BACAAJA, JAKARTA- Drama politik di Pati lagi panas-panasnya. Ribuan massa demo, DPRD udah gerak dengan hak angket, sampai ada insiden lempar sandal ke Bupati Pati Sudewo. Tapi menurut Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, situasi ini nggak perlu langsung berujung pemakzulan. Katanya sih, masih ada ruang buat bupati baru itu berbenah.
Rifqinizamy bilang, mendingan eksekutif dan legislatif di Pati main di jalur checks and balances aja. Artinya, kebijakan yang dianggap “kurang oke” bisa direvisi sambil tetap melibatkan publik biar nggak ada drama lanjutan.
“Mas Sudewo kan baru menjabat kurang dari setahun. Mestinya masih bisa dikasih kesempatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang baik,” ujarnya, Rabu (13/8).
Mekanisme Resmi
Di sisi lain, Sudewo sendiri ogah mundur meski gelombang protes besar-besaran datang. Dia ngotot kalau posisinya didapat secara konstitusional lewat pemilihan, jadi kalau mau berhenti pun harus lewat mekanisme resmi.
“Tentunya tidak bisa harus berhenti dan mundur dengan tuntutan seperti itu, karena semua ada mekanismenya,” ujar Sudewo di Pati. Ia menyatakan tetap menghormati proses politik yang tengah berjalan di DPRD Kabupaten Pati, termasuk hak angket yang diajukan oleh anggota dewan. “DPRD memiliki hak angket dan saya menghormati paripurna tersebut,” tegasnya
Aksi unjuk rasa kemarin sempat ricuh waktu Sudewo turun langsung menemui massa. Bukannya reda, malah makin panas sampai ada yang melempar sandal dan botol plastik. Polisi akhirnya bubarin aksi dan mengamankan 11 orang yang diduga jadi provokator. (*)

