BACAAJA, SEMARANG- Sandal karet itu biasanya kalau dibelah isinya busa tipis atau ya paling banter angin doang. Tapi kali ini lain cerita. Di Lapas Kelas I Semarang, sandal yang dibawa pengunjung ternyata diisi sabu dan inex.
Kecurigaan muncul gara-gara hal sepele: bekas lem di sisi sandal. Bikin petugas mikir, “Lho, sandal karet kok ada lemnya?” Eh, pas dibuka, isinya bukan tambahan sol biar empuk, melainkan paket narkoba.
“Sandal yang dipakai terlihat ada bekas lem pada sisinya. Kemudian saat dibuka paksa ditemukan sedotan yang diduga sabu dan inex,” kata Kepala Pengamanan Lapas, Sastra Irawan, Kamis (4/9).
Pelaku, berinisial BIS, datang seolah-olah cuma nemenin ibu dan adiknya napi. Gayanya sih sok normal, tapi pas diperiksa malah ketahuan bawa sandal “varian spesial”.
Pemeriksaan Badan
“Gerak-gerik mencurigakan diketahui petugas saat sedang melakukan pemeriksaan badan,” ungkapnya. Saat ditanya, pelaku ngeles sandalnya katanya titipan misterius di dekat exit tol Krapyak. Mirip alibi sinetron murahan.
Rencananya, sandal itu mau dikasih ke WBP berinisial SCW. Tapi belum sempat nongol di blok napi, sandal sudah dibelah duluan. Isinya bikin tepuk jidat: sembilan bungkus, terdiri dari satu paket sabu, enam paket sabu lagi (stok melimpah, Kak), plus dua paket inex.
Lapas pun langsung ngegas, koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jateng. Polisi datang, semua pihak diperiksa. Akhirnya sandal karet ini naik level, dari alas kaki murah meriah jadi barang bukti kejahatan. (bae)


