TAGGED:deepfake aidisdik jatengskandal smansesman 11 semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hakim PN Semarang, Righmen MS Situmorang (depan) menyidangkan praperadilan kasus peredaran ganja 1 kilogram. (dok bnn) Hakim PN Semarang Gagalkan Upaya Praperadilan Tersangka 1 Kg Ganja
Next Article Ilustrasi SPPG Polda Bali. Kronologi SPPG Polda Bali Lumpuh hingga Akhirnya Ngegas Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin dan para anggota Komisi X DPR RI berfoto bersama para pelajar saat berkunjung ke Wamena Pegunungan Papua. UU Sisdiknas dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi lokal wilayah Papua. Foto: dok.
Pendidikan

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Oktober 8, 2025
Pendidikan

Wisuda Mewah SMP di Purwokerto Bikin Wali Murid Meradang, Dinas Pendidikan Reaksinya Begini

Mei 15, 2025
Ilustrasi aksi demosntrasi siswa SMA. (grafis/wahyu)
Info

Siswa SMAN 11 Semarang Demo setelah Upacara, Protes ‘Skandal Smanse’

Oktober 20, 2025
Pendidikan

Huruf Cemerlang Ario Bawa Guru Cantik Banjarnegara Jadi Juara Porsenijar Jateng

Oktober 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?