Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga

Prestasi olahraga Jateng emang lagi on fire, tapi di balik itu ada PR gede yang belum kelar. Bukan soal semangat atlet atau strategi KONI, melainkan urusan klasik: duit dan venue. Tanpa dua hal ini, mimpi terus bersinar di PON bisa aja tinggal wacana.

T. Budianto
Last updated: September 9, 2025 10:04 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DISKUSI OLAHRAGA: Para pembicara dalam diskusi olahraga yang digelar Siwo PWI Jateng di Hotel Noormans, Semarang, Selasa (9/9). (tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Hal itu ngga sekadar gosip pinggir lapangan. Diskusi Olahraga yang digelar Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo-PWI) Jawa Tengah di Hotel Noormans, Semarang, Selasa (9/9), terang-terangan nunjukin kalau dana dan infrastruktur masih jadi titik lemah utama pembinaan atlet di Jateng.

Acara bertajuk “Menjaga Prestasi Olahraga Jawa Tengah” ini ngumpulin empat narasumber beda latar. Ada Kadisporapar Jateng Muhamad Masrofi, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko, anggota Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid, plus mantan atlet bulutangkis sekaligus Ketum PBSI Jateng, Basri Yusuf. Diskusi makin hidup dipandu wartawan senior, Ismu Puruhito.

Masrofi bilang, Pemprov emang udah kasih peran lewat alokasi APBD, penghargaan buat atlet, sampai nyiapin fasilitas olahraga. Tapi, sektor swasta yang diharap bisa bantu lewat CSR ternyata belum banyak turun tangan. “CSR lebih banyak larinya ke kemanusiaan, bukan olahraga. Jadi ya masih berat kalau terus ngandelin APBD,” jelasnya.

Soedjatmiko dari KONI nambahin, Jateng sebenernya punya modal kuat: soliditas cabang olahraga, transparansi, kualitas atlet, sampai pemetaan cabor unggulan. Tapi kelemahannya ya balik lagi: anggaran seret, sarpras terbatas, dan iptek olahraga yang belum maksimal. Ancaman lain? Mutasi atlet dan regulasi yang sering lebih nguntungin tuan rumah PON.

Ekosistem Olahraga

Abdul Hamid dari DPRD ngingetin, prestasi nggak bisa instan. Harus ada ekosistem yang sehat, mulai dari pembibitan dini, kompetisi rutin, TC/pelatda, sampai penghargaan bonus buat atlet. Sementara Basri Yusuf dorong biar makin banyak pelatih tersertifikasi biar kualitas pembinaan naik level.

Diskusi ini sendiri jadi bagian perayaan Haornas 2025, dibuka Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana. Hadir juga Sekum KONI Achmad Ris Ediyanto, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dan perwakilan KONI kabupaten/kota.

Bona ngasih apresiasi penuh buat Siwo karena ikut jaga “denyut nadi” olahraga lewat diskusi ini. Senada, Amir Machmud bilang tema diskusi pas banget sama semangat KONI Jateng yang lagi nyiapin Musorprov dengan jargon “Menguatkan Landasan, Menjaga Prestasi.”

Erwin Ardian, sang Ketua Siwo PWI Jateng, nutup dengan tegas: “Diskusi ini bukan cuma program kerja, tapi bentuk kontribusi nyata wartawan olahraga buat kawal pembinaan atlet di Jateng.” (*)

You Might Also Like

Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS

Drama Degradasi Liga 3 Settingan? Viral Laga Persikutim vs Persebata Diduga ‘Main Sabun’

Kejagung Selidiki Dugaan 100 Dapur MBG Fiktif di Cilacap, dari Kuburan hingga Hutan

FX Rudy Janji Nggak Akan “Gusur-Gusuran” Kader

Menang 1-0, Tapi Bukan Skor yang Dicari PSIS

TAGGED:abdul hamiddisporapar jatengheadlinekomisi e dprdkoni jatengolahraga jatengsiwo pwi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kota Lama & Lawang Sewu Bakal Disambung Jalur Hits, Wisata Semarang Makin Estetik!
Next Article Limbah PLTU Disulap Jadi Paving Premium, Warga Binaan Ikut Cuan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Maret 12, 2026
SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
Politik

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Bukan Ikut Arus

Januari 10, 2026
Truk trailer tersangkut di perlintasan Kaligawe, Kota Semarang. (ist)
Info

Trailer Nyangkut di Perlintasan Kaligawe Bikin 10 Kereta Delay Berjam-jam

Maret 10, 2026
Gambaran kemeriahan Festival Kota Lama (FKL) 2025 di Semarang. FKL 2025 digelar mulai 6-14 September 2025. Opening Ceremony digelar 8 September 2025. Foto: dok/humas
Daerah

Festival Kota Lama 2025 Siap Pecah Banget! Dari Musik, Fashion, Sampai Kuliner Nostalgia, Semua Ada!

September 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?