BACAAJA, SEMARANG- Warganet lagi rame nanya: “kemana perginya harimau Semarang Zoo?” Dari yang katanya dulu ada 10 ekor, sekarang tinggal empat. Isu ini pun makin liar setelah viral di media sosial, sampai akhirnya Pemkot Semarang angkat bicara.
Pemerintah Kota Semarang menegaskan, tidak ada jual beli harimau Sumatra di Semarang Zoo. Berkurangnya jumlah satwa buas itu disebut karena program tukar-menukar satwa dengan kebun binatang lain.
“Dari dokumen yang saya baca memang ada pertukaran satwa dengan kebun binatang lain,” kata Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, Rabu (17/12).
Baca juga: SCU dan Semarang Zoo Satu Frekuensi, Konservasi Satwa Jadi Misi Bersama
Isu ini sebelumnya mencuat setelah akun medsos @dinaskegelapan_kotasemarang mengunggah ilustrasi satir bertuliskan, “Semarang Zoo bukan hewannya saja yang buas, tetapi …”. Unggahan itu mempertanyakan secara terbuka nasib enam harimau Sumatra yang kini tak lagi ada di kandang.
“Kalau memang dijual, uangnya ke mana? Ini bukan gosip, tapi kegelisahan publik,” tulis akun tersebut. Menanggapi hal itu, Hernowo menegaskan lagi bahwa tidak ada transaksi jual beli satwa. Ia mengklaim informasi tersebut berdasarkan laporan dari pengelola kebun binatang.
Hasil Pertukaran
“Kalau sepemahaman saya sampai saat ini tidak ada jual beli,” ujarnya. Meski begitu, Hernowo mengakui belum hafal detail satwa apa saja yang didapat Semarang Zoo dari hasil pertukaran tersebut. Namun ia memastikan, nilai pertukarannya setara.
“Beberapa harimau ditukar dengan satwa lain yang sebelumnya belum kita punya,” katanya. Saat ini, Pemkot Semarang masih mendalami proses pertukaran satwa yang dilakukan saat posisi Direktur Semarang Zoo masih dijabat Bimo Wahyu Widodo. Proses tersebut, menurut Hernowo, juga diketahui oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Baca juga:Semarang Zoo Carikan Jodoh Orang Utan
“Ini masih kami dalami. Pertukarannya dengan kebun binatang lain dan sepengetahuan BKSDA,” pungkasnya. Harimau nggak hilang, katanya cuma pindah kandang. Tapi wajar dong kalau publik bertanya, soalnya yang pindah bukan kucing kampung, tapi satwa dilindungi. Ternyata yang lazim di negara +62 nggak cuma pertukaran pelajar, tapi juga pertukaran satwa. (tebe)


