BACAAJA, SEMARANG- Ceqiu 10 Ball Tournament jadi penutup tahun yang berisik tapi menyenangkan buat komunitas biliar Semarang. Digelar di Ceqiu Pool & Café, Jalan Brigjen Sudiarto No 371 Semarang, Rabu (31/12/2025), turnamen ini menghadirkan duel-duel panas hingga akhirnya Fahmi keluar sebagai juara usai menundukkan Rastra Array dengan skor 5-3 di partai final.
Perjalanan menuju final sudah bikin jantung deg-degan sejak semifinal. Rastra Array lolos ke partai puncak setelah menang tipis atas Adit DC dengan skor 4-3. Sementara di sisi lain meja, Fahmi tampil kalem tapi mematikan saat menghadapi Ajik, menang 4-1 dan melenggang ke final tanpa banyak drama.
Turnamen ini diikuti 64 peserta, sesuai target panitia. Sejak babak awal, pertandingan berjalan ketat, penuh adu strategi, dan tetap menjunjung sportivitas. Dukungan penonton yang memadati arena bikin suasana makin hidup, khas turnamen komunitas yang serius tapi tetap cair.
Baca juga: Tuan Rumah Berjaya, Heru “Trubus” Menangi Ceqiu Cup I 2025
Untuk peringkat ketiga bersama, nama Ajik dan Adit DC masuk daftar. Keduanya tampil konsisten hingga semifinal dan sama-sama harus puas berbagi podium.
Ajang ini juga diramaikan pebiliar andalan Seksi Wartawan Olahraga Peratuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), Hermasyah Bakri atau Dio Hermansyah. Sayangnya, langkah Dio harus terhenti di babak 8 besar, meski sempat memberi perlawanan sengit.
Ajang Silahturahmi
General Manager Ceqiu Pool & Café, Untung Prawiro Negoro, menyebut turnamen ini sengaja digelar untuk menyemarakkan malam pergantian tahun sekaligus jadi ajang kumpul sehat komunitas biliar Semarang.
“Selain kompetisi, ini juga ruang silaturahmi. Biar main serius, tapi tetap fun,” kata Untung. Ia menambahkan, terpenuhinya kuota peserta jadi sinyal positif bahwa biliar makin diminati. Ke depan, Ceqiu Pool & Café berencana menggelar turnamen dengan skala yang lebih besar dan level persaingan yang makin panas.
Tanpa kembang api pun tak masalah. Di Ceqiu, yang meledak justru bola-bola di meja dan Fahmi pulang dengan satu bukti: 2025 ditutup rapi dengan titel juara. (tebe)


