BACAAJA, JAKARTA – Nama Agung Surahman, Asisten Pribadi Presiden Prabowo Subianto, lagi disorot habis-habisan setelah unggahannya di Threads memicu reaksi keras publik. Semua berawal dari video bergaya A Day In My Life yang ia buat saat ikut mendampingi Presiden meninjau lokasi banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Video itu menampilkan rutinitas Agung sejak bangun tidur, siap-siap ke bandara, sampai perjalanan dengan mobil dan helikopter bareng Presiden. Ia juga mengabadikan momen kedatangan Prabowo di Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Barat.
Secara visual, kontennya rapi dan cenderung estetis. Tapi justru itu yang bikin warganet naik pitam. Banyak yang menilai video tersebut tidak sensitif karena dibuat di tengah situasi bencana yang menimpa ribuan warga.
Masalah semakin melebar ketika Agung terlihat membalas komentar-komentar warganet di Threads. Beberapa balasannya ramah, namun ada satu komentar yang disebut dijawab dengan kata-kata kasar—meski cepat dihapus, jejak digitalnya sudah terlanjur beredar.
Dua foto tangkapan layar unggahannya pun makin memancing reaksi, karena menampilkan Agung dalam momen mendampingi Presiden sambil tetap membuat konten. Publik menilai gaya dokumentasi itu tidak selaras dengan suasana duka di lapangan.
Setelah menjadi viral, pada 3 Desember 2025 Agung kembali mengunggah tulisan di Threads. Ia meminta maaf dan mengaku kondisi emosinya sedang tidak stabil, sehingga mudah terpancing.
“Mohon maaf ya semuanya. Suasana hati kurang baik. Di ganggu sedikit bawaannya pengen marah. Ada punya solusi?” tulisnya.
Namun permintaan maaf itu belum cukup meredam gelombang kritik. Banyak warganet tetap melayangkan protes terhadap sikap dan pilihan konten yang dibuatnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan publik bahwa pembuatan konten di situasi darurat dan lokasi bencana bukan sekadar soal estetika—tapi soal empati, timing, dan rasa hormat terhadap mereka yang sedang menderita. Internet cepat, tapi sensitivitas tetap nomor satu. (*)


