Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: EBT Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Global 21 Persen pada 2060, Ini Syaratnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

EBT Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Global 21 Persen pada 2060, Ini Syaratnya

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyebut, peralihan secara masif dari energi fosil menuju EBT bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi global 21 persen pada 2060.

R. Izra
Last updated: Juli 6, 2025 2:35 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
SHARE

NARAKITA – Kajian yang dilakukan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Octopus Energy, dan Pardee Institute di Universitas Denver, menyebut energi baru terbarukan (EBT) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi global 21 persen pada 2060.

Hasil kajian itu menyatakan, pertumbuhan ekonomi itu teracapai jika dunia secara cepat beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan.

Sementara, pada saat yang sama dunia mengatasi masalah kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dua langkah secara beriringan itu, maka akan ada penghematan besar di sektor energi global yang bisa mencapai 20 triliun dolar AS.

Mengutip Edie, Sabtu (5/7/2025), studi mencatat jika tidak ada perubahan signifikan terhadap kebijakan nasional di berbagai negara maka bahan bakar fosil akan terus menyumbang lebih dari separuh (51,2 persen) produksi energi primer pada tahun 2060.

Produksi energi primer adalah total energi yang diekstrak atau dipanen langsung dari alam.

Jadi, proyeksi ini menunjukkan bahwa, meski ada dorongan untuk energi terbarukan, kita masih akan sangat bergantung pada bahan bakar fosil bahkan hingga tahun 2060 bila tidak ada perubahan kebijakan.

Hal tersebut akan menyebabkan intensitas energi tetap tinggi.

Intensitas energi ini merupakan ukuran seberapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit Produk Domestik Bruto.

Artinya, jika intensitas energi tinggi maka suatu negara atau ekonomi membutuhkan banyak energi untuk menghasilkan kekayaan atau output ekonomi, menunjukkan pemborosan atau kurangnya efisiensi energi secara keseluruhan.

Sementara itu, kendala infrastruktur jaringan, yang disebabkan oleh kurangnya investasi dan sistem perencanaan yang ketinggalan zaman, akan menghambat penyerapan energi terbarukan dan merusak akses energi universal.

Padahal, emisi yang dihasilkan dari sektor listrik, transportasi, industri, dan bangunan saja akan menyebabkan tingkat pemanasan global yang akan melampaui batas Perjanjian Paris, membahayakan kehidupan dan merusak kemajuan dalam akses energi, pendidikan, air bersih, sanitasi, dan gizi.

Akan tetapi laporan ini juga menjelaskan apa yang akan terjadi jika upaya untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan seperti tenaga angin, surya, dan panas bumi dibarengi dengan perubahan kebijakan untuk meningkatkan mata pencarian dan kesejahteraan.

Apa yang bisa disimpulkan adalah sangat mungkin untuk memangkas separuh intensitas energi dan mengurangi pangsa bahan bakar fosil dalam produksi primer menjadi 11,5 persen pada tahun 2060.

Pengurangan intensitas energi akan dipimpin oleh negara-negara berpenghasilan tinggi, yang lebih dari cukup untuk mengkompensasi peningkatan permintaan dan intensitas energi seiring dengan berkembangnya negara-negara lain.

Jika skenario ini dijalankan, total akumulasi uang yang bisa dihemat secara global hingga tahun 2060 adalah 20,4 triliun dolar AS dibandingkan terus-menerus menggunakan pendekatan yang bergantung pada bahan bakar fosil.

Rincian penghematan menurut studi yakni sebesar 8,9 triliun dolar AS yang didapat dari penggunaan energi yang lebih efisien di berbagai sektor serta teknologi yang lebih hemat energi.

Lalu sebesar 11,5 triliun dolar AS yang berasal dari biaya energi terbarukan yang lebih rendah. Rincian tersebut belum termasuk biaya yang dapat dihindari dari risiko dampak negatif dari perubahan iklim.

Dengan beralih ke energi terbarukan dan mengurangi emisi, kita dapat mengurangi keparahan risiko-risiko tersebut sehingga menghindari biaya-biaya besar yang seharusnya akan ditanggung.

“Saat ini, dunia menghadapi tantangan ganda: memajukan kesejahteraan manusia sambil mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan yang didorong oleh bahan bakar fosil,” kata direktur global perubahan iklim UNDP, Cassie Flynn. (*)

You Might Also Like

Pertamina NRE Ekspansi ke Luar Negeri, Borong Saham Perusahaan EBT di Filipina

BUMN Kompak! PLN IP & PGE Gaspol Kembangkan Energi Panas Bumi

Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

Karpet Merah Prabowo untuk Prancis, Investasi Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Beda Sikap! China Tolak Keras Dewan Perdamaian Trump, Indonesia Manut Amerika

TAGGED:ebt dongkrak ekonomi globalebt ekonomi globalpbbundp
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi kantor pusat Google. Google Dihukum Bayar Denda Rp 5 Triliun kepada Pengguna Android, Ini Kasusnya
Next Article Menteri HAM Natalius Pigai. Menteri Pigai Tolak Usulan Stafsus Kemen HAM Jadi Penjamin Penjahat Intoleransi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae)

Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

DPR Desak Dunia Bertanggung Jawab, Prajurit RI Gugur di Misi Damai

April 1, 2026
Sirkular

Gaskeun Energi Bersih: Jateng Resmi Luncurkan ‘Forum Anti Emisi’

Desember 5, 2025
Sirkular

DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Pembangkit EBT

Agustus 5, 2025
Politisi PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta industri semen jadi pelopor terwujudnya target Net Zero Emissions 2060.
Sirkular

DPR Minta Industri Semen Pelopori Gerakan Energi Hijau

Juli 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: EBT Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Global 21 Persen pada 2060, Ini Syaratnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?