BACAAJA, PURWOREJO – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendampingi kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di Kabupaten Purworejo, Kamis (18/6/2026).
Dalam agenda tersebut, M Saleh bersama Wihaji menghadiri pertemuan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Ganesha Convention Hall. Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
M Saleh menilai peran TPK sangat penting untuk memastikan program unggulan pemerintah tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan berdampak pada peningkatan kualitas gizi keluarga.
Bacaaja: Siapa yang Lapar? Pengusaha SPPG Protes MBG Dihentikan saat Libur Sekolah
Bacaaja: PMII Semarang Turun Jalan Soroti MBG, Isyaratkan Gelombang Demo Belum Selesai
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan distribusi makanan, tetapi juga pengawasan serta pendampingan di tingkat masyarakat.
“Kehadiran Tim Pendamping Keluarga menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” ujarnya.
Selain memantau pelaksanaan MBG, kunjungan tersebut juga menyoroti capaian Kabupaten Purworejo dalam menekan angka stunting. Berdasarkan data yang disampaikan Wihaji, prevalensi stunting di Purworejo saat ini berada di kisaran 14 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.
M Saleh berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta para pendamping keluarga.

Menurutnya, program MBG harus menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Tengah.
“Kita ingin program ini tidak hanya berjalan baik secara administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Wihaji menyampaikan bahwa Kemendukbangga mendapat amanat melalui Perpres Nomor 115 Tahun 2025 untuk membantu distribusi Program MBG bagi kelompok 3B. Di Kabupaten Purworejo, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 17 ribu penerima manfaat.
Wihaji juga mengapresiasi kinerja para TPK yang terdiri dari kader PKK, kader KB, dan tenaga kesehatan dalam mengawal distribusi program di lapangan. (*)

