Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sudahkah Pejabat Merasakan Transportasi Publik?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Sudahkah Pejabat Merasakan Transportasi Publik?

Redaktur Opini
Last updated: November 2, 2026 3:35 pm
By Redaktur Opini
2 Min Read
Share
SHARE

Abdullah Ulul Albab, mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Walisongo Semarang.

Ada nilai kesetaraan, efisiensi anggaran, hingga kesempatan bagi pejabat untuk merasakan langsung kualitas pelayanan publik.

Pejabat publik seharusnya tidak hanya membuat kebijakan transportasi. Tetapi juga merasakan langsung layanan yang digunakan masyarakat. Satu di antaranya yaitu dengan membiasakan diri naik bus, kereta, atau sepeda untuk beraktivitas.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi cerminan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.

Ia mencontohkan, sejumlah negara Eropa seperti Swedia, Belanda, dan Jerman. Di negara-negara tersebut, penggunaan transportasi publik oleh pejabat bukan hal asing. Bahkan, anggota parlemen Jerman mendapat fasilitas BahnCard 100 untuk menggunakan jaringan kereta api.

Sementara di Belanda, budaya bersepeda juga dipraktikkan para pejabat, termasuk mantan Perdana Menteri Mark Rutte yang dikenal sering mengayuh sepeda menuju kantornya.

Menurut Djoko, kebiasaan tersebut bukan sekadar gaya hidup ramah lingkungan. Ada nilai kesetaraan, efisiensi anggaran, hingga kesempatan bagi pejabat untuk merasakan langsung kualitas pelayanan publik.

Ia menilai Indonesia, khususnya Jakarta, sebenarnya memiliki peluang menerapkan kebiasaan serupa. Terlebih, transportasi umum di Ibu Kota terus berkembang dan semakin menjangkau kawasan perkantoran pemerintahan.

Djoko mengusulkan agar pejabat kementerian dan pimpinan lembaga membiasakan diri menggunakan transportasi umum, termasuk ketika menghadiri agenda pemerintahan di Istana Negara.

Bahkan, ASN di kementerian dan lembaga pusat dapat dijadwalkan menggunakan transportasi umum setidaknya sekali dalam sepekan. Menurutnya, kebijakan tersebut bisa menjadi cara sederhana untuk menguji kualitas layanan transportasi publik dari sudut pandang penggunanya.

Dengan begitu, pejabat tidak hanya menerima laporan di balik meja. Tetapi juga mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat saat menggunakan angkutan umum.

Kebiasaan ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan transportasi yang lebih responsif, sekaligus memperkuat kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Ketika Wakil Rakyat Merasa Tersaingi Rakyatnya Sendiri

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Bisakah Kita Memulai Revolusi dari Secangkir Kopi?

Dari Bayangan Luhut ke Menteri Keuangan: Purbaya Si Anak Buah Kini Jadi Bos

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tangisan Bayi Pecah di Garasi, Ada Pesan Menyentuh
Next Article Politikus PDIP yang kini menjabat sebagai Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Bupati Afif Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM Wonosobo Melek AI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Tidak Ada Alasan Bermusuhan, Semua Manusia Bersaudara Atas Nama Kemanusiaan

Juni 25, 2026
Opini

Degradasi Organisasi Mahasiswa: Hidup Segan Mati Tak Mau!

Januari 8, 2026
Opini

Pantura Mulai Tenggelam, Sastra Pertunjukan Harus Menyuarakan Persoalan Krisis Lingkungan

Oktober 28, 2026
Opini

Urban Parenting dan Mitos “Anak Baik-Baik Saja”

Januari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sudahkah Pejabat Merasakan Transportasi Publik?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?