BACAAJA, KUDUS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus akhirnya mengumumkan hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa siswa SMA Negeri 2 Kudus. Hasilnya, sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 01 terbukti terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E. Coli).
Kepala Dinkes Kudus, Abdul Hakam, mengatakan pengujian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang dengan dua jenis pemeriksaan, yakni bakteriologis dan kimia.
“Pemeriksaan bakteriologis sudah keluar dan hasilnya mengandung E. Coli. Sementara pemeriksaan kimia baru keluar hari ini,” ujar Abdul Hakam di Kudus, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
Ia menjelaskan, pemeriksaan bakteriologis bertujuan mengidentifikasi jenis bakteri dan dampaknya bagi kesehatan, sedangkan pemeriksaan kimia dilakukan untuk melihat kemungkinan kandungan zat non-bakteriologis, termasuk kualitas air dan unsur kimia lainnya.
Terkait temuan tersebut, tim Badan Gizi Nasional (BGN) juga sudah turun langsung ke SPPG Kudus Kota Purwosari 1 untuk melakukan intervensi dan evaluasi.
Faktor Penyebab
Menurut Abdul Hakam, kontaminasi E. Coli bisa dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari proses memasak yang tidak sempurna, pencucian bahan makanan yang kurang bersih, hingga kualitas air yang tidak memenuhi standar.
Pengiriman sampel makanan ke BLK Semarang sendiri dilakukan pada Kamis (29/1), bertepatan dengan hari terjadinya kasus dugaan keracunan massal yang dialami 131 siswa SMA Negeri 2 Kudus. Sejak kejadian itu, sekolah tersebut menghentikan sementara distribusi menu MBG dari SPPG Purwosari 1.
Kronologi kejadian bermula pada Rabu (28/1), saat siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kudus menerima paket MBG berupa soto ayam suwir. Namun keesokan harinya, Kamis (29/1), keluhan mulai bermunculan.
Sejumlah guru dan siswa mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing. Jumlah korban terus bertambah hingga akhirnya Pemkab Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat mengevakuasi para siswa ke rumah sakit menggunakan seluruh armada ambulans yang tersedia.
Baca juga: Pemprov Bakal Cek MBG di SMA 2 Kudus
Para korban kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dari total lebih dari 100 siswa yang dirujuk, tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Berkat penanganan medis intensif, kondisi mereka berangsur membaik dan secara bertahap sudah diperbolehkan pulang.
Namanya Makan Bergizi Gratis, tapi kalau dapurnya kalah bersih dari standar bakteri, yang gratis justru rasa mualnya. Mungkin sebelum bicara gizi dan porsi, yang paling wajib dipastikan dulu: makanannya aman buat sampai ke perut, bukan ke laboratorium. (tb)


