BACAAJA, SEMARANG – Harga sayur yang mulai naik di Pasar Peterongan langsung direspons cepat Pemkot Semarang. Nggak pakai lama, armada Gerakan Pangan Murah (GPM) Kempling Semar langsung diterjunkan buat menambah pasokan dan menekan harga.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan langkah ini diambil setelah menerima laporan adanya kenaikan harga sejumlah sayuran di pasar tradisional.
Politikus PDIP itu menegaskan, program Kempling Semar atau Ketahanan Pangan Keliling Semarang membawa berbagai kebutuhan pokok dan sayur mayur dengan harga yang lebih terjangkau agar masyarakat tidak terlalu terdampak kenaikan harga.
“Harga sejumlah kebutuhan pokok belakangan merangkak naik, kami ingin daya beli masyarakat tetap terjaga,” ucap mantan anggota DPR RI dari PDIP itu.
Bacaaja: Berobat Gratis di Dapur Marhaen, Warga: Kami Harap Program Terus Jalan
Bacaaja: Ihwal BOP Rp25 Juta Buat RT, Agustina: Cair Akhir Juni 2026 dan LPJ Dipermudah!
Selain menggelar pasar murah keliling, Dinas Ketahanan Pangan juga menggandeng sejumlah mitra untuk memperbanyak stok sayuran di Pasar Peterongan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, mengatakan intervensi dilakukan bersama program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), Sayur Yuni, serta BUMD JTAB.
“Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra dengan menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” kata Endang.
Menurutnya, strategi seperti ini bukan hal baru. Gerakan Pangan Murah yang rutin dijalankan Pemkot terbukti membantu menjaga harga tetap stabil sekaligus menahan laju inflasi daerah.
“Hasil monitoring dan evaluasi dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga pangan di Kota Semarang relatif lebih stabil dalam mendukung pengendalian inflasi,” jelasnya.
Dengan tambahan pasokan dari berbagai mitra, Pemkot berharap harga sayuran tak terus merangkak naik dan warga tetap bisa belanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengelus dompet lebih dalam. (bae)

