BACAAJA, SOLO – Projo menegaskan anak sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, nggak akan mundur dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI).
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara konsolidasi relawan di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Kota Solo, Sabtu (31/10/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda sekaligus menjadi ajang silaturahmi relawan pendukung Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah tokoh relawan turut hadir, di antaranya Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar dan Ketua Umum DPP Militan Gibran 08 Nusantara Andi Azwan.
Budi Arie menyebut acara itu menjadi momentum memperkuat kebersamaan para relawan. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pesta UMKM.
“Ini acara konsolidasi dan silaturahmi menyambut Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober bersama relawan,” kata Budi.
Budi Arie Yakin Gibran Tak Mundur
Di sela acara, Budi Arie turut menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan SMA milik Gibran.
Ia menyatakan menghormati putusan lembaga peradilan yang berwenang.
Namun, saat ditanya apakah putusan tersebut bisa membuat Gibran mundur dari jabatan Wakil Presiden, Budi Arie langsung membantah.
“Itu kan cuma Suket. Jadi tidaklah Wapres Gibran mundur. Surat keterangan sudah bisa diterima. Itu rezim administrasi negara, bukan rezim pemilu,” tegasnya.
Pernyataan Budi Arie ini menambah ramainya polemik dokumen pendidikan Gibran setelah MA membatalkan Suket penyetaraannya.
Sementara itu, perdebatan mengenai dampak putusan tersebut terhadap jabatan Wakil Presiden masih menjadi sorotan publik. (*)

