BACAAJA, SEMARANG- Suara mesin motor menjadi salah satu pemandangan yang akrab di kawasan Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng. Di tengah lalu-lalang pendaki yang datang dan pulang, para pengemudi ojek lokal sibuk mengantar pendaki dari Basecamp menuju pos 1 maupun pos 2 jalur pendakian gunung prau via patak banteng.
Salah satunya Mingan (45), warga yang sudah sekitar satu tahun menjalani pekerjaan sebagai pengemudi ojek pendakian di kawasan Gunung Prau via Patak Banteng, Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Jasa ojek pendakian tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pendaki untuk membantu mobilitas di kawasan basecamp menuju ke pos 1-2. Untuk sekali perjalanan, tarif yang dikenakan sebesar Rp50.000 per orang sampai pos 2, untuk menuju pos 1 pendaki di kenakan tarif 25.000.
Baca juga: Rencana Naik Gunung Prau Berujung Duka, Dua Calon Pengantin Tewas
Pada hari biasa, Mingan rata-rata bisa mendapatkan sekitar 10 penumpang. Jumlahnya meningkat saat akhir pekan, ketika aktivitas pendakian Gunung Prau lebih ramai. “Kalau weekend siang bisa dapat 15, malamnya bisa dapat 15,” kata Mingan, Minggu (4/10/2026).
Para pengemudi ojek pendakian bekerja secara bergiliran. Ada yang mendapat tugas di basecamp selama sehari semalam, sementara pengemudi yang ditempatkan di pos tertentu bertugas pada siang hari.
Mingan mengatakan, sejauh ini aktivitas ojek di kawasan tersebut berjalan aman. Para pengemudi juga rutin merawat kendaraan agar tetap siap digunakan mengantar pendaki.
Pemeriksaan Motor
Perawatan motor dilakukan hampir setiap minggu. Pemeriksaan mencakup sejumlah bagian penting, termasuk oli dan kampas rem. “Seminggu sekali. Oli, kampas rem, dan servis mesin” ujarnya.
Mayoritas motor yang digunakan para pengemudi merupakan jenis matik. Menurut Mingan, motor matik dipilih karena dinilai lebih kuat dan praktis digunakan untuk aktivitas mereka. “Mayoritas matic, hampir 90 persen,” katanya.
Sistem operasional ojek lokal juga menerapkan potongan Rp5.000 dari setiap tiket. Menurut Mingan, potongan tersebut digunakan untuk kebutuhan seperti asuransi dan keperluan lainnya.
Baca juga: Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam
Di luar menjadi pengemudi ojek, Mingan masih menjalani pekerjaan sebagai petani. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai pengemudi Gojek pangkalan.
Keberadaan ojek pendakian ini menjadi bagian dari geliat ekonomi warga di sekitar jalur pendakian Gunung Prau. Ramainya pendaki tak hanya menghidupkan aktivitas di gunung prau via Patak banteng, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk mendapatkan penghasilan dari layanan pendukung wisata. Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng sendiri adalah Jalur yang dikenal sebagai salah satu jalur favorit menuju Gunung Prau.
Di gunung, pendaki mungkin sedang mengejar puncak. Tapi bagi warga lokal seperti Mingan, setiap pendaki yang naik juga bisa berarti satu langkah lagi menuju dapur tetap mengepul. Jadi, sebelum kaki pendaki menaklukkan jalur Prau, roda motor pengojek lebih dulu membuka jalan rezeki. (dul)

