BACAAJA, SEMARANG – Di antara ratusan wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang maju ke panggung untuk menerima tanda kelulusan, ada satu momen yang membuat suasana mendadak hening.
Bukan sang mahasiswa yang datang mengenakan toga, melainkan kedua orang tuanya yang melangkah ke depan sambil membawa foto anak mereka.
Satrio Aji Sabarno, mahasiswa Fakultas Teknik Untag seharusnya menjadi salah satu wisudawan dalam prosesi Wisuda ke-94 Untag Semarang di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (4/11/2026). Namun, dia telah meninggal dunia pada 8 September 2026.
Bacaaja: Untag Semarang Luluskan 713 Wisudawan Jenjang D3 hingga Doktor
Bacaaja: 12 Mahasiswa Asing Ikuti Wisuda ke-94 Untag Semarang, Rektor Beri Apresiasi Khusus
Rektor Untag Semarang, Prof Suparjo, kemudian turun dari panggung. Dia menghampiri orang tua Satrio dan menyerahkan tanda bukti kelulusan putra mereka.
Momen itu berlangsung dalam suasana hening. Para hadirin menyaksikan orang tua Satrio menerima tanda kelulusan yang semestinya diberikan langsung kepada anaknya.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Suparjo menyampaikan kabar duka. Bahkan tak hanya Satrio, tapi ada satu lagi calon wisudawan yang meninggal dunia sebelum mengikuti wisuda.
“Saya sangat prihatin karena dua calon wisudawan yang berangkat mendaftar untuk mengikuti wisuda mengalami kecelakaan sehingga harus menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Satu dari Fakultas Teknik dan dari Yogyakarta, yang kedua dari Fakultas Hukum,” kata Suparjo. (bae)

