BACAAJA, SEMARANG – Isu soal dugaan joki kuliah doktor Bupati Pekalongan Fadia Arafiq lagi ramai di media sosial. Ada yang menuding Fadia tidak selalu hadir sendiri saat kuliah S3 di Semarang.
Dalam postingan di medsos, disebut yang datang ke kelas diduga bukan Fadia, tapi seseorang bernama HN yang disebut ajudannya saat Fadia masih menjabat bupati.
Selain itu, ada yang bilang, Fadia termasuk mahasiswi ‘super cerdas’, karena bisa lulus dalam waktu singkat saat menempuh program doktoral di Untag.
Bacaaja: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: Saya Pedangdut, Bukan Birokrat
Bacaaja: Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”
Pihak kampus tempat Fadia kuliah langsung buka suara. Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang membantah keras tudingan adanya joki dalam proses kuliah program doktor.
Dekan FH Untag Semarang, Prof Edi Pranoto, memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai aturan. Mulai dari perkuliahan sampai ujian disebut punya prosedur yang jelas.
“Tidak ada joki. Semua dilakukan sesuai prosedur akademik,” tegasnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, saat pandemi Covid-19 banyak kelas memang digelar secara daring lewat Zoom. Dalam kelas online yang pesertanya ratusan, mahasiswa juga tidak selalu menyalakan kamera.
Meski begitu, kata dia, setiap tahap penting tetap punya bukti dan dokumentasi. Apalagi untuk program doktor, ada banyak tahapan ujian yang harus dilalui.
Mulai dari ujian kualifikasi, proposal, kelayakan, sampai ujian tertutup dan terbuka. Semua tahapan itu, menurut kampus, wajib diikuti langsung oleh mahasiswa.
“Kami tidak mungkin mempertaruhkan marwah perguruan tinggi hanya karena satu orang mahasiswa, meskipun dia seorang bupati,” ujarnya.
Fadia sendiri tercatat mulai kuliah doktor pada 7 Mei 2021. Ia dinyatakan lulus dalam ujian terbuka pada 5 September 2024 dengan masa studi sekitar 3 tahun lebih. Menurut kampus, durasi itu masih wajar untuk program doktor. (bae)


