BACAAJA, SEMARANG – Warga di kawasan Mangkang Kulon RT 01 RW 01 kembali harus berhadapan dengan banjir setelah tanggul di wilayah tersebut jebol pada kemarin sekitar pukul 01.30. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu membuat air kembali masuk ke area permukiman.
Halimah (37), warga setempat menceritakan, kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, tanggul di kawasan itu memang sudah beberapa kali jebol dan menyebabkan banjir di lingkungan warga.
“Sekitar jam 1.30 pagi tanggulnya jebol. Di sini memang sering banjir, dan ini sudah yang keempat kalinya tanggulnya jebol,” ujarnya. Kamis (5/03/2026)
Baca juga: Malam Panjang di Mangkang: Banjir Datang, Pantura Ikut Tersendat
Bagi warga sekitar, banjir sebenarnya bukan hal yang asing lagi. Air bisa datang kapan saja, bahkan ketika tidak sedang turun hujan. Hal itu karena banjir sering kali merupakan kiriman dari wilayah yang lebih tinggi.
Supri (43), warga lainnya mengatakan, banjir yang terjadi kali ini juga sempat berdampak pada rumah warga. Beberapa rumah kemasukan air dan sebagian barang milik warga terbawa arus. “Di sini memang sering banjir. Kemarin ada beberapa rumah yang kemasukan air, bahkan pakaian warga ada yang hanyut terbawa air,” kata Supri.
Bersihkan Lumpur
Setelah air mulai surut, petugas pemadam kebakaran sempat datang untuk membantu membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi jalan. Dua unit mobil damkar dikerahkan untuk membersihkan area tersebut.
Meski sudah dibersihkan, sebagian lumpur masih terlihat menempel di sepanjang jalan. Kondisi ini membuat jalan menjadi licin dan membahayakan warga maupun pengendara yang melintas.
Dari pantauan di lokasi, beberapa bagian tanggul juga terlihat perlu mendapatkan perhatian lebih. Jika tidak segera diperbaiki secara menyeluruh, warga khawatir kejadian serupa akan kembali terulang.
Baca juga: 2 Pekan Warga Mangkang Semarang Terisolasi, Jembatan Putus Disapu Banjir
Sementara itu, upaya penanganan sementara sudah dilakukan dengan menambal bagian tanggul yang jebol agar air tidak kembali meluap. Proses penambalan darurat tersebut selesai sekitar pukul 11.30.
Warga berharap perbaikan yang dilakukan nantinya tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar bisa menjadi solusi agar banjir yang selama ini sering terjadi tidak terus berulang. (Dul)


