Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD

Pemuda Banjarnegara Bersuara telah membuktikan bahwa gerakan anak muda tak selalu harus turun ke jalan. Duduk berdiskusi pun bisa sama kerasnya, sama beraninya, dan bahkan lebih berdampak ketika dilakukan dengan kedewasaan.

Nugroho P.
Last updated: September 9, 2025 1:44 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Sepuluh pemuda, dengan nama gerakan Pemuda Banjarnegara Bersuara, hadir tidak sekadar untuk menyampaikan keluhan. Mereka datang membawa semangat, data, serta mimpi besar tentang masa depan Banjarnegara.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA  – Ada yang berbeda di Ruang Paripurna DPRD Banjarnegara pada Senin (8/9/2025). Bukan sidang biasa, bukan pula rapat internal. Ruang itu jadi tempat di mana suara anak muda menggema, menyentuh hati, dan menggugah nurani penguasa.

Contents
Lebih dari Sekadar Audiensi: Ini Gerakan KesadaranKomitmen Mengawal dan Menyatukan Suara Anak MudaSambutan Terbuka dari DPRD: “Kami Diingatkan Kembali”Demokrasi Tak Lagi Milik Elit, Tapi Juga Milik Pemuda

Sepuluh pemuda, dengan nama gerakan Pemuda Banjarnegara Bersuara, hadir tidak sekadar untuk menyampaikan keluhan. Mereka datang membawa semangat, data, serta mimpi besar tentang masa depan Banjarnegara. Sejak pagi menjelang siang, hingga cahaya matahari mulai meredup di balik perbukitan, suara-suara itu tak surut.

Diskusi dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan baru usai sekitar pukul 18.00 WIB. Nyaris delapan jam lamanya, suasana tetap hidup. Tidak ada amarah, tidak pula saling menyalahkan. Yang ada adalah energi dialog, saling mendengar, dan saling mengingatkan.

Para pemuda ini tidak datang dari satu kampus atau satu komunitas. Mereka adalah perwakilan dari berbagai latar belakang, namun disatukan oleh keresahan yang sama: Banjarnegara butuh langkah nyata, bukan hanya janji.

Lebih dari Sekadar Audiensi: Ini Gerakan Kesadaran

Isu yang mereka angkat bukan isu ringan. Dari krisis lingkungan, ketimpangan pertanian, jalan rusak di pelosok, hingga persoalan serius seperti rendahnya UMK dan transparansi tunjangan anggota dewan. Mereka bicara dengan data, dengan nurani, dan dengan tanggung jawab.

Salah satu wajah paling vokal dalam forum tersebut adalah Najwan Muhammad Syahbana. Ia menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar agenda sesaat. “Kita tidak datang untuk basa-basi. Kita datang karena ingin Banjarnegara maju. Kita ingin ruang ini jadi milik publik, bukan eksklusif,” ujarnya.

Najwan menyebut, semua isu yang dibawa lahir dari realitas yang mereka temui di lapangan. Dari para petani yang kesulitan air, buruh yang upahnya tak cukup, hingga mahasiswa yang menyoroti peran DPRD yang kian minim dalam pengawasan.

Komitmen Mengawal dan Menyatukan Suara Anak Muda

Najwan menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti di forum itu. Mereka berjanji akan mengawal setiap poin yang dibahas agar benar-benar ditindaklanjuti oleh eksekutif dan legislatif. “Ini baru awal. Kami akan kawal terus,” tegasnya.

Lebih dari itu, Najwan juga mengajak pemuda Banjarnegara untuk bersatu dalam gerakan yang lebih luas. “Jangan terpecah hanya karena perbedaan pandangan atau organisasi. Hari ini kita buktikan bahwa suara kita bisa didengar jika bersatu.”

Tak sedikit dari pemuda lain yang turut hadir menyampaikan keresahan, termasuk soal perizinan tambang, akses pendidikan di desa-desa terpencil, dan maraknya proyek infrastruktur yang tak ramah lingkungan.

Sambutan Terbuka dari DPRD: “Kami Diingatkan Kembali”

Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat mengakui bahwa pertemuan itu menjadi semacam alarm moral bagi lembaga yang ia pimpin. “Kami tersentuh dan sekaligus diingatkan. Terkadang kita terlalu larut dalam birokrasi dan lupa pada amanah awal kami sebagai wakil rakyat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan tetap membuka pintu selebar-lebarnya untuk publik, termasuk kelompok-kelompok pemuda. “Kami tidak anti kritik. Bahkan kritik dari anak muda justru menjadi energi bagi kami,” imbuhnya.

Menurut Anas, apa yang dilakukan 10 pemuda ini menjadi simbol harapan bahwa politik lokal masih punya ruh demokrasi yang hidup, dan Banjarnegara masih punya generasi yang peduli.

Demokrasi Tak Lagi Milik Elit, Tapi Juga Milik Pemuda

Audiensi ini memang berakhir saat langit mulai gelap. Namun, percikan semangat dari ruangan itu menyala terang hingga keluar gedung. Sebuah pelajaran penting bahwa demokrasi tidak hanya hadir lewat kotak suara lima tahun sekali, tapi juga lewat ruang dialog dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Pemuda Banjarnegara Bersuara telah membuktikan bahwa gerakan anak muda tak selalu harus turun ke jalan. Duduk berdiskusi pun bisa sama kerasnya, sama beraninya, dan bahkan lebih berdampak ketika dilakukan dengan kedewasaan.

Apa yang mereka suarakan bukan sekadar tuntutan, tapi cinta pada tanah kelahiran. Mereka tidak datang membawa kebencian, tapi membawa harapan. Dan itu jauh lebih kuat (*)

You Might Also Like

Roadshow Bunda Literasi Semarang, Agustina: Kobarkan Semangat Gemar Membaca kepada Anak-anak

DPRD Kota Semarang Minta Lubang Jalan Segera Diperbaiki

Cetak 600 Kader Paralegal, PKK Jateng Bangun Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak

Cuaca Mengacau, Pencarian Longsor Cilacap Sempat Terhenti Sore Ini

Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

TAGGED:kritik DPRDpemuda banjarnegarasuara pemuda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Walikota Semarang Agustina Wilujeng melihat peta nama jalan YB Mangunwijaya yang baru saja diresmikan. Foto: dok/bae. Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya
Next Article Valuasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Jalan Tengah Pembangunan Banjarnegara Maju 2025

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu

Februari 12, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau Gerakan Pangan Murah di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8).
Daerah

Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Agustus 30, 2025
Daerah

HUT Kota Semarang Nggak Cuma Seremoni, Prioritaskan Program Langsung ke Warga

April 12, 2026
Daerah

Urus Kesehatan Nggak Pakai Ribet, Semarang Tekan Angka Stunting

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?