BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang menggelar apel pagi terpusat sekaligus Halalbihalal Idulfitri 1 Syawal 1447 H di halaman Balaikota, Senin (30/3/2026). Momen ini jadi ajang kumpul besar ASN, mulai dari OPD, camat, lurah, sampai pimpinan BUMD, buat recharge semangat habis Lebaran.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng secara khusus memberikan apresiasi ke jajaran ASN yang tetap siaga selama libur Lebaran. “Terima kasih kepada seluruh ASN yang tetap bersiaga. Hasilnya, Kota Semarang tetap damai dan bahkan jadi tempat singgah favorit pemudik,” ujarnya.
Baca juga: Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran
Menurut Agustina, meski secara administratif ASN dapat jatah libur, praktik di lapangan beda cerita. Banyak yang tetap menjalankan fungsi pemantauan, terutama menghadapi lonjakan aktivitas warga dan potensi bencana. “ASN memang libur, tapi tidak sepenuhnya libur,” tegasnya.
Dedikasi ini dinilai jadi kunci kenapa Semarang bisa tetap aman, nyaman, dan terkendali selama momen Lebaran yang biasanya penuh tantangan. Agustina juga menyebut arus mudik dan balik tahun ini relatif lancar, minim gangguan berarti. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai pihak berjalan solid.
Citra Kota
Nggak cuma soal keamanan, tingginya mobilitas pemudik yang singgah di Semarang juga ikut mendongkrak citra kota, bahkan berdampak ke perputaran ekonomi lokal.
Bagi Agustina, apa yang dilakukan ASN selama Lebaran bukan sekadar tugas, tapi cerminan pelayanan publik yang sesungguhnya. “Kontribusi saudara adalah wajah asli pelayanan publik Kota Semarang yang membanggakan,” katanya.
Baca juga: Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah
Lewat apel dan halalbihalal ini, Pemkot berharap semangat kebersamaan dan dedikasi yang sudah terbangun selama Lebaran bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan ke depan.
Di saat banyak orang setting status “out of office”, ASN Semarang justru tetap “online” demi kota. Jadi kalau Lebaran kemarin terasa lancar, mungkin itu karena ada yang diam-diam nggak benar-benar libur. (tebe)


