Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Data BPJS Kesehatan Direset, Banyak Orang Kaya Masuk PBI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Data BPJS Kesehatan Direset, Banyak Orang Kaya Masuk PBI

Dalam forum resmi bersama Komisi IX DPR, ia menyebut bahwa penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) selama ini masih mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik atau BPS. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang lintas kementerian, muncul temuan yang cukup menggelitik logika

Nugroho P.
Last updated: April 15, 2026 8:23 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
BPJS PBI
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Sorotan soal bantuan iuran kesehatan tiba-tiba jadi bahan obrolan panas setelah Budi Gunadi Sadikin membongkar fakta yang cukup bikin kaget dalam rapat bersama DPR. Di balik angka-angka yang selama ini terlihat rapi, ternyata ada cerita yang jauh dari kata ideal.

Dalam forum resmi bersama Komisi IX DPR, ia menyebut bahwa penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) selama ini masih mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik atau BPS. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang lintas kementerian, muncul temuan yang cukup menggelitik logika.

Alih-alih tepat sasaran ke masyarakat miskin, sebagian bantuan justru mengalir ke kelompok yang seharusnya tidak masuk kategori penerima. Bahkan, ada sekitar 10 persen kelompok masyarakat terkaya yang ikut menikmati fasilitas tersebut.

Temuan ini muncul setelah data dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Dalam Negeri mulai disatukan dalam satu sistem yang lebih terintegrasi. Dari situlah terlihat adanya celah yang selama ini luput dari perhatian.

“Dengan adanya perapihan data oleh BPS yang tersentralisasi ini, kita melihat ada anomali,” kata Budi, menjelaskan kondisi yang terjadi di lapangan dengan cukup lugas.

Ia menjelaskan bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk 50 persen masyarakat paling miskin ternyata tidak sepenuhnya sampai ke target tersebut. Ada bagian yang “bocor” ke kelompok yang secara ekonomi justru tergolong mapan.

Angka yang diungkap pun bukan main. Dari sekitar 96 juta penerima PBI yang dibiayai pemerintah pusat, terdapat sekitar 47 ribu orang yang dinilai tidak tepat sasaran.

Meski terlihat kecil dibanding total, angka tersebut tetap menjadi catatan penting karena menyangkut keadilan distribusi anggaran negara.

Menariknya, dalam suasana rapat yang serius, Budi sempat menyelipkan candaan yang langsung menarik perhatian peserta rapat. Ia menyebut bahwa Sekjen Kemenkes, Kunta Wibawa, pernah tercatat sebagai penerima PBI.

Candaan itu sekaligus menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar teori, tetapi benar-benar terjadi bahkan menyentuh lingkaran internal pemerintah sendiri.

Selain PBI dari pusat, persoalan serupa juga ditemukan pada skema lain. Pada kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBU) yang dibiayai pemerintah daerah, ditemukan sekitar 35 juta data yang tidak tepat sasaran.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat sistemik dan tidak hanya terjadi di satu jalur program saja.

Tak berhenti di situ, pada peserta BPJS kelas 3 yang masuk kategori bantuan, ditemukan pula sekitar 11 juta data yang dinilai kurang tepat.

Dengan angka yang begitu besar, wajar jika pemerintah mulai mengambil langkah serius untuk melakukan pembenahan.

Budi menegaskan bahwa ke depan, bantuan ini akan diarahkan ulang agar benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengurangi penerima dari kelompok desil atas, khususnya 10 persen masyarakat terkaya.

Kuota yang sebelumnya salah sasaran itu nantinya akan dialihkan ke kelompok masyarakat yang lebih layak, terutama mereka yang berada di desil menengah bawah.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi belum masuk dalam daftar penerima.

Kondisi ini membuat pemerintah melihat perlunya redistribusi yang lebih adil, agar tidak ada lagi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kesehatan.

Langkah integrasi data lintas kementerian menjadi kunci utama dalam proses perbaikan ini. Dengan sistem yang lebih terhubung, potensi kesalahan data diharapkan bisa ditekan.

Selain itu, penggunaan basis data tunggal dari BPS juga diharapkan mampu menjadi acuan yang lebih valid dan konsisten.

Budi menyebut bahwa jumlah data yang tidak tepat sasaran mencapai puluhan juta, angka yang cukup besar untuk segera ditangani.

Karena itu, proses realokasi menjadi langkah strategis agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi upaya untuk memastikan bahwa prinsip keadilan sosial benar-benar diterapkan dalam program jaminan kesehatan.

Dengan distribusi yang lebih tepat, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Ke depan, pemerintah berharap tidak ada lagi cerita “orang mampu” yang menikmati fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa data bukan sekadar angka, tetapi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan publik.

Dan dari temuan ini, satu hal jadi jelas: pembenahan sistem bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi keadilan yang lebih nyata. (*)

You Might Also Like

Tiga Tahun Hilang Kabar, Perempuan Bandung Muncul Terluka Parah

Dalam 2025, 6 BPR Ambyar Modal Seret

SIM Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Palsu, Siapa akan Terseret?

Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Jadwal Nggak Banyak Drama, Penumpang Kereta Cilacap Makin Ramai

TAGGED:bpjsPBI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Lepas 63 ASN Berangkat Haji
Next Article Giliran Mama Rieta Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi, Beruntung Banget Pak Gub…

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tujuh Pejabat Polres Banjarnegara Resmi Berganti

Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Tapi Masih Kurang

Jangan Disepelekan, Ini 6 Tanda Gula Darah Tinggi

Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Mendadak Melengkung

Kebanyakan Daun Pepaya Bisa Bikin Tubuh Bereaksi, Simak!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan lebaran di Mapolresta Surakarta, Kamis (12/3/2026).
Info

Solo Siap Sambut Mudik! Respati Minta Semua Pihak Kompak Amankan Lebaran

Maret 12, 2026
PAKAI ROMPI--Petugas kejaksaan memakaikan rompi tahanan AKPB Basuki usia sidang vonis. (bae)
Hukum

AKBP Basuki Dihukum 6 Tahun Penjara, Polri Didesak Segera Lakukan Pemecatan

Mei 21, 2026
Info

Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

Agustus 9, 2026
Info

Siap Hadapi El Nino Ekstrem Pompa Air Disiapkan Massal

April 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Data BPJS Kesehatan Direset, Banyak Orang Kaya Masuk PBI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?