Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tanggul Jebol, 254 Warga Pekalongan Masih “Nginap” di Pengungsian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tanggul Jebol, 254 Warga Pekalongan Masih “Nginap” di Pengungsian

Banjir di Pekalongan belum benar-benar pamit. Meski tanggul sudah diperbaiki, ratusan warga masih harus bertahan di pengungsian, nunggu air surut, sambil berharap kondisi cepat balik normal.

T. Budianto
Last updated: Maret 30, 2026 11:14 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
EVAKUASI WARGA: Sejumlah relawan Muhammadiyah Kota Pekalongan melakukan evakuasi warga Perum Griya Sejahtera, Kelurahan Tirto yang terdampak banjir, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PEKALONGAN- Pemkot Pekalongan mencatat sebanyak 254 warga terdampak banjir masih bertahan di lokasi pengungsian hingga Senin (30/3/2026). Banjir ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean beberapa hari lalu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto menyebut, kondisi tanggul kini sudah membaik dan masuk tahap perapian. “Warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu genangan benar-benar surut,” ujarnya.

Baca juga: Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Para pengungsi kini tersebar di sejumlah lokasi. Mulai dari eks aula Kelurahan Kraton Kidul, aula Kelurahan Pasirkratonkramat, TPQ Madinatul Ulum, hingga aula Kecamatan Pekalongan Barat. Meski jumlahnya ratusan, kondisi di lapangan disebut masih terkendali.

Kabar baiknya, tanggul yang jebol sudah diperbaiki. Saat ini tinggal proses perapian agar kejadian serupa nggak terulang. Fokus berikutnya adalah mempercepat surutnya air, terutama di wilayah Pasirsari, dengan bantuan pompa.

Tanggul Jebol

Banjir ini bermula dari jebolnya tanggul sisi timur Sungai Bremi pada Kamis (26/3/2026). Kerusakan cukup parah, sekitar 15 meter panjangnya. Uniknya, kejadian ini terjadi saat cuaca cerah tanpa hujan.

Tapi tetap saja, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Sejak Jumat (27/3), warga mulai mengungsi karena debit air terus meningkat. Pemkot bersama TNI, Polri, dan berbagai pihak langsung bergerak.

Baca juga: Banjir Kepung Pekalongan, Wagub Soroti Penanganan Berlapis

Mulai dari evakuasi warga, patroli kesiapsiagaan, hingga asesmen dampak banjir dilakukan secara terpadu. Posko darurat juga diaktifkan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik sampai layanan kesehatan.

Tanggulnya sudah “sembuh”, tapi airnya belum mau pulang. Sementara itu, warga masih harus sabar “numpang hidup” di pengungsian, karena dalam urusan banjir, yang cepat kadang bukan surutnya air… tapi datangnya masalah. (tebe)

You Might Also Like

Tak Kantongi Izin Kepolisian, Persiku Kontra PSIS Ditunda

47 Pejabat Pemkot Semarang Geser Posisi

PBB Terancam Rungkad, Dewan Perdamaian Trump Bikin Kondisi Makin Runyam

Berani Banget! Di Depan Hakim, Gus Yazid Minta Presiden Prabowo Ikut Dijadikan Tersangka

“Kericuhan” Warnai Halalbihalal Ketua FPDIP DPRD Kota Semarang

TAGGED:banjir pekalonganheadlinepemkot pekalongan. headline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ASN Semarang “Nggak Libur Total”, Wali Kota: Ini yang Bikin Kota Tetap Adem Saat Lebaran
Next Article Jualan Bahan Petasan di TikTok, Pelaku Dibekuk di Jatim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Baca Al-Kahfi di Jumat, Ini Keutamaannya

Nabi Isa Turun, Dajjal Akhirnya Dibinasakan

Dajjal Masih Terikat, Tapi Pulau Ini Misterius

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Lupa Niat Puasa, Siang Masih Bisa Nggak Ya?

Februari 20, 2026
Teknologi

Full Tank Bikin Boros? Ini Hitungan Ahli BRIN

September 22, 2026
Info

Jateng Siap Sambut Pemudik, Pemprov Pasang ‘Mode Siaga’ dari H-8 sampai H+7

Maret 5, 2026
Fokus

Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata

Mei 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tanggul Jebol, 254 Warga Pekalongan Masih “Nginap” di Pengungsian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?