Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Beras Oplosan Premium Viral, Apakah Aman Bila Sudah Terlanjur Dimakan? Ini Penjelasan Dokter
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Beras Oplosan Premium Viral, Apakah Aman Bila Sudah Terlanjur Dimakan? Ini Penjelasan Dokter

Secara umum, beras oplosan tidak akan menyebabkan efek kesehatan berat selama tidak dicampur zat asing atau bahan kimia berbahaya.

Nugroho P.
Last updated: Juli 15, 2025 2:38 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Makan nasi beras oplosan.
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Maraknya praktik pengoplosan beras belakangan ini membuat publik geram sekaligus khawatir. Terlebih, beras tersebut dipasarkan dalam kemasan premium dan beredar luas di ritel modern, seperti minimarket hingga supermarket.

Temuan tersebut diungkap langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menyebut bahwa sebanyak 212 merek beras tidak memenuhi ketentuan standar mutu. Dari jumlah itu, 26 di antaranya kuat dugaan merupakan hasil campuran antara beras mutu rendah dengan beras berkualitas.

Lebih parahnya lagi, hasil uji lapangan menyasar produk dari sejumlah perusahaan besar yang selama ini dikenal publik sebagai produsen beras ternama. Wilayah distribusi beras-beras tersebut mencakup sejumlah provinsi, dari Aceh, Lampung, hingga wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta.

Pelanggaran ditemukan dalam berbagai aspek, mulai dari bobot yang tidak sesuai label, klaim kualitas premium yang menipu, hingga penambahan unsur tertentu untuk memperindah tampilan. Tak sedikit konsumen merasa tertipu karena membeli produk mahal namun isinya tak sebanding.

Tak pelak, kekhawatiran pun bermunculan. Apakah beras oplosan bisa membahayakan jika telah dikonsumsi? Banyak warga bertanya-tanya, terlebih bagi mereka yang terlanjur memasak dan menghidangkan beras yang diduga tidak murni.

Seberapa Bahaya

Menanggapi keresahan tersebut, dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa tidak semua beras oplosan otomatis berbahaya. Menurutnya, selama beras tersebut tetap berbahan dasar beras asli tanpa bahan kimia, maka dampaknya tidak fatal secara medis.

“Secara umum, beras oplosan tidak akan menyebabkan efek kesehatan berat selama tidak dicampur zat asing atau bahan kimia berbahaya,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (15/7/2025).

Namun, ia menekankan bahwa kualitas beras tentu mempengaruhi nilai gizi makanan. Dalam beras premium, biasanya kandungan vitamin B1 atau tiamin lebih tinggi dibanding beras biasa. Bila dicampur, maka nilai gizinya bisa menurun.

Tak hanya itu, kualitas beras juga mempengaruhi daya tahan nasi yang dihasilkan. Menurut dr Aru, nasi dari beras berkualitas rendah cenderung lebih cepat basi, bertekstur lembek, dan mudah berair ketika disimpan dalam suhu ruang.

“Kalau pakai beras bagus, nasi bisa tahan seharian tanpa berubah rasa. Tapi kalau kualitasnya di bawah, biasanya cepat asam,” ungkapnya.

Meski dari sisi kesehatan tidak menyebabkan keracunan langsung, ia menyoroti bahwa persoalan utama terletak pada etikanya. Beras dengan mutu rendah dijual seolah-olah berstandar tinggi, dan dijajakan dengan harga premium. Ini, menurut dr Aru, adalah bentuk penipuan sistematis yang merugikan konsumen.

Ia mengingatkan bahwa tindakan semacam ini mencerminkan degradasi moral pelaku usaha yang hanya mengejar untung tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.

“Kalau bicara medis mungkin tidak bahaya langsung. Tapi secara sosial dan etika, ini sangat memprihatinkan. Konsumen ditipu, uang habis, gizi pun berkurang,” ucapnya.

dr Aru juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif saat membeli bahan pangan pokok, termasuk beras. Ia menyarankan agar pembeli mencermati warna, tekstur, aroma, dan label kemasan secara teliti sebelum memutuskan membeli.

