Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kelelawar Bersarang di Atap Rumah? Waspadai Ancaman Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Kelelawar Bersarang di Atap Rumah? Waspadai Ancaman Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia

Dari hasil penelitian tersebut, delapan jenis virus baru berhasil diidentifikasi dari tubuh kelelawar yang diteliti. Virus-virus ini tidak menimbulkan gejala pada kelelawar, tet

Nugroho P.
Last updated: Juli 2, 2025 5:26 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Kelelawar
SHARE

KEBERDAAN kelelawar yang bergelantungan di atap rumah mungkin sering dianggap wajar oleh sebagian masyarakat. Namun, di balik kebiasaannya yang jinak dan hanya aktif saat malam, hewan ini ternyata menyimpan potensi besar sebagai penyebar penyakit berbahaya ke manusia.

Guru Besar dari IPB University, Prof. Drh. Agus Setiyono, M.S., Ph.D., mengingatkan bahwa kelelawar bukan sekadar pengganggu malam hari. Dari riset yang ia lakukan bersama tim, kelelawar terbukti menjadi inang bagi berbagai mikroorganisme patogen yang bisa menyebabkan penyakit serius.

“Air liur, kotoran, dan bahkan sisa buah yang terbawa dari mulut kelelawar bisa menjadi sumber penyebaran virus maupun bakteri,” jelas Agus, dalam keterangan tertulis yang dirilis IPB University pada Senin (1/7/2025).

Dari hasil penelitian tersebut, delapan jenis virus baru berhasil diidentifikasi dari tubuh kelelawar yang diteliti. Virus-virus ini tidak menimbulkan gejala pada kelelawar, tetapi bisa sangat berbahaya jika berpindah ke tubuh manusia.

Menurut Agus, situasi tersebut justru membuat ancaman makin tidak terdeteksi. “Karena kelelawarnya tidak tampak sakit, banyak yang tidak sadar bahayanya. Tapi ketika virus itu berpindah ke manusia, bisa sangat mematikan,” katanya.

Beberapa gejala awal yang bisa muncul dari infeksi ini kerap kali tampak sepele, seperti flu ringan, nyeri badan, atau demam. Namun jika dibiarkan, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti radang otak atau ensefalitis.

Dalam beberapa kasus, virus yang ditularkan kelelawar bahkan pernah menjadi pemicu wabah berskala besar, seperti kejadian virus Nipah yang menyerang wilayah Asia Tenggara beberapa tahun silam.

Lebih lanjut, Agus juga menyebut bahwa aktivitas manusia turut memperbesar risiko penularan zoonosis. Hilangnya hutan sebagai habitat alami membuat kelelawar masuk ke lingkungan warga, mencari makanan dari pohon buah yang tumbuh di pekarangan.

“Ketika sumber makanan mereka terganggu, mereka akan mencari yang baru, dan sayangnya, lingkungan manusia menjadi sasaran terdekat,” jelasnya.

Pola ini memicu interaksi tidak langsung antara manusia dan kelelawar, yang membuat jalur penularan penyakit makin terbuka. Meski tidak bersentuhan langsung, keberadaan kelelawar di sekitar rumah cukup untuk meningkatkan risiko penularan.

Untuk menekan ancaman ini, Agus menyarankan pendekatan yang menyeluruh. Salah satunya adalah edukasi tentang bahaya zoonosis dan pentingnya menjaga jarak dari satwa liar, terutama kelelawar yang habitat aslinya terganggu.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa pemahaman yang cukup, akan sulit menghindari potensi penularan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bukan berarti kelelawar harus dibasmi. Namun, kesadaran untuk tidak membiarkan mereka tinggal di sekitar rumah harus mulai ditanamkan.

“Langkah terbaik adalah mencegah kelelawar bersarang di rumah, dan tetap menjaga ekosistem agar mereka tidak kehilangan tempat tinggal alaminya,” pungkas Agus.

Dengan pengetahuan dan kewaspadaan yang lebih tinggi, masyarakat diharapkan bisa melindungi diri dari risiko penyakit yang mungkin tak terlihat, namun nyata mengintai. (*)

You Might Also Like

Liburan Luar Negeri Tetap Nyaman Tanpa Ribet Buat Muslim

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali saat Berlayar dari Ketapang, Diduga Bocor

Asamnya Nampol Banget, Jeruk Nipis Diam-Diam Bikin Lambung Kewalahan

Udah 40 ke Atas? Stop Makan Enak yang Bikin Sengsara Ini

Ihwal Penangkapan Mahasiswi ITB, Amnesty Internasional: Polri Membangkang Putusan MK

TAGGED:kelelawarpenyakitviruszoonosis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SK pengesahan perpanjangan kepengurusan DPP PDI Perjuangan kembali digugat oleh kadaernya. SK Kepengurusan Megawati Soekarno Putri Kembali Digugat
Next Article Tangis Pecah saat Tuntutan 5,5 Tahun Dibacakan untuk Eks Cawabup Purbalingga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi aksi penganiayaan.
Unik

Oh Ternyata Ini Kronologi dan Penyebab Guru Tendang Siswa di Demak

Juni 12, 2025
Kanit Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Michael Akmal Kayom usai bersaksi di sidang terdakwa Aipda Robig Zaenudin di PN Semarang, Selasa (2462025). (bae)
Unik

Kanitresnarkoba Semarang Ungkit Uang Santunan untuk Keluarga Korban Penembakan Aipda Robig

Juni 24, 2025
Unik

PDIP Langsung Gelar Kongres setelah Hasto Diberi Amnesti, Megawati Dikukuhkan Jadi Ketua Umum

Agustus 1, 2025
Unik

Cek Syarat Penerima dan Cara Terima Bantuan Subsidi Upah

Juni 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kelelawar Bersarang di Atap Rumah? Waspadai Ancaman Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?