Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026

T. Budianto
Last updated: Oktober 27, 2026 5:57 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MANDAYA AWARD: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berfoto bersama usai menerima penghargaan Mandaya Award 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Pemprov Jateng meraih Mandaya Award 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.

Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam acara puncak penganugerahan Mandaya Award di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar serta sejumlah menteri dan wakil menteri. Dalam kategori tersebut, Jateng bersanding dengan tiga provinsi lain, yakni Lampung, Gorontalo, dan Sumatera Selatan.

Ahmad Luthfi mengatakan penghargaan itu menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan, termasuk melalui program pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Jateng Turun

“Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan Mandaya Awards, salah satu provinsi yang mempunyai kepedulian terkait dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah pengakuan secara nasional yang diberikan oleh Menko kepada Jawa Tengah dan kabupaten/kota,” kata Luthfi.

Berdasarkan data per Maret 2026, tingkat kemiskinan di Jateng tercatat 9,21 persen atau sekitar 3,29 juta penduduk. Angka tersebut turun 0,18 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 9,39 persen.

Meski menunjukkan penurunan, pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan upaya pengentasan kemiskinan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Luthfi menegaskan, penanganan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi. Kolaborasi perlu diperkuat bersama pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga, Baznas Jawa Tengah, serta sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Salah satu upaya yang dikembangkan ialah program Kecamatan Berdaya. Pemprov Jateng juga melibatkan kalangan akademisi untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan 177 perguruan tinggi.

“Pemprov tidak bisa berdiri sendiri, kita menerapkan collaborative government dengan berbagai pihak termasuk 177 kampus. Akademisi kita terjunkan untuk membantu mereduksi kemiskinan,” ujarnya.

Kategori Pemkab

Selain tingkat provinsi, sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng turut memperoleh penghargaan. Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo meraih penghargaan kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.

Sementara Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan. “Ini bukti bahwa output daripada kegiatan pembangunan adalah masyarakat bisa berdaya dan sejahtera,” kata Luthfi.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini menjelaskan, strategi penurunan kemiskinan di wilayahnya bertumpu pada tiga pendekatan.

Pertama, memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan rentan. Kedua, mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui program satu organisasi perangkat daerah (OPD) mendampingi satu desa. Program tersebut telah berjalan lebih dari lima tahun.

Baca juga: Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan

Ketiga, memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan instansi vertikal. Bentuknya antara lain pelatihan keterampilan serta pemberian modal yang bersumber dari pemerintah, CSR, Baznas, dan pihak lainnya.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengatakan, Mandaya Award menjadi simbol transformasi pendekatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Penanganan kemiskinan, menurutnya, tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga harus memperkuat kemampuan masyarakat agar lebih mandiri.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin atau kurang mampu, termasuk melalui program Sekolah Rakyat. “Kami ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri,” kata Muhaimin.

Penghargaan Mandaya Award menjadi pengakuan atas upaya yang telah dilakukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan penurunan angka kemiskinan berjalan berkelanjutan, disertai peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat agar mereka tidak terus bergantung pada bantuan. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

Fakta Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Bus Diadang Aparat TNI-Polri hingga soal CCTV

Aturan Baru Ancam Eksistensi Pers Mahasiswa Fakultas UIN Walisongo

3.200 Warga Mengungsi, Dampak 450 Rumah Ludes Terbakar di Penjaringan Jakarta Utara

Penerbangan Solo-Bandung & Solo-Surabaya Comeback

TAGGED:ahmad luthfiangka kemiskinan jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemkot Semarang Tanggung Iuran Kesehatan 180.000 Warga
Next Article Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Nusron Dipanggil Lagi, MAKI Minta KPK Tak Lembek

TUNTUT HAK ATAS TANAH - Petani Punderejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun) menggelar aksi demonstrasi di Kanwil BPN Jateng, Selasa (27/10/2026). Mereka menuntut hak atas tanah seluan 7,3 hektar yang disengketakan oleh PT Laju Perdana Indah dikembalikan kepada rakyat. (dul)

Petani Pundenrejo Pati Demo di Kantor BPN Jateng, Tuntut Lahan Pertanian Dikembalikan

Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi

Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026

Pemkot Semarang Tanggung Iuran Kesehatan 180.000 Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Info

Antisipasi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air

Mei 4, 2026
Pendidikan

Kampus se-Jateng Diajak Perkuat Kolaborasi

Agustus 30, 2026
Info

Healing Sehat dan Instagramable ala Karenina Agung Resort Gunungpati

Januari 14, 2026
Daerah

Delapan Pompa Ngebut Sedot Banjir Semarang

Oktober 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?