Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pantura Demak Kian Terancam Rob, Mangrove dan Teknologi HexBricks Jadi Andalan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

Pantura Demak Kian Terancam Rob, Mangrove dan Teknologi HexBricks Jadi Andalan

T. Budianto
Last updated: Oktober 19, 2026 2:27 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BIBIT MANGROVE: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengangkat bibit mangrove saat aksi penanaman bersama di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, DEMAK– Laut terus merangsek, daratan kian terdesak. Di pesisir Demak, melawan abrasi dan banjir rob bukan lagi soal menanam pohon lalu berharap semuanya beres. Perlu strategi yang lebih serius, mulai dari memulihkan mangrove hingga mengandalkan teknologi HexBricks.

Upaya itu dilakukan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026). Keduanya mengikuti penanaman mangrove yang dipadukan dengan teknologi perlindungan pesisir berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NbS).

Luthfi menyebut penanaman mangrove menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menekan dampak abrasi dan banjir rob yang terus mengancam kawasan pesisir Jateng. “Upaya hari ini adalah upaya pencegahan, yaitu dengan penanaman mangrove,” kata Luthfi.

Baca juga: Tanggul Jebol, Banjir Demak Meluas ke Enam Desa

Tantangannya tidak kecil. Jateng memiliki garis pantai utara sepanjang 651 kilometer yang membentang di 17 kabupaten/kota. Selain abrasi dan rob, kawasan tersebut juga menghadapi persoalan penurunan muka tanah yang membuat ancaman terhadap permukiman dan aktivitas ekonomi warga makin kompleks.

Pemprov Jateng sebelumnya menjalankan gerakan Mageri Segoro. Sepanjang 2025, program itu mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare, yang tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/kota.

Kini, teknologi HexBricks ikut diuji untuk membantu pemulihan kawasan mangrove. Inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut berupa struktur modular yang diterapkan bersama guludan dan struktur bambu di kawasan percontohan Timbulsloko.

Tahap Awal

Area bakau yang dikembangkan mencapai 6,56 hektare, dengan penanaman tahap awal seluas 1.200 meter persegi. Efektivitasnya akan dipantau melalui pertumbuhan mangrove, sedimentasi, kinerja struktur, hingga manfaatnya bagi masyarakat.

AHY menjelaskan, mangrove dapat membantu meredam energi gelombang laut sehingga mengurangi dampak abrasi. Menariknya, HexBricks bukan cuma bicara soal teknologi, tetapi juga peluang ekonomi bagi warga karena modulnya diproduksi masyarakat setempat.

“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelas AHY. Menurunya, perlindungan Pantura perlu memakai pendekatan hybrid, yakni menggabungkan infrastruktur fisik seperti tanggul pantai dan tanggul laut dengan solusi berbasis alam. Strategi ini diarahkan untuk menghadapi kenaikan permukaan laut sekaligus penurunan muka tanah.

Baca juga: Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf menambahkan, Timbulsloko menjadi kawasan percontohan untuk mempelajari model perlindungan pesisir sesuai karakteristik alam masing-masing daerah.

“Di tempat lain belum tentu dilakukan seperti ini, karena perbedaan tematik masing-masing daerah itu perlu kita pelajari bersama,” kata Didit. Ia menegaskan, pembangunan perlindungan pesisir juga harus mempertimbangkan kehidupan warga. Nelayan dan petambak tetap perlu mendapat akses ke laut maupun tambak, bukan justru kehilangan ruang mencari nafkah akibat proyek perlindungan.

Pada akhirnya, mangrove boleh ditanam, teknologi boleh dipasang, dan tanggul bisa dibangun. Namun, keberhasilan melindungi Pantura tak cukup diukur dari banyaknya bibit yang masuk tanah atau modul yang terpasang. Sebab, laut tak bisa diajak kompromi lewat seremoni; yang dibutuhkan warga adalah pesisir yang benar-benar terlindungi dan penghidupan yang tetap berjalan. (tebe)

You Might Also Like

36 Ribu Guru Kemenag Jateng Belum Tersertifikasi

IHSG Ambruk saat Prabowo Pidato di Paripurna DPR

Murid SD Negeri Makin Sedikit, Komisi X DPR: “Jangan Langsung Salahkan Sekolah”

MTQ Nasional 2026, Pemprov Berencana Tambah Penerbangan

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

TAGGED:abrasiahmad luthfiahyheadlinemangrovepemprov jatengrob
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Untag Posisi Ketiga Lomba Rancang Bangun Atap Nasional
Next Article Dalam kuliah umum di FISIP Untag Semarang, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menekankan kebhinekaan: beda pilihan bukan alasan perpecahan. Bupati Kendal Ajak Mahasiswa Untag Rawat Kebhinekaan: Beda Pilihan Jangan Jadi Alasan Perpecahan!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ayo Kenalan dengan Nara, Lawang, dan Semar, Trio Harimau Benggala Warga Baru Semarang Zoo

WARNET JUDI: Tim Ditressiber Polda Jawa Tengah menyidak Warnet Strix Cyber Arena, Jalan Suyudono, Kota Semarang yang jadi lokasi judi online. (ist)

Zaman Gini Warnet Masih Laku di Semarang, Polisi Bilang Ada Indikasi untuk Judol

Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun

Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Banyak Peluang, Nol Gol! Penyelesaian Akhir Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2025, Nawal Yasin: Saatnya Naik Kelas!

Oktober 1, 2025
Wagub Jateng, Gus Yasin (berpeci) bareng Forkopimda meninjau lokasi sumur minyak meledak di Blora, Jumat (22/8/2025). Foto: dok.humas
Unik

Sumur Ilegal di Blora Meledak, Tiga Nyawa Melayang, Baru Ingat Aturan?

Agustus 22, 2025
PROSESI WISUDA: Wisudawan UPGRIS mengikuti pemindahan toga dalam prosesi Wisuda ke-84 di gedung Balairung kampus tersebut, Selasa (13/10/2026). (bae)
Pendidikan

Daftar Wisudawan Terbaik Wisuda ke-84 UPGRIS, Ada yang Raih IPK 4,00

Oktober 13, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (1/9/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Ikut Dialog Bareng Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa, Janji DPR Lebih Buka Diri dan Kerja Bareng Pemerintah

September 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pantura Demak Kian Terancam Rob, Mangrove dan Teknologi HexBricks Jadi Andalan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?