Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air

T. Budianto
Last updated: Oktober 25, 2026 9:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
ARAHAN GUBERKUR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memberikan arahan kepada petugas gabungan dan relawan di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Gunung Sumbing, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung, Minggu (25/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG- Api memang sudah menyerah di Gunung Sumbing. Tapi urusan belum benar-benar beres. Setelah ratusan hektare kawasan terbakar, pekerjaan rumah berikutnya justru tak kalah berat: memulihkan hutan, memperbaiki pipa air bersih warga, dan memastikan kebakaran serupa tidak terulang.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing telah padam. Meski titik api dan asap tak lagi terpantau, evaluasi dampak, patroli, serta rehabilitasi diminta segera dipercepat.

“Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery (pulihkan). Kemudian lakukan reboisasi terkait dengan pascabencana. Reboisasi kita lakukan bersama,” kata Luthfi saat meninjau kawasan Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Minggu (25/10/2026).

Baca juga: Kasus Karhutla Jateng Melonjak 700 Persen, Timbulkan Kerugian Miliaran Rupiah

Menurut Luthfi, pemulihan tak bisa dilakukan asal tanam lalu selesai. Data kerusakan harus faktual, mulai dari luasan lahan terbakar, kondisi vegetasi, hingga dampaknya terhadap satwa liar. Pendataan mencakup kawasan Sumbing di wilayah Temanggung, Magelang, dan Wonosobo.

Dampaknya bukan cuma soal ilalang dan rumput hutan yang hangus. Sejumlah pipa air bersih milik masyarakat dilaporkan rusak, sementara beberapa titik kebakaran turut melalap pohon keras. Artinya, warga dan lingkungan sama-sama menanggung konsekuensi dari bencana tersebut.

Pencegahan Diperkuat

Luthfi juga meminta pencegahan diperkuat. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api di kawasan gunung tanpa memperhatikan risiko kebakaran. Penyebab kebakaran masih diselidiki, meski indikasi awal mengarah pada faktor kelalaian manusia. “Jangan sampai nanti terulang lagi,” tegasnya.

Untuk sementara, imbauan penutupan jalur pendakian di seluruh gunung di Jateng masih berlaku sambil menunggu hasil evaluasi. Luthfi turut menyampaikan terima kasih kepada relawan, BPBD provinsi dan kabupaten/kota, serta BNPB yang terlibat dalam pemadaman.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Dimyati mengatakan, kebakaran di kawasan Sumbing yang meliputi tiga kabupaten telah padam sepenuhnya sejak Sabtu (24/10/2026). Pantauan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan juga tidak lagi menunjukkan titik api maupun asap. Namun, penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa.

Baca juga: Antisipasi Kebakaran Hutan, Jateng Bentuk Satgas Karhutla

Total luas kawasan yang terbakar mencapai 974,29 hektare. Rinciannya, 398,89 hektare di Temanggung, 362 hektare di Wonosobo, dan 213 hektare di Magelang. Kerugian ditaksir mencapai Rp189,3 juta. Sebagian besar area terbakar berupa savana yang dipenuhi ilalang dan rumput hutan. Di wilayah Wonosobo, sebagian kawasan juga ditumbuhi pohon keras.

Kini, tantangannya adalah memastikan rehabilitasi berjalan serius dan terukur. Pipa air yang rusak perlu dipulihkan, vegetasi ditanam kembali sesuai kondisi kawasan, dan patroli tidak boleh kendur hanya karena api sudah padam.

Sebab, memadamkan api memang menandai akhir keadaan darurat. Namun, kalau hutan dibiarkan merana dan pencegahan cuma ramai saat bencana, Sumbing bisa saja kembali mengirim peringatan, kali ini dengan ongkos pemulihan yang lebih mahal. (tebe)

You Might Also Like

MBG Bikin Heboh: Puluhan Siswa SMK 4 Pati Mual, Satu Sesak

Gubernur Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Inspiratif

Jurus ‘Dokter Turun Gunung’ Jadi Sorotan Kemenkes

Update Banjarnegara, Tiga Korban Ditemukan Lagi

Jateng Ngebut Tekan Kemiskinan, Tapi Udah Cukup Belum?

TAGGED:ahmad luthfibnpbkarhutlakebakaran sumbingpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan
Next Article Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026

Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air

Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026.

Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tumbuh

Wagub Dorong Jateng Ngebut ke Energi Hijau

Mei 13, 2026
Fokus

MTQ di Semarang Bukan Cuma Soal Lomba, UMKM Ikut Cari Pasar

September 13, 2026
Ekonomi

Baru 64 Persen Koperasi Merah Putih di Jateng yang Beroperasi

Oktober 14, 2026
Peserta mulai berlari di garis start saat event Rupiah Borobudur Playon 2025.
Daerah

Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi

Juli 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?