BACAAJA, SEMARANG– Ada penghuni baru yang bisa jadi alasan untuk mengajak keluarga berakhir pekan di Semarang Zoo. Tiga anak harimau Benggala kini menjadi daya tarik baru kebun binatang tersebut.
Ketiganya terdiri dari dua anak harimau jantan, Lawang dan Semar, serta seekor betina bernama Nara. Mereka lahir dari perkawinan harimau jantan Rangga dan betina Manis.
Nama ketiga anak harimau itu diberikan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Nara diambil dari kata Pandanaran, Lawang dari Lawang Sewu, sedangkan Semar merujuk pada nama Kota Semarang.
Pemberian nama yang terinspirasi dari ikon Kota Semarang ini diharapkan ikut menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Semarang Zoo juga ingin memperkuat perannya sebagai tempat wisata keluarga yang menggabungkan rekreasi, edukasi, dan konservasi satwa.
Baca juga: Semarang Zoo Tambah Koleksi
Koordinator Bidang Konservasi Satwa Semarang Zoo, drh. Yudi Ardianto mengatakan, ketiga anak harimau itu kini berusia sekitar dua setengah bulan dan dalam kondisi sehat.
Menurut Yudi, kelahiran mereka merupakan hasil program breeding yang dirintis Direktur Semarang Zoo sekitar satu setengah tahun lalu. Program ini bertujuan menjaga kemurnian genetik harimau Benggala sekaligus mencegah perkawinan sedarah.
Semarang Zoo juga mulai menjajaki pencarian pasangan dari lembaga konservasi lain melalui pertukaran atau hibah satwa maupun skema breeding loan.
“Untuk perawatannya kita gunakan semi-handling, di mana kita mengembalikan kepada induknya, kemudian kita akan melakukan pendekatan atau training terhadap anaknya,” jelas Yudi, Senin (19/10/2026).
Pola Perawatan
Pola perawatan tersebut menggabungkan pengasuhan induk dengan pendampingan dari kiper atau perawat satwa. Yudi menjelaskan, ketiga anak harimau itu juga mulai belajar makan daging ayam dan sapi. Sementara itu, induknya masih menunjukkan perilaku pengasuhan yang baik, mulai dari merawat tubuh anak hingga mengajaknya bermain.
Induk harimau juga dapat menerima pola perawatan semi-handling tersebut. Ia tidak terlalu agresif saat anaknya dibawa kiper dan tidak menolak ketika anak-anaknya dikembalikan.
Selain melihat tiga anak harimau Benggala, pengunjung bisa menikmati sejumlah aktivitas lain di Semarang Zoo. Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Ikha Oktaviani, menyampaikan ada penyesuaian harga tiket masuk yang berlaku hingga akhir 2026.
Harga tiket masuk untuk warga Kota Semarang sebesar Rp10.000 per orang. Sementara itu, pengunjung dari luar Kota Semarang dikenakan tarif Rp15.000 per orang.
Baca juga: Pengunjung Semarang Zoo Keluhkan Matinya Halte BRT
Bagi yang ingin berinteraksi dan berfoto bersama anak harimau, tersedia tiket seharga Rp10.000. Pengunjung juga bisa mencoba menunggang unta atau kuda dengan tarif Rp20.000 untuk dua putaran.
Adapun aktivitas berinteraksi, berfoto, dan memberi makan gajah dikenakan biaya Rp20.000. Pengunjung yang ingin memberi makan satwa herbivora perlu menyiapkan tiket Rp10.000.
Ikha menjelaskan, tiket interaksi dengan anak harimau merupakan biaya konservasi. Sementara itu, aktivitas memberi makan satwa herbivora menjadi bagian dari pengembangan objek wisata. Untuk berfoto bersama burung kakatua dan bayan di area Aves Garden, pengunjung dapat memberikan biaya konservasi secara sukarela.
Sebab, datang ke kebun binatang boleh karena gemas, berfoto boleh karena penasaran, tetapi jangan sampai satwa cuma dianggap properti konten. Mereka bukan sekadar bahan unggahan lucu-lucuan, melainkan makhluk hidup yang masa depannya ikut bergantung pada kepedulian manusia. (bae)

