BACAAJA, PALEMBANG– Catatan buruk empat laga tanpa kemenangan akhirnya patah di Stadion Jakabaring. PSIS Semarang pulang dari Palembang dengan senyum lebar setelah melumat Sumsel United 4-1.
Mahesa Jenar bukan cuma membawa pulang tiga poin, tetapi juga sedikit mengurangi tekanan yang belakangan menghantui tim dan sang pelatih, Widodo Cahyono Putro.
Kemenangan tersebut diraih dalam lanjutan pekan ke-9 Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (7/11/2026) sore.
Sebelum pesta empat gol ini, PSIS melewati empat laga tanpa kemenangan dengan catatan dua kali imbang dan dua kali kalah. Kini, keran kemenangan akhirnya kembali terbuka.
Baca juga: PSIS Mandul Empat Laga, Widodo C Putro Kecewa Berat
PSIS langsung tancap gas sejak babak pertama. Keunggulan 1-0 datang pada menit ke-15 setelah Kenneth Ngwoke mencetak gol bunuh diri. Deri Corfe kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-38.
Memasuki babak kedua, Mahesa Jenar belum mau mengendurkan serangan. Jonathan Bustos memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-58, sebelum Lorensius Sabda menambah gol keempat pada menit ke-79.
Sumsel United hanya mampu membalas satu gol. Skor 4-1 pun menjadi penutup laga sekaligus hadiah manis bagi PSIS yang sudah cukup lama puasa kemenangan.
Seusai pertandingan, pelatih PSIS, Widodo Cahyono Putro mengaku bersyukur timnya akhirnya kembali merasakan kemenangan. “Puji syukur alhamdulillah untuk PSIS Semarang dan kami yang telah memenangkan pertandingan pada laga hari ini. Memang dalam empat pertandingan sebelumnya kami tidak pernah menang,” kata Widodo.
Apresiasi Pemain
Ia mengapresiasi kerja keras pemain yang mampu membawa pulang tiga poin dari kandang lawan. Namun, kemenangan besar ini diminta tidak membuat skuad PSIS cepat puas.
Menurutnya, perjalanan kompetisi masih panjang sehingga konsistensi dan fokus harus tetap dijaga. Para pemain juga diminta terus bekerja keras, menjaga kerendahan hati, dan tidak terlena dengan satu hasil positif.
Ada satu pernyataan Widodo yang cukup menggelitik seusai pertandingan. Dengan nada bercanda, ia menyinggung nasibnya sebagai pelatih jika PSIS kembali gagal meraih hasil positif. “Jika tidak bermain ngotot, kami bisa kalah dan nanti saya dipecat,” kelakarnya.
Di balik candaan tersebut, Widodo menegaskan kemenangan tidak datang begitu saja. Diperlukan daya juang, kerja keras, dan komitmen bersama seluruh pemain.
Baca juga: Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS
Ia juga mengapresiasi sejumlah gol yang lahir melalui skema permainan tim. Menurutnya, pola tersebut perlu terus diasah agar PSIS semakin tajam dalam pertandingan berikutnya. “Kita boleh senang, tetapi jangan berlarut-larut; kita harus segera fokus pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Kemenangan 4-1 ini memang menjadi suntikan moral penting bagi Mahesa Jenar. Namun, satu kemenangan belum otomatis menghapus semua persoalan yang sebelumnya membayangi tim.
Setidaknya, untuk sementara Widodo bisa bernapas lebih lega. Sebab, di sepak bola, kemenangan bukan cuma soal tiga poin, tetapi kadang juga soal memperpanjang masa kerja pelatih.
PSIS akhirnya menang besar, suporter bisa tersenyum, dan kursi Widodo mungkin sedikit lebih hangat. Tapi jangan sampai kemenangan ini cuma jadi obat penunda, bukan awal kebangkitan. (tebe)

