Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Awas, Muncul Tren Pejabat Jualan Kursi SPMB!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Awas, Muncul Tren Pejabat Jualan Kursi SPMB!

Dugaan praktik tidak jujur, yang dilakukan pejabat mulai dari pungli hingga jual beli kursi sekolah, membuat publik resah.

Nugroho P.
Last updated: Juni 20, 2025 2:38 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi SPMB
SHARE

NARAKITA, JAKARTA — Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, suara-suara kecurigaan terhadap proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kembali mencuat. Dugaan praktik tidak jujur, mulai dari pungli hingga jual beli kursi sekolah, membuat publik resah. Legislator dari Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti, angkat bicara dan menuntut sikap tegas dari seluruh pihak terkait.

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan ruang kompromi bagi kepentingan pribadi, terlebih oleh oknum pejabat yang mencoba memanfaatkan pengaruhnya. “Jangan sampai ada yang bermain belakang, apalagi mengatasnamakan jabatan. Itu tidak bisa dibenarkan,” tegasnya, Jumat (20/6/2025).

Esti mengingatkan bahwa setiap tindakan kecurangan, termasuk permintaan jatah kursi sekolah untuk kerabat pejabat, harus ditindak secara serius. Hal ini demi menjaga integritas sistem pendidikan yang seharusnya bersih dan berkeadilan.

Masyarakat di sejumlah daerah telah menyuarakan keresahannya. Di Kota Bandung, misalnya, tersiar kabar mengenai dugaan jual beli kursi di beberapa SMP negeri, dengan harga mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta per kursi. Praktik ini disebut-sebut melibatkan oknum di lingkungan sekolah.

Esti mendesak agar segala bentuk pungutan liar dalam proses penerimaan murid segera diberantas. Ia menyebut praktik tersebut tak hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk mendapat pendidikan yang layak.

“Anak-anak dari keluarga kurang mampu jadi korban kalau kursi sekolah hanya diberikan kepada yang bisa membayar. Ini mencederai prinsip keadilan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa sistem SPMB saat ini seharusnya sudah melalui perbaikan dari tahun ke tahun. Karena itu, ia menuntut pelaksanaan seleksi yang lebih baik, jujur, dan jauh dari intervensi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

Meski begitu, Esti menyadari bahwa sejumlah tantangan teknis masih kerap muncul. Kendala teknologi serta kurangnya literasi digital di kalangan orang tua menjadi hambatan tersendiri dalam proses pendaftaran online.

Karena itu, ia mengimbau setiap sekolah aktif mendampingi para orang tua, terutama yang belum terbiasa menggunakan sistem daring. Peran kepala sekolah dianggap sangat penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan mudah dipahami.

“Kalau kepala sekolah tidak paham sistemnya, bagaimana mereka bisa menjelaskan ke orang tua siswa? Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.

Selain itu, Esti juga menekankan pentingnya transparansi dalam sistem pendaftaran. Ia menyarankan agar data dan posisi peserta dalam antrean bisa diakses publik secara terbuka, agar tak ada ruang bagi spekulasi dan tudingan negatif.

“Transparansi akan mencegah kecurigaan. Orang tua perlu tahu kenapa anak mereka tidak lolos dan siapa yang lolos,” tambahnya.

Langkah-langkah konkret dari pemerintah pusat dan daerah pun dianggap perlu segera dilakukan. Esti menilai, pengawasan yang aktif dan menyeluruh akan mencegah celah-celah kecurangan di level pelaksana.

“Kalau memang ada yang nakal, jangan ragu tindak secara hukum. Tak boleh ada kompromi,” tegas legislator dari DIY itu.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dani Nurahman, membenarkan bahwa Saber Pungli telah mengingatkan Pemkot terkait dugaan transaksi kursi sekolah di empat SMP negeri. Namun, ia menyebut semuanya masih dalam proses klarifikasi.

“Kalau benar terjadi, baik yang menawarkan maupun yang menyanggupi harus bertanggung jawab secara hukum,” kata Dani.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, membantah telah terjadi kecurangan di Bandung. Menurutnya, hasil investigasi tidak menemukan bukti kuat tentang jual beli kursi.

“Kami sudah koordinasi langsung dengan wali kota, dan tidak ada indikasi pelanggaran,” ujarnya usai pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat.

Meski demikian, sorotan publik tidak bisa diabaikan. Bagi Esti, sistem pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa, dan jika sejak proses awalnya saja sudah tercemar, maka kerusakan yang lebih luas bisa terjadi.

Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan tegas: jangan biarkan kepentingan politik, uang, atau jabatan merusak masa depan generasi muda. “Kalau SPMB saja tidak jujur, mau dibawa ke mana dunia pendidikan kita?” tandasnya. (*)

You Might Also Like

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

Isu Menteri Keuangan Masuk RS Bikin Publik Auto Ribut

Waspada! Ada Fenomena Jemaah Haji Mirip ‘Zombi’ Tahun 2026

Wajah Jokowi Penuh Bercak Merah, Publik Panik: Sakit Serius atau Alergi Biasa?

Real-World Examples of Artificial Intelligence at Work

TAGGED:jual beli kuirsipendaftaran siswa barupunglispmb 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kota Semarang Juara Umum Popda 2025
Next Article Aspidsus Kejati Jateng, Lukas Alexander Sinuraya menegaskan akan mengejar pelaku lain dalam korupsi kakao fiktif UGM. Foto: Dok Korupsi BUMD Cilacap, Kejati Buka Peluang Adanya Tersangka Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Ceqiu Pool & Cafe Resmi Dibuka, KONI Semarang Yakin Lahir Pebiliar Muda Berprestasi

September 20, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dukungan pemerintah China untuk membuka blokade bantuan kemanusiaan di Gaza
Unik

Ketua DPR RI Minta RRT Bantu Buka Blokade Kemanusiaan di Gaza

Mei 25, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri jamuan makan malam Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Minggu (11/5/2025).
Unik

Puan Maharani Ajak Parlemen Negara Anggota OKI Prioritaskan Perjuangan Palestina

Mei 12, 2025
Unik

Kenalan Sama Istilah Sepatu Yuk, dari Formal hingga Santai

Agustus 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Awas, Muncul Tren Pejabat Jualan Kursi SPMB!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?