Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

DPR lagi-lagi bikin publik geleng kepala. Ahmad Sahroni menjelaskan, tunjangan rumah Rp50 juta per bulan untuk anggota dewan itu katanya lebih efisien dibanding rumah dinas yang butuh biaya perawatan jumbo. Masalahnya, di tengah rakyat masih ribet bayar kontrakan dan cicilan KPR, logika “efisiensi ala DPR” ini justru terasa makin jauh dari empati.

baniabbasy
Last updated: Agustus 20, 2025 6:33 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kalau kamu kira kontrakan Rp2 juta udah mahal, coba bandingin sama “kontrakan elite” ala anggota DPR yang dikasih tunjangan rumah Rp50 juta per bulan. Iya, betul. Lima puluh juta. Per bulan. Buat ngekos.

Alasan resmi? Menurut Ahmad Sahroni, skema tunjangan tunai jauh lebih “efisien” dibanding fasilitas rumah dinas. “Kalau dikasih rumah dinas, perawatannya bisa 10 kali lipat. AC rusak, perabotan, gas, itu semua anggaran besar. Jadi lebih efisien kalau langsung tunjangan tunai,” ujar Sahroni di Kompleks Parlemen, Rabu (20/8/2025).

Logika ini terdengar keren kalau dibacain di ruang rapat ber-AC. Tapi di telinga rakyat yang masih mikirin bayar kos-kosan 800 ribu per bulan, rasanya kayak lagi dicekoki meme “udah miskin jangan ngeluh.”

Apalagi, jumlah anggota DPR ada 580 orang. Bayangin aja, kalau dikali Rp50 juta, negara mesti nyiapin Rp29 miliar setiap bulan, alias Rp348 miliar setahun—itu baru buat ngekos para wakil rakyat. Sementara, di sisi lain, subsidi pupuk aja masih sering dibilang “nguras APBN.”

Sahroni mencoba menenangkan kritik publik dengan bilang anggota DPR juga sering bagi-bagi bantuan sosial. “Banyak kegiatan empati ke masyarakat, cuma nggak semua harus dipublikasikan. Prinsipnya, uang yang diterima juga kembali ke masyarakat,” katanya.
Tapi kalau logikanya gitu, rakyat kayaknya harus banyak-banyak sabar nunggu “cashback empati” cair entah kapan.

Pengamat kebijakan publik, Dr. Lina Mardiana, malah punya pandangan satir yang lebih nyesek. “Kalau efisiensi ukurannya cuma AC dan gas rusak, berarti standar DPR dalam mengatur anggaran sama aja kayak orang males servis motor, terus milih beli motor baru. Hemat atau pemborosan? Itu pertanyaannya,” ujarnya.

Lina menambahkan, kebijakan ini makin bikin jurang empati DPR ke rakyat melebar. “Di saat masyarakat masih sibuk cari kontrakan murah atau cicilan rumah subsidi, DPR justru bangga menyebut Rp50 juta per bulan itu bentuk penghematan. Padahal, efisiensi itu mestinya diukur dari manfaat publik, bukan kenyamanan elite.”

Pada akhirnya, debat soal tunjangan rumah DPR ini mirip drama sinetron panjang: penuh janji, banyak pembelaan, tapi ending-nya tetap bikin rakyat hanya bisa nyeletuk, “Yaelah, efisien buat siapa?”

Baca yang PENTING! Yang penting, BACA AJA!

You Might Also Like

Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan

Riuh Reuni 212 Mereda, Sampah Menggunung Menyisakan Cerita Baru Malam Itu

TAGGED:Ahmad SahroniKos DPR 50 jutaTunjangan perumahan DPR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sindikat Penipu Gudang Bodong di Semarang Check-in di Hotel Prodeo
Next Article BUMN Kompak! PLN IP & PGE Gaspol Kembangkan Energi Panas Bumi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAK TERDAFTAR BPJS--Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan menjelaskan data kepesertaan BPJS dalam rapat koordinasi di Semarang, Kamis (25/6/2026). (bae)

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

PDIP Balik Serang Isu BEM UBK Terima Uang

Juni 25, 2026
Daerah

Hujan Datang, Banjir Jangan: Semarang Latihan Siaga Bareng FPRB

September 12, 2025
Daerah

Kolaborasi 17 Lembaga, Pemkab Purbalingga Guyur Bantuan Rp10,2 M untuk 5.989 Warga

Agustus 16, 2025
Nasional

Puan Main ke Kampoeng Djadhoel: Belanja, Nyicip Lunpia, sampai Dapet Syal Batik Merah

November 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?