BACAAJA, SEMARANG- Kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Semarang, Kamis (22/10/2026).
Mereka menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa UIN walisongo mengenakan jas almamater hijau membawa poster berisi desakan pemberantasan mafia hutan dan penuntasan kasus pembalakan liar.
Poster bertuliskan “All Eyes on Karhutla” dan “Save Kalimantan” juga terlihat di antara massa sebagai bentuk sorotan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Dakwaan Ngaco, Mahasiswa Demo May Day Kompak Minta Dibebasin
Lira (19), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menilai kondisi pemerintahan saat ini memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah persoalan belum ditangani secara maksimal meski pemerintahan telah berjalan selama dua tahun.
“Jujur kalau dari pandangan aku sebagai warga biasa dan juga mahasiswa ini kacau banget sih, Kak. Dia baru menjabat dua tahun tapi udah sekacau ini,” ujar Lira saat di tengah aksi.
Penanganan Karhutla
Ia secara khusus menyoroti penanganan karhutla yang dinilai lamban. Lira berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.
Selain itu, ia mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah ketika bencana masih membutuhkan penanganan serius, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Menurut saya tuh mungkin fokusnya bisa dialihkan dulu sih, Kak, ke bencana yang sekarang ini,” katanya.
Kritik serupa disampaikan Zahra dan Lucy, yang juga mahasiswa Unnes. Mereka menilai kepemimpinan Prabowo-Gibran perlu dievaluasi, terutama dalam pelaksanaan program dan penanganan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Baca juga: Molotov Terbang di Depan Mapolda Jateng, Demo Ojol & Mahasiswa Berubah Chaos
Di tengah aksi, sejumlah poster dan bahan demonstrasi juga terlihat terbakar di atas jalan, dengan barikade besi dan personel kepolisian di latar belakang. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari suasana demonstrasi yang berlangsung hari itu.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah lebih serius merespons kritik publik dan memperbaiki kebijakan yang dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat. (dul)

