BACAAJA, SEMARANG– Belum sempat napas lega setelah dilantik, puluhan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Jawa Tengah langsung dapat “PR” dari bos barunya. Kajati Jateng, Hendro Dewanto mewanti-wanti mereka buat kerja nggak asal datang, tanda tangan, pulang, tapi benar-benar ngelayanin keadilan.
“Segera nyetel sama lingkungan baru, jaga hubungan baik sama Forkompimda biar adem, nggak ada gesekan,” pesan Hendro, usai melantik para pejabat eselon tiga di kantor Kejati Jateng, Kamis (30/10).
Bukan cuma itu, Hendro juga ngingetin biar semua Kepala Kejari kerja profesional dan manusiawi. Bukan cuma soal hukum di atas kertas, tapi juga soal rasa keadilan yang hidup di masyarakat.
“Restorative justice harus dioptimalkan. Ini bukan cuma soal kasus selesai, tapi gimana hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat bisa pulih lagi,” tegasnya. Nggak kalah penting, para pejabat juga diminta ikut ngegas program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Penyegaran Personel
Caranya? Dengan ngelola kantor masing-masing secara bersih, terstruktur, dan tetap berintegritas. “Mutasi, rotasi, promosi, itu hal biasa. Intinya buat penyegaran dan ningkatin kinerja,” kata Hendro santai tapi tegas.
Dari daftar nama yang dilantik, ada beberapa wajah baru di posisi strategis.
Asisten Intelijen Kejati Jateng Edy Winarko, Asisten Pembinaan Rudi Hartono, Asisten Pemulihan Aset Mukhlis, dan sederet koordinator Kejati seperti Didik Sudarmadi, Much Arief Abdillah, Verra Donna Restyana, dan Retno Liestiyanti.
Di jajaran Kejari kabupaten/kota, ada nama-nama seperti Andhie Fajar Arianto (Kota Semarang), Firman Setiawan (Salatiga), Jendra Firdaus (Rembang), Ahmad Hajar Zunaidi (Kendal), Sefran Haryadi (Grobogan), Milono Raharjo (Demak), Rina Idawani (Pemalang), dan Atik Rusmiaty Ambarsari (Magelang). (tebe)


