Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi

R. Izra
Last updated: Desember 10, 2025 10:58 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Nihayatul Mukharomah sedang menjelasan kasus pelecehan seksual yang didampingi  LRC-KJHAM. (bae)
Nihayatul Mukharomah sedang menjelasan kasus pelecehan seksual yang didampingi  LRC-KJHAM. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Miris ya. Angka kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah masih tinggi. Bahkan trennya dari tahun ke tahun nggak pernah menurun.

Laporan tahunan LRC-KJHAM membuka kenyataan pahit. Dalam tiga tahun terakhir, lembaga ini mencatat 312 kasus kekerasan perempuan.

“Tahun 2025 saja ada 117 kasus, termasuk 4 korban yang meninggal,” ujar Nihayatul Mukharomah dari LRC-KJHAM, Rabu (10/12/2025).

Bacaaja: Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Bacaaja: IDI Jateng Pasang Badan, Gak Terima Dokter RSI Sultan Agung Jadi Korban Kekerasan Keluarga Pasien

Dari sebaran wilayah, Kota Semarang menempati posisi paling rawan dengan 46 kasus. Lalu Demak 11 kasus, Jepara 9 kasus, dan Batang 5 kasus. Daerah lain seperti Sragen, Pemalang, Kabupaten Semarang, dan Solo masing-masing mencatat 4 kasus.

Dalam 117 kasus tahun ini, bentuk kekerasan seksual muncul paling banyak. Ada 44 kasus pelecehan seksual fisik, 16 perkosaan, 10 eksploitasi seksual, 9 kekerasan seksual berbasis elektronik, dan 4 trafficking.

Jika ditotal, kekerasan seksual terjadi 79 kali, jauh lebih banyak dibanding kekerasan fisik, psikis, atau penelantaran.

Korban Anak Meningkat

Data ini juga memperlihatkan pola yang menakutkan. Kekerasan seksual justru lebih banyak menimpa anak. Ada 43 korban anak, lebih tinggi dari korban dewasa yang berjumlah 34 orang.

“Setiap tahun korbannya selalu ada, anak-anak pun terus bertambah. Ini alarm keras,” kata LRC-KJHAM.

Dari seluruh laporan, 90 kasus terjadi di ruang privat. Rumah, kamar, ruang keluarga–ruang yang seharusnya aman. Pelakunya pun orang yang seharusnya dipercaya. Ada ayah, suami, pacar, tetangga, ustaz, dosen, atasan, sampai majikan.

Meski laporan tinggi, penanganannya tidak secepat itu. Dari belasan kasus yang diproses hukum tahun ini, hanya tiga yang sampai putusan.

Sebagian korban masih membayar visum sendiri, pemeriksaan kandungan tidak sepenuhnya ditanggung, dan tidak semua petugas medis paham mekanisme layanan korban.

Dalam proses hukum, hambatannya juga panjang. Mulai dari lambatnya penyidikan, mediasi yang masih terjadi, victim blaming dari aparat, restitusi yang tak kunjung diberikan, hingga putusan kekerasan seksual pada anak yang rata-rata masih rendah.

LRC-KJHAM juga menilai angka yang mereka catat “bukan angka sebenarnya”. Banyak korban tidak berani melapor. Beberapa korban dikucilkan, dicibir, bahkan disalahkan karena pelaku masih kerabat. (bae)

You Might Also Like

Nyaris Kalah, Lukas Malah Angkat Trofi

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Perang Mental di Batakan

SBY Sebut Negara Bisa Runtuh Jika Pemimpin Letakkan Diri di Atas Hukum, Sindir Siapa?

Penerbangan Solo-Bandung & Solo-Surabaya Comeback

TAGGED:headlinekasus kekerasan perempuankekekerasan terhadap perempuanLRC-KJHAM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Doa Nabi Musa Biar Bicara Lancar Saat Grogi, Presentasi Lancar Jaya
Next Article TPID Jateng gelar operasi pasar untuk kendalikan harga cabai yang makin pedas. Cabai Naik 98%, Bkin Dompet Pedas! TPID Jateng Gelar Operasi Pasar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Januari 18, 2026
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025
Ilustrasi warga sedang memilih baju bekas impor.
Ekonomi

Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

Oktober 25, 2025
Info

Tarawih di Balik Jeruji, Agustina: “Selalu Ada Kesempatan Perbaiki Diri”

Maret 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?