BACAAJA, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif lagi-lagi menegaskan sikapnya soal aturan penggunaan Alun-alun. Ia bilang Perbup Nomor 9/2019 masih sah dan tetap berlaku, jadi area Alun-alun Purbalingga harus steril dari PKL. Meski begitu, pemerintah nggak tinggal diam—titik-titik baru buat relokasi pedagang sudah mulai disiapkan.
Fahmi ngerti banget kondisi Purbalingga Food Center (PFC) yang makin sepi dan bikin banyak pedagang merana. Sejak masa kampanye pun, isu ini udah masuk daftar masalah yang ingin ia bereskan. Omset turun, pengunjung sepi, janji lama belum sesuai kenyataan—semua jadi tumpukan keluhan pedagang yang ia pertimbangkan.
“Kami melihat PFC sebagai suatu kondisi yang perlu diperbaiki. Sejak awal kami juga sudah merapatkan terkait hal ini dengan OPD untuk mencari solusi yang betul-betul menjawab kebutuhan PKL,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Untuk ngebenerin kondisi ini, Pemkab udah bangun beberapa titik baru yang bakal dijadikan pusat UMKM alternatif. Konsepnya rapi, estetik, tematik, plus lokasi strategis. Harapannya, tempat-tempat baru ini bisa narik lebih banyak keramaian dan nge-boost omset pedagang yang selama ini lesu di PFC.
Sebenarnya, penertiban PKL juga sudah mulai diterapkan sejak Juli lalu. Ada tiga lokasi yang udah resmi dilarang buat berjualan. Pemerintah menyebut langkah ini bukan buat mematikan rezeki, tapi supaya tata kota tetap tertib sambil pedagang tetap punya tempat usaha yang layak.
“Spot-spot UMKM ini nanti akan kami tawarkan kepada PKL PFC. Tempatnya layak, strategis, dan konsepnya menarik. Ini kami buat agar pedagang betul-betul mendapatkan tempat yang mampu mendukung usaha mereka,” tambah Fahmi.
Targetnya jelas: semua fasilitas itu bisa beroperasi awal tahun depan, tepat sebelum Ramadhan. Dengan begitu, pedagang bisa langsung memaksimalkan momentum bulan ramai tersebut.
“Mudah-mudahan, kami targetkan ke teman-teman OPD untuk bisa direalisasikan di awal tahun depan sebelum memasuki bulan Ramadan,” ujarnya.
Sebelumnya, para PKL PFC sempat heboh soal rencana “bedhol desa” ke Alun-alun karena kondisi yang makin sepi. Bahkan beberapa pedagang sudah nekat balik jualan di alun-alun. Namun dengan pernyataan terbaru ini, sikap Pemkab jelas: Alun-alun tetap steril, tapi pedagang tetap dipikirkan tempat barunya. (*)


