Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hati-hati Pakai AI, Risikonya Bisa Bikin Otak Kamu Mati Lho!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Hati-hati Pakai AI, Risikonya Bisa Bikin Otak Kamu Mati Lho!

Bagi kamu yang selalu ngandelin AI untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, hati-hati. Terlalu sering ngandelin AI bikin otak tumpul.

R. Izra
Last updated: Agustus 27, 2025 1:15 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi otak.
Ilustrasi otak.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kamu selalu mengandalkan artificial intelligence atau akal imitas (AI) untuk menyelesaikan tugas-tugasmu?

Awas, hati-hati! Selalu ngandelin AI untuk selesaikan tugas atau bikin konten, bisa mematikan otak dan kreativitasmua.

Otak mati dan kreativitas mandek karena gak pernah dipalaoi, gak pernah dilatih.

Perlu kamu tahu, sejak tiga tahun ChatGPT berdiri, pengguna aktifnya sudah menyentuh angka 700 juta orang per minggu.

Artinya, jika dibandingkan dengan populasi dunia, 1 dari 11 orang telah menggunakan ChatGPT di gadget mereka.

Sementara, Indonesia masuk dalam 10 besar negara pengguna AI tertinggi dengan total 204,4 juta kunjungan situs berdasarkan laporan Yahoo! Tech. Adapun, kalangan terbesarnya berasal dari Gen Z.

Berdasarkan Profil Internet Indonesia Tahun 2025 yang dipublikasikan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penggunaan AI yang paling dominan ada di kategori edukasi.

Meski memiliki beberapa dampak positif, seperti sarana pendukung pembelajaran, brainstorming, bertukar pikiran, hingga mengajukan pertanyaan tanpa rasa malu, AI ternyata dapat menyebabkan dampak negatif bagi otak.

Dampak negatif AI
Dilansir dari Time Magazine, Rabu (27/8/2025) peneliti di Media Lab MIT melakukan sebuah studi terhadap 54 subjek berusia 18 hingga 39 tahun di Boston.

Dibagi menjadi tiga kelompok, mereka diminta untuk menuliskan sejumlah esai menggunakan ChatGPT, Google, dan tanpa aplikasi apapun.

Hasilnya, kelompok pengguna ChatGPT memiliki keterlibatan otak terendah dan berkinerja buruk pada tingkat neutral, linguistik, dan perilaku.

Mereka cenderung hanya menyalin hasil AI karena semakin malas mengerjakan setiap esai berikutnya.

Hasilnya pun menjadi sangat mirip dengan satu sama lain, artinya tidak orisinil dan mengandalkan ide yang sama.

“Rasanya seperti, ‘berikan saja esainya, perbaiki kalimat ini, edit, dan saya selesai,'” ujar Nataliya Kosmyna, peneliti utama studi, sekaligus peneliti purnawaktu MIT Media Lab sejak 2021, dikutip dari Time Magazine, Rabu (27/8/2025).

Berbeda dengan kelompok yang memanfaatkan Google atau hanya menggunakan murni pengerjaan otak. Mereka cenderung lebih aktif dan rasa ingin tahunya besar.

Bahkan, menunjukkan konektivitas saraf yang tinggi untuk kreativitas, beban memori, hingga pemrosesan semantik.

Meski menggunakan AI dikenal efisien dan praktis, tidak ada integrasi langsung dengan jaringan memori dalam otak.

Hal ini dibuktikan melalui eksperimen ketika subjek penelitian diminta menulis ulang salah satu esai yang telah mereka buat sebelumnya. Kelompok yang awalnya menggunakan ChatGPT harus menulis ulang tanpa bantuan AI, sedangkan kelompok yang sebelumnya tidak menggunakan AI justru diperbolehkan memakainya.

Alhasil, kelompok yang awalnya menggunakan AI hanya mengingat sedikit esai yang mereka tulis. Sedangkan, kelompok murni otak dapat menunjukkan daya yang lebih baik.

Artinya, jika AI digunakan secara tepat, bisa saja mendukung pembelajaran.

“Dari sudut pandang psikiatris, saya melihat bahwa ketergantungan yang berlebihan pada LLM ini dapat menimbulkan konsekuensi psikologis dan kognitif yang tidak diinginkan, terutama bagi anak muda yang otaknya masih berkembang,” ujar Zishan Khan, seorang Psikiater yang menangani anak dan remaja.

Tidak hanya penelitian soal AI dalam konteks pembelajaran, Kosmyna juga melakukan penelitian tentang aktivitas otak pekerja dengan dan tanpa AI ketika melakukan pemrograman.

Terlebih, banyak kasus pemutusan hubungan kerja di perusahaan besar luar negeri karena mereka merasa pekerjaan berbasis teknologi sederhana bisa digantikan oleh AI.

Serupa dengan hasil penelitian sebelumnya, ternyata perusahaan dengan tingkat ketergantungan AI yang tinggi akan membuat karyawan tersisa (dari imbas PHK) tidak mampu berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah secara maksimal. (*)

You Might Also Like

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Sejarah! Robert Prevost Jadi Paus Leo XIV, Paus Pertama dari AS

Pariwisata RI Go Internasional, Promosi Besar-besaran di Eropa

Ketua DPR Puan Maharani Tegaskan Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Salahi UUD ’45

Waoo!! Ada Layanan Prostitusi Toilet di Mansion Karaoke Semarang

TAGGED:AIbikin otak matigunakan aikeseringan gunakan aikreativitas tumpulotak mati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas
Next Article Mbak Ita (kerudung pink) konsultasi sama penasihat hukumnya untuk menyikapi putusan hakim, Rabu (27/8/2025). (bae) Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Eks Ketua DPRD Pasaman Tewas Tertimpa Alat Berat

Desember 5, 2025
Unik

Kongres Persatuan PWI 2025: SC Tetapkan Mekanisme Pemilihan Ketum

Agustus 4, 2025
Unik

2024’s Top Smartphones: Features Unveiled

Juli 10, 2023
Unik

Dari Satu Kantong Jadi Tiga Harapan, Donor Darah Massal Purbalingga Jadi Gerakan Kekinian

September 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hati-hati Pakai AI, Risikonya Bisa Bikin Otak Kamu Mati Lho!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?