Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab

Kejanggalan lain muncul dari sistem keamanan. CCTV di rumah diketahui mati saat peristiwa terjadi. Menurut polisi, kamera pengawas tersebut sudah rusak sekitar dua minggu sebelum kejadian. Harapan kini bergeser ke CCTV milik tetangga sekitar

Nugroho P.
Last updated: Desember 22, 2025 10:14 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Lokasi pembunuhsn anak politisi PKS.
SHARE

BACAAJA, CILEGON – Enam hari sudah berlalu sejak kabar pembunuhan bocah MAHM (9) bikin Cilegon terguncang. Tapi sampai sekarang, tabir siapa pelaku dan apa motifnya masih gelap.

MAHM ditemukan tak bernyawa di rumah keluarganya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera III, Ciwaduk, Kota Cilegon, Selasa siang. Kondisinya bikin siapa pun miris, tubuh kecilnya dipenuhi 22 luka tusukan.

Korban dikenal sebagai anak pintar dan berprestasi. MAHM duduk di kelas IV SD Islam Al Azhar 40 Cilegon, sosok ceria yang dikenal baik oleh guru dan teman-temannya.

MAHM juga merupakan putra dari Maman Suherman, Dewan Pakar PKS Kota Cilegon. Fakta ini ikut membuat kasusnya mendapat sorotan luas.

Hingga Minggu, penyelidikan masih berjalan tanpa jawaban pasti. Polisi belum mengantongi identitas pelaku maupun alasan di balik aksi kejam tersebut.

Awalnya, kejadian ini sempat dikaitkan dengan dugaan perampokan. Namun skenario itu perlahan runtuh setelah polisi memastikan tak ada satu pun barang berharga yang raib dari rumah korban.

Kondisi itu justru menambah tanda tanya. Rumah besar, tanpa kehilangan harta, tapi berujung pada nyawa seorang anak.

Dari keterangan polisi, rumah tersebut diketahui tidak memiliki satpam pribadi. Di dalam rumah, ada dua asisten rumah tangga yang biasa bekerja membantu keluarga.

Namun pada hari kejadian, kedua ART itu sudah pulang lebih dulu. Satu pulang sekitar pukul 11.00 WIB, satu lagi sekitar pukul 14.00 WIB.

Kasus ini terungkap saat ayah korban menerima telepon panik dari anak keduanya sekitar pukul 14.20 WIB. Ia langsung bergegas pulang dari tempat kerja.

Begitu pintu rumah dibuka, pemandangan memilukan menyambut. MAHM ditemukan tengkurap dengan luka parah dan darah di sekujur tubuhnya.

Polisi menyebut saat kejadian hanya ada dua anak di dalam rumah, korban dan kakaknya. Kedua orang tua berada di luar rumah karena bekerja.

Kejanggalan lain muncul dari sistem keamanan. CCTV di rumah diketahui mati saat peristiwa terjadi.

Menurut polisi, kamera pengawas tersebut sudah rusak sekitar dua minggu sebelum kejadian. Harapan kini bergeser ke CCTV milik tetangga sekitar.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tujuh saksi dari unsur keluarga dan pihak lain yang berkaitan dengan aktivitas rumah tersebut.

Fakta lain yang bikin dahi berkerut, tak ada satu pun barang hilang. Lemari, perabot, dan barang berharga masih utuh.

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menilai, jika tak ada barang hilang, besar kemungkinan pembunuhan memang menjadi tujuan utama, bukan sekadar perampokan gagal.

Menurutnya, pelaku diduga sudah mengintai rumah dan mengenal siapa target yang ingin disasar.

Situasi saat kejadian juga terbilang mendukung pelaku. Hujan deras dilaporkan mengguyur kawasan perumahan ketika tragedi itu berlangsung.

Guru Besar Kriminologi UI Adrianus Meliala menilai, pelaku bisa saja orang dekat, mulai dari ART, satpam lingkungan, atau tamu yang tak terpantau.

Ia juga menepis spekulasi motif politik, mengingat posisi ayah korban dinilai tidak berada di jabatan strategis.

Meski tanpa CCTV, polisi masih punya peluang menelusuri jejak lewat bukti forensik seperti DNA, rambut, atau bekas kuku di lokasi.

Penyelidikan juga mengarah pada lingkaran orang-orang yang pernah punya hubungan dengan keluarga korban, termasuk mereka yang sempat diberhentikan dari pekerjaan.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menduga MAHM bukan target utama. Korban disebut bisa saja menjadi sasaran pengganti.

Menurut Reza, pelaku kemungkinan mengincar pihak lain yang lebih sulit disentuh secara langsung, seperti orang tua korban.

Kini, publik menanti jawaban. Di balik sunyi rumah mewah itu, keadilan untuk MAHM masih menunggu untuk ditemukan. (*)

You Might Also Like

Nekat Jual Miras di Banjarnegara, Warga Magelang Kena Semprit Satpol PP

Sindikat Judol Internasional Terbongkar, Nenek 76 Ikut Terseret

Sudah Berlaku! Seks di Luar Nikah dan Living Together Bisa Bikin Masuk Penjara

Hakim PN Semarang Gagalkan Upaya Praperadilan Tersangka 1 Kg Ganja

Vonis Fantastis Najib Razak, 165 Tahun Tapi Jalan 15, Kok Bisa?

TAGGED:dewan pakar pkskorban pembunuhanpembunuhanpks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi petugas mengekuasi korban kecelakaan bus. (grafis/wahyu) Fakta Baru Kecelakaan Bus di Tol Krapyak: Pengemudi Sopir Cadangan, Korban Jadi 16 Orang
Next Article Bagaimana Orang Jawa Mengungkapkan Rasa Cinta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ayah korban pengeroyokan, Nadirin (tengah) sedang berdoa beraama pelayat.
Hukum

Emosi Bapak Anaknya Dikeroyok hingga Meninggal, Nadirin: Nyawa Balas Nyawa

Desember 30, 2025
Hukum

Polisi Musnahkan Narkoba, dari Enam Kasus

Desember 24, 2025
Hukum

Dukun Iskandar Kambuh Lagi: Pasutri di Pemalang Jadi Korban Kopi Beracun

Agustus 20, 2025
Hukum

Korupsi Rp237 Miliar BUMD Cilacap, Penyidikan Rampung, Siap Gas ke Persidangan!

Agustus 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?