Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi

Rupiah Borobudur Playon 2025, bukan sekada ajang lari. Melainkan moment untuk berbagi dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mendongkrak perekonomian loka.

R. Izra
Last updated: Juli 28, 2025 8:40 am
By R. Izra
6 Min Read
Share
Peserta mulai berlari di garis start saat event Rupiah Borobudur Playon 2025.
Peserta mulai berlari di garis start saat event Rupiah Borobudur Playon 2025.
SHARE

NARAKITA, MAGELANG – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan program edukatif dan inspiratif bertajuk “Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2025: Lari untuk Berbagi” yang diselenggarakan di kawasan Taman Lumbini dan Plaza Beringin, Candi Borobudur, pada tanggal 26–27 Juli 2025.

RBP mulai diselenggarakan melalui kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023, yang diikuti 2.000 pelari, kemudian pada tahun 2024 diikuti 3.000 orang pelari, dan pada tahun 2025 diikuti oleh lebih dari 4.000 pelari.

RBP telah menjadi event tahunan dan masuk ke dalam agenda Sport Tourism Provinsi Jawa Tengah. Event ini mengedepankan misi edukatif untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah; memperluas sistem pembayaran digital dan pelindungan konsumen.

Selain itu, juga untuk mendukung pemberdayaan UMKM, pengembangan sport tourism, promosi pariwisata, dan aksi sosial dalam satu rangkaian program yang menyeluruh.

Tahun ini, panitia memprediksi perputaran uang yang tercipta di kawasan Borobudur dan sekitarnya akan mencapai sekitar Rp 7 miliar. Angka ini melonjak dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar Rp 5 miliar. Uang itu masuk di sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

“Insya Allah tahun ini akan meningkat sampai Rp 7 miliar,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, Minggu (27/7/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno; Asisten Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra; serta Kepala KPw BI Bank Indonesia se-Jawa Tengah dan DIY; Kepala OJK Regional Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Wali Kota dan Bupati di wilayah Jawa Tengah, serta pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan di tingkat regional.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula peresmian perluasan Nota Kesepakatan terkait integrasi Materi Edukasi Rupiah dan Sistem Pembayaran dalam kurikulum pembelajaran di delapan (8) kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program yang telah diinisiasi pada tahun 2024 bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang pada tahap awal difokuskan pada jenjang SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Jawa Tengah, serta bersama Pemerintah Kota Semarang untuk tingkat SD dan SMP.

Kini, cakupan program diperluas ke jenjang pendidikan dasar di delapan daerah, yaitu Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Banyumas, sehingga materi ajar edukasi Rupiah dan sistem pembayaran dapat mulai diimplementasikan di tingkat SD dan SMP pada wilayah tersebut.

Perluasan ini diharapkan mampu menanamkan literasi keuangan sejak dini, menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta membentuk generasi muda yang lebih melek keuangan digital dan bertanggung jawab dalam bertransaksi.

Inisiatif lainnya yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam kegiatan ini adalah perluasan implementasi QRIS Tap dan QRIS Crossborder di kawasan Borobudur, yang diharapkan dapat mendukung kemajuan sektor pariwisata sebagai alternatif sumber pertumbuhan perekonomian daerah.

QRIS Tap merupakan inovasi terbaru dalam sistem pembayaran QRIS yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC), sehingga memungkinkan untuk bertransaksi yang lebih cepat dan praktis cukup dengan menempelkan perangkat ke mesin pembayaran.

Sementara itu, QRIS Cross-Border memungkinkan wisatawan mancanegara dari negara mitra, di antaranya Thailand, Malaysia, dan Singapura, untuk bertransaksi langsung di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.

Kedua inovasi ini diharapkan tidak hanya memperluas digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menjadi katalisator dalam mendorong pariwisata, perdagangan, dan konektivitas ekonomi yang lebih efisien dan inklusif, terutama di destinasi unggulan seperti Borobudur.

Rangkaian kegiatan Rupiah Borobudur Playon meliputi lari berjarak 5 Km dan 10 Km. Biaya registrasi peserta sebesar Rp175.000 untuk 5 Km dan Rp225.000 untuk 10 Km. Seluruh biaya registrasi ini akan didedikasikan untuk dukungan pengembangan sarana dan prasarana kesejahteraan masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Dengan semangat “Lari untuk Berbagi”, diharapkan sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada kesempatan yang sama turut dilaksanakan Awarding Ceremony Jasirah Race 2025 yang menandai berakhirnya perjalanan kompetitif 20 tim peserta dalam menuntaskan berbagai tantangan di lima kota, yaitu Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta.

Dimulai pada 25 Juli 2025 dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah serta sejumlah pemangku kepentingan, kegiatan ini menggabungkan unsur sejarah, digitalisasi, dan sistem pembayaran modern berbasis QRIS dalam format lintas kota menggunakan moda transportasi kereta api.

Sebagai bentuk apresiasi, Jasirah Race 2025 menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Kunjungan Wisata Sejarah Menggunakan Kereta Api Menempuh Jarak Terpanjang, yakni lebih dari 600 kilometer.

Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi serta dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, yaitu PT Kereta Api Indonesia, PT. GoTo Indonesia, Garuda Indonesia, perhotelan, pelaku UMKM, penyedia teknologi, hingga komunitas lokal.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sport tourism dan atraksi wisata sejarah tematik yang berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. (*)

You Might Also Like

Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki

Hari Ketujuh Pencarian Longsor Cilacap Bawa Dua Temuan Baru

Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya

Luthfi Sidak Proyek Perbaikan Jalan Parakan-Patean

Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi

TAGGED:BI jatengmagelangrupiah borobudur playonRupiah Borobudur Playon 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Transaksi Soloraya Great Sale 2025 Tembus Rp10,3 Triliun
Next Article Ilustrasi rekening bank. Hotman Paris Ngamuk-ngamuk, Tolak PPATK Bekukan Rekening Bank 3 Bulan Tanpa Transaksi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Semarang sekaligus Bunda Literasi Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengobarkan semangat membaca kepada anak-anak sejak usia dini.
Daerah

Roadshow Bunda Literasi Semarang, Agustina: Kobarkan Semangat Gemar Membaca kepada Anak-anak

Agustus 29, 2025
Daerah

Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH

April 11, 2026
Daerah

Dana Rp25 Juta per RT, Kejari Semarang Siap Pasang Mata

Agustus 17, 2025
Daerah

Bupati Sudewo yang Kena Badai Politik Disentil Wagub: Kantor Jangan Ditinggalin!

Agustus 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?