BACAAJA, SEMARANG– Perum Bulog bersama Polda Jateng menyalurkan 78,6 ton beras dan 11,2 ribu liter minyak goreng dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Selain dua komoditas utama tersebut, kegiatan ini juga menyediakan 835 kilogram telur serta 1.448 kilogram gula pasir yang bisa dibeli masyarakat dengan harga lebih terjangkau menjelang Lebaran.
Baca juga: Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latief Usman mengatakan, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 7.800 warga. “Ini bentuk komitmen Polda Jateng bersama Bulog untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 lalu, Polda Jateng bersama Bulog telah menyalurkan sekitar 52 ribu ton beras melalui program Gerakan Pangan Murah. Distribusi tersebut disebut telah menjangkau sekitar 7,4 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Menurut Latief, pada tahun 2026 ini pihaknya berkomitmen melanjutkan program tersebut agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Stok Aman
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Wilayah Jateng, Sri Muniati memastikan stok pangan di wilayah tersebut masih sangat aman. Saat ini, cadangan pangan di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar 372 ribu ton setara beras.
“TIdak perlu panik. Persediaan cukup untuk menghadapi Idulfitri. Masyarakat juga bisa mengakses beras SPHP,” jelasnya. Dalam kegiatan GPM tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya beras SPHP: Rp56.000 per 5 kilogram, gula pasir (Rp17.500/kg) dan minyak goreng Minyakita (Rp31.000/ 2 liter).
Baca juga: Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini pun langsung disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.
Beras sudah digelontorkan, minyak goreng juga disiapkan, bahkan gula ikut turun harga. Tinggal satu yang kadang masih mahal jelang Lebaran, kemampuan kita menahan diri dari belanja yang sebenarnya nggak terlalu perlu. (tebe)


