BACAAJA, WONOSOBO – Catatan istimewa ditorehkan Kabupaten Wonosobo saat puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Kamis (22/10/2026).
1.328 hafiz dan hafizah khataman Alquran bareng di Pendopo Bupati Wonosobo. Khataman tersebut menorehkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk Kabupaten Wonosobo.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, penghargaan yang diraih bukan sekadar soal rekor, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaaja: Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri
Bacaaja: Cara Wonosobo Turunkan Angka Kemiskinan hingga 4,33 Persen, Bupati Afif: Gak Cukup Andalkan Bansos!
Politikus PDIP itu menegaskan, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun bangsa. Jika dahulu perjuangan santri lekat dengan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, maka kini tantangan pengabdian semakin luas.
Santri diharapkan ikut mengambil bagian dalam menghadapi kemiskinan, ketertinggalan teknologi, kebodohan, hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo menempatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam setiap arah kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemkab Wonosobo pun berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren melalui berbagai program lintas sektor. Kerja sama tersebut mencakup pendidikan agama, pembentukan karakter, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, mitigasi risiko di lingkungan pesantren, hingga edukasi hukum dan kependudukan.
Afif juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan pembangunan, tetapi juga lewat tanggung jawab merawat alam untuk generasi mendatang.
Seksi Acara Hari Santri Nasional Kabupaten Wonosobo, Ahmad Yahya, menjelaskan bahwa rangkaian HSN 2026 berlangsung selama lima hari, mulai Minggu (18/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan sekaligus meningkatkan kapasitas santri dan pengelola pesantren.
“Dari lima hari yang sudah terlaksana, Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” kata Ahmad Yahya. (*)

