Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun

T. Budianto
Last updated: Oktober 19, 2026 5:07 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
NORMALISASI SALURAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Bupati Demak Eisti'anah meninjau proyek normalisasi saluran avur yang terhubung dengan Sungai Gemboyo di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, DEMAK– Sawah luas, tenaga sudah terkuras, tetapi kalau air tak lancar, musim tanam bisa ikut berantakan. Petani di Kecamatan Karangtengah, Demak, kini punya harapan baru setelah saluran avur yang lama tertimbun lumpur mulai dinormalisasi. Targetnya bukan sekadar air mengalir, tetapi juga membuka peluang tanam hingga dua bahkan tiga kali setahun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pekerjaan normalisasi saluran tersebut, Senin (19/10/2026). Saluran yang terhubung dengan Sungai Gemboyo itu diproyeksikan mendukung pengairan lahan pertanian seluas sekitar 450 hektare di wilayah Desa Klitih dan Desa Dukun.

Bagi petani, saluran avur ini punya fungsi ganda. Saat banjir, aliran tersebut membantu membuang kelebihan air. Ketika kemarau datang, saluran yang sama diharapkan menjadi penopang kebutuhan air untuk sawah.

Baca juga: Petugas Irigasi Jateng Demo (Lagi), Tuntut Diangkat Jadi PPPK

“Ini normalisasi saluran irigasi yang kita teroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya nanti di sini bisa terairi, jika sebelumnya hanya biasa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali,” kata Luthfi saat meninjau lokasi bersama Bupati Demak Eisti’anah.

Total saluran yang dinormalisasi mencapai 1,15 kilometer. Hingga 14 Oktober 2026, pekerjaan di Desa Klitih sudah rampung sekitar 630 meter. Bahkan, petani mulai memanfaatkan aliran tersebut untuk menyemai bibit padi.

Kondisi berbeda terjadi di Desa Dukun. Dari target pengerjaan sepanjang 500 meter, baru sekitar 80 meter yang selesai. Tanah yang lunak membuat pekerjaan lebih menantang karena alat berat beberapa kali terjebak lumpur.

Bentuk Kolaborasi

Anggaran awal sebesar Rp39,02 juta disiapkan untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi peralatan. Pekerjaan ini juga mendapat dukungan Bank Indonesia, Pemkab Demak, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas PUPR Jateng, hingga pemerintah desa setempat. “Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai pemerintah desa, bareng-bareng,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, normalisasi dilakukan setelah tim lapangan dan masyarakat menyampaikan kondisi saluran yang membutuhkan penanganan.

Dengan potensi lahan sekitar 450 hektare, kelancaran irigasi diharapkan memungkinkan petani setidaknya menanam dua kali dalam setahun. Produktivitas juga menjadi perhatian, terutama menghadapi tantangan iklim yang semakin sulit diprediksi. “Paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini,” katanya.

Baca juga: Panen Ceria, Irigasi Masih Drama

Kepala Desa Klitih, Firdos menjelaskan, saluran tersebut sudah lama menjadi jalur pengambilan air dari Sungai Gemboyo. Namun, alirannya tertutup sedimentasi setelah pekerjaan perbaikan pintu air sebelumnya. Ia berharap normalisasi kali ini membuat pasokan air kembali lancar sehingga musim tanam pertama dan kedua tidak terganggu.

Pekerjaan pengerukan memang terlihat sederhana: lumpur diangkat, saluran dibuka, air kembali mengalir. Namun, dampaknya bisa merembet ke banyak hal, mulai dari jadwal tanam, hasil panen, hingga pendapatan keluarga petani.

Sebab, bagi petani, air yang lancar bukan cuma urusan saluran yang bersih, melainkan kesempatan menanam lebih sering dan memperoleh hasil lebih banyak. Jangan sampai irigasinya sudah dibenahi, tetapi petani tetap harus berjudi dengan cuaca dan menunggu keberuntungan setiap kali musim tanam tiba. (tebe)

You Might Also Like

Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang

Prabowo Terima Karta Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Pemkot Semarang Masih Butuh 63 Dapur SPPG buat Program MBG

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemkab demakpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat
Next Article WARNET JUDI: Tim Ditressiber Polda Jawa Tengah menyidak Warnet Strix Cyber Arena, Jalan Suyudono, Kota Semarang yang jadi lokasi judi online. (ist) Zaman Gini Warnet Masih Laku di Semarang, Polisi Bilang Ada Indikasi untuk Judol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), seusai menghadiri pembekalan penerima beasiswa santri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (19/10/2026). (dul)

Gus Yasin: Sinergi Mahasiswa-Santri Cegah Bullying di Jateng

TERIMA UANG LELANG: Pejabat Bank Mandiri (sisi kanan) menerima secara simbolis uang hasil lelang barang bukti kasus korupsi yang tangani Kejari Semarang, Senin (19/10/2026). (bae)

Bank Mandiri Terima Rp1,9 Miliar Hasil Lelang Aset Kasus Korupsi di Semarang

NAIK KERETA: Pelanggan kereta api berjalan di peron stasiun wilayah KAI Daop 4 Semarang. (ist)

Hasil Pemetaan KAI Daop 4 Semarang, Pelanggan Kereta Api Ternyata Didominasi Gen Z

RS Unimus Kembangkan Layanan Kanker Berbasis Cryosurgery

Kanwil Kemenkum-Bank Jateng Buka Peluang Kolaborasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Imbas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 2 Kereta dari Semarang Tujuan Jakarta Batal Berangkat

April 28, 2026
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
Info

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

September 25, 2026
Unik

Sempat ‘Ngadat’, Dapur Gizi Semarang Kini Ngebut Lagi

November 22, 2025
Daerah

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

September 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?