Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Dwi Hartono, otak pembunuhan kepala cabang pembantu BRI Cempaka Putih, punya jejak panjang di Semarang. Mahasiswa S2 UGM itu pernah dipenjara karena kasus ijazah palsu.

R. Izra
Last updated: Agustus 28, 2025 4:13 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dwi Hartono mahasiswa nonaktif S2 Master of Business Administration (MBA) UGM, merupakan residivis kasus ijazah palsu.

Dwi Hartono yang dikenal sebagai motivator bisnis merupakan satu di antara empat aktor intelektual atau otak penculikan terhadap Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Jakarta.

Dwi Hartono rupanya meninggalkan banyak jejak di Semarang. Dwi merupakan jebolan salah satu Fakultas Kedokteran kampus ternama di Semarang.

Tak hanya itu, kamu juga perlu tahu, bukan kali ini saja ia berurusan dengan kriminalitas.

Ya, Dwi Hartono mempunyai catatan kejahatan di Semarang. Dwi Hartono merupakan residivis ijazah palsu.

Pada 2012, ia memalsukan sejumlah ijazah agar si empunya surat tanda tamat belajar itu bisa lolos pendaftaran Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (FK Unissula) Semarang.

Kala itu, Dwi Hartono merupakan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unissula angkatan 2004.

Sejak 2006, ia menyebarkan brosur bimbel bernama Smart Solution yang menawarkan jaminan pasti diterima di jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi.

Dwi Hartono mengubah nilai dan ijazah para calon mahasiswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Atas tindakannya itu, dia menerima uang mulai dari Rp 5 juta-Rp 10 juta dari setiap calon mahasiswa yang mendaftar.

Kasus ini terungkap setelah seorang Dekan Fakultas Kedokteran Unissula saat itu, Taifuqurrachman melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

“Iya benar, di tahun 2012 terkait pemalsuan ijazah SMA,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi, Rabu (27/8/2025).

Selanjutnya, dalam persiangan di PN Semarang, Dwi Hartono dijatuhi hukuman yang sangat ringan, hanya enam bulan penjara.

Putusan itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa yang menuntut Dwi Hartono kurungan penjara selama satu tahun.

Selama di Semarang, Dwi Hartono juga merintis berbagai usaha. Di antaranya rental PS, warung tegal (warteg), bimbingan belajar (bimbel) dan lainnya.

Kini, ia juga tercatat sebagai mahasiswa pasca-sarjana jurusan MBA di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di kampus Jakarta.

Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana dalam keterangan resminya di Yogyakarta, menyebut DH tercatat sebagai mahasiswa baru Semester 1 Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kampus Jakarta.

“Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum dan penyelidikan yang tengah berlangsung,” ujar Andi Arsana, Rabu.

Dalam perkara penculikan dan pembunuhan terhadap M Ilham Pradipta, polisi telah menangkap 15 orang tersangka. Satu di antaranya adalah Dwi Hartono, yang ditangkap bersama dua orang lainnya di Solo.

Sejumlah tersangka lain diketahui ditangkap di Semarang. (*)

You Might Also Like

Peduli Kesehatan Mental, Respati akan Tambah Psikolog dan Upgrade Posyandu Plus di Solo

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”

Pemprov Beri Apresiasi Kru Trans Jateng

Berawal MiChat, Pria di Banyumas Kini Jadi Tersangka

TAGGED:dwi hartonofakultas kedokteranheadlineijazah palsuSemarangugmunissula
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo. Kebebasan Berekspresimu Terancam Dibatasi, Komdigi akan Panggil TikTok dan Meta Buntut Demo di DPR
Next Article Korupsi Rp237 Miliar BUMD Cilacap, Penyidikan Rampung, Siap Gas ke Persidangan!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MK Segera Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini Jadwalnya

Minggu Pagi, Asap TPA Jatibarang Masih Kepung Kawasan Industri Candi

Warga Binaan Lapas Purwodadi Dilatih Otomotif

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Drone Thermal Brimob Bongkar Titik Panas TPA Jatibarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Imlek Bukan Cuma Barongsai: Menpar Sidak Sam Poo Kong

Februari 13, 2026
Salah satu pembeli sedang berbincang dengan penjual, Kamis (08/01/2026). (dul)
Info

Ini Surga Buku Bekas di Semarang, Katanya Ada Versi KW Juga Sih

Januari 8, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (1/9/2025). Foto: dok.
Info

Kasus Influenza A Melonjak Tajam, Puan Minta Pemerintah Gercep Tangani

Oktober 18, 2025
Bella Puspita Sari didampingi penasihat hukumnya menjalani sidang pemeriksaan PK di PN Semarang, Senin (4/5/2026). (bae)
Hukum

Bella Ajukan PK, Berharap Bebas dari Jerat Hukum dan Kembali Berkumpul dengan Bayinya

Mei 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?