Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta

Nugroho P.
Last updated: Agustus 21, 2026 9:41 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Operasi senyap itu berlangsung sejak Kamis (20/8/2026). Selain Akhmad Sodiq, sejumlah pihak dari Unsoed juga ikut dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh KPK.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026). “Rektor dan beberapa pihak lainnya dari Unsoed,” kata Setyo.

Meski sudah membenarkan OTT, KPK belum membeberkan secara detail perkara yang sedang didalami. Status hukum para pihak yang diamankan juga masih menunggu proses pemeriksaan dan gelar perkara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kemudian memberikan sedikit gambaran mengenai kasus tersebut. OTT ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dalam operasi itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah.

“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” ujar Budi.

KPK saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah biasanya memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum orang-orang yang terjaring OTT.

Sebelumnya, KPK juga memeriksa sejumlah orang di Purwokerto terkait perkara tersebut. Di antara pihak yang diperiksa terdapat dua wakil rektor Unsoed.

Informasi mengenai pemeriksaan itu semakin menguatkan bahwa kasus yang sedang ditangani KPK berkaitan dengan lingkungan kampus Unsoed. Namun, detail modus maupun pihak yang diduga menerima uang masih belum disampaikan secara terbuka.

Budi Prasetyo menyayangkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kampus seharusnya bukan cuma menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan nilai integritas.

Sorotan KPK menjadi lebih serius karena dugaan praktik transaksional tersebut diduga terjadi dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Proses yang semestinya menjadi pintu awal bagi calon mahasiswa untuk mengejar pendidikan justru diduga dicemari praktik korupsi.

“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus,” kata Budi.

Menurut dia, gerbang kampus idealnya menjadi jalan menuju cita-cita dan masa depan. Karena itu, dugaan praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru dinilai sangat memprihatinkan.

Hingga kini, KPK masih mengusut kasus tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang terlibat. Publik juga masih menunggu penjelasan resmi mengenai konstruksi perkara serta status hukum Rektor Unsoed dan pihak lainnya.

KPK dijadwalkan menyampaikan perkembangan kasus setelah seluruh proses pemeriksaan awal rampung. Penetapan tersangka, jika ada, akan diumumkan berdasarkan hasil gelar perkara dan bukti yang telah dikumpulkan.

OTT ini pun menjadi perhatian besar karena menyangkut institusi pendidikan tinggi. Apalagi, perkara yang didalami berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru, salah satu tahapan penting yang menentukan akses calon mahasiswa menuju bangku perguruan tinggi. (*)

You Might Also Like

Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara

Wakil Kepala BGN Kena Prank Pas Sidak, Ternyata Dapur MBG di Dekat Kandang Sapi

Waduh! Eks-Bos Bank Jateng Keseret Kredit Siluman Proyek Bandara Internasional

Tega Peras Mahasiswa PPDS Undip, Kaprodi Dihukum Dua Tahun

Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK

TAGGED:headlineKPKOTTrektor unsoed
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir
Next Article Cinta Qulhu Bikin Allah Sayang, Kata Gus Baha

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ojek Gunung Prau Jadi Jalan Rezeki Warga, Sekali Antar Bisa Bawa Pulang Rp750 Ribu

MASSA SUDEWO: Massa pendukung terdakwa Sudewo Bupati Pati menggelar aksi di depan Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Sidang Pledoi Sudewo, Pendukung Teriak Minta Junjungannya Dibebaskan

TERDAMPAK ASAP: Warga tetap beraktivitas melintasi Jalan Untung Suropati depan SMAN 7 Semarang meski ada asap kebakaran TPA Jatibarang, Sabtu (3/10/2026). (bae)

Puluhan Warga Batuk hingga Sesak Napas Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatibarang

PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS - Ilustrasi anggota Densus 88 Polri tangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme.

Densus Tangakap 11 Terduga Teroris di Jateng dan 5 Provinsi Lain, Diduga Terafiliasi DI

Prabowo Minta TNI Adaptif Hadapi Perang Modern, Enam Kodam Baru Diresmikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

DPR Siap Tindaklanjuti Putusan MK soal Perempuan di Parlemen

November 1, 2025
DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)
Info

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

Juni 28, 2026
BANTAH TERIMA--Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat membantah menerima uang di kasus TPPU BUMD Cilacap. Ia mengatakan itu di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026). (bae)
Hukum

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Juni 11, 2026
Sepak Bola

PSIS Bergabung di Grup Berat

Agustus 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?