Senada dengan itu, seorang pengepul beras di Banjarnegara, Suparlan (47), menambahkan bahwa solusi paling aman agar tidak tertipu adalah membeli langsung dari penggilingan padi. Menurutnya, proses di lapangan bisa disaksikan langsung oleh pembeli, sehingga tidak ada ruang untuk manipulasi.

“Kalau beli dari kami langsung, bisa lihat berasnya diolah di depan mata. Nggak mungkin ada campur-campur. Dari dulu saya nggak pernah niat untuk nipu orang desa,” ujar Suparlan saat ditemui di tempat usahanya.

Ia mengaku miris melihat praktik oplosan yang kini viral. Baginya, menjual beras apa adanya lebih berkah ketimbang mengoplos dan mengelabui pembeli demi untung sesaat.

Kasus beras oplosan ini pun jadi pelajaran penting bagi semua pihak: pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Bagi pelaku, ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen tidak bisa dibeli dengan kemasan semata. Bagi pemerintah, ini sinyal untuk memperketat pengawasan rantai distribusi pangan.

Sementara bagi masyarakat, penting untuk kembali membangun budaya waspada dan kritis saat berbelanja. Karena di balik sebutir nasi, bisa jadi tersimpan praktik curang yang tak kasat mata. (*)

You Might Also Like

ASN Nggak Cuma Absen: Pemkot Semarang Lagi Serius Ngurusin Talenta

Wow, Jantung Pisang Bisa Bikin Lancar  ASI, dan Ini Manfaat Lainnya

Berani Masuk? Ini 8 Desa Paling Angker di Indonesia, Nomor 5 Bikin Merinding!

Tersangka Korupsi BUMD Cilacap Tak Terima Ditahan Kejaksaan, Maunya Apa?

Momen Kabid Humas Polda Jateng Selamatkan Mobil Mogok di Lintasan Rel KA Madukoro Semarang

TAGGED:beli beras asliberas palsuBeras Premium Oplosanefek makan beras oplosanefek makan beras palsu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih
Next Article SETIAP hari, masyarakat diminta untuk terus sibuk membicarakannya. Mulai dari keturunan PKI, ijazah palsu, kondisi fisik yang sakit-sakitan setelah tidak lagi menjabat presiden, bahkan isu kematiannya, pemakzulan Wapres Gibran, hingga wacana penugasan ngantor ke Papua. Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Lagi Panas-Panasnya, Suhu Capai 37,1 Derajat

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Badan Legislasi DPR bareng Menteri Hukum dan PPUU DPD ngadain rapat buat evaluasi Prolegnas RUU Prioritas 2025. Dari 42 RUU, sudah banyak yang jalan, termasuk RUU seru soal industri, pekerja platform, dan perampasan aset. Foto: dok/ist.
Unik

Baleg DPR Gas Pol Evaluasi Prolegnas 2025, RUU Perampasan Aset Masuk Prioritas

September 10, 2025
Unik

Geger Ayam Goreng Pakai Minyak Babi di Solo, Begini Cara Kenalinya!

Mei 27, 2025
Unik

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

Mei 12, 2026
Presiden Prabowo Subianto melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru di Kabinet Merah Putih, Senin (8/9/2025), termasuk pembentukan Kementerian Haji dan Umroh yang jadi sorotan publik. Nama-nama baru seperti Purbaya Yudhi Sadewa, Mukhtaruddin, hingga Dahnil Anzar Simanjuntak resmi masuk kabinet. Foto: dok.
Unik

Reshuffle!! Prabowo Lantik 4 Menteri Baru dan 1 Wamen

September 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Beras Oplosan Premium Viral, Apakah Aman Bila Sudah Terlanjur Dimakan? Ini Penjelasan Dokter
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?