BACAAJA, SEMARANG – Kematian harimau benggala betina bernama Anggun akhirnya mendapat penjelasan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.
Satwa koleksi Semarang Zoo itu ternyata mati saat menjalani proses pemindahan ke kebun binatang lain.
Sebelumnya, kabar kematian harimau putih Anggun sempat ramai diperbincangkan. Muncul dugaan satwa tersebut mati akibat kesalahan prosedur anestesi.
Bacaaja: Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kesalahan Anestesi Mencuat
Bacaaja: Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara
Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari menjelaskan, Anggun meregang nyawa setelah dipindahkan ke Rahmat Zoo and Park (R Zoo) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).
BKSDA menyebut Anggun merupakan harimau benggala betina koleksi Semarang Zoo yang dihibahkan bersama seekor harimau jantan bernama Ganza kepada Rahmat Zoo berdasarkan perjanjian kerja sama kedua lembaga.
Harimau tersebut dikirim dari Semarang Zoo pada 17 Maret 2026. Empat hari kemudian, kedua satwa harimau benggala sampai di R Zoo.
“Dalam perkembangannya harimau benggala ‘Anggun’ mengalami penurunan kondisi hingga tidak bisa diselamatkan pada 27 Maret 2026,” jelas Dyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
BKSDA menegaskan, sebelum keberangkatan, kondisi kesehatan Anggun telah diperiksa. Selain itu, kandang angkut yang digunakan juga dinyatakan layak.
“Dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa kandang angkut dalam kondisi layak serta satwa harimau benggala dalam kondisi sehat berdasarkan Surat Keterangan Sehat satwa,” demikian keterangan BKSDA.
Meski mengungkap kronologi pemindahan, BKSDA tidak menjelaskan penyebab pasti kematian Anggun. Dalam siaran persnya, BKSDA hanya menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi dalam proses translokasi satwa. (bae)